Bagus Dimas Setiawan
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Uiversitas Musi Rawas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI NUTRIENT KULIT JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) YANG DI FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) SEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8250

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui uji organoleptik seperti pH, warna,aroma, tekstur dan nilai nutrient seperti bahan kering, kadar air, protein kasar dan lemak kasar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 (lima) perlakuan dengan 4 (empat) kali ulangan yakni : K0 = Kulit jagung tanpa pemberian MOL (Kontrol), K1 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Bonggol pisang kepok, K2 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Rebung mayan, K3 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Buah jeruk brastagi, K2 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Rebung mayan, K3 = Kulit jagung 1 kg  + 35 ml MOL Buah jeruk brastagi, K4 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Sayur sawi putih. Untuk melihat pengaruh dari masing-masing perlakuan di uji dengan menggunakan anailis sidik ragam, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Parameter yang diamati yaitu pH, warna, aroma, tekstur, bahan kerin, kadar air, protein kasar dan lemak kasar.  Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pH berpengaruh sangat nyata (P<0.01), sedangkan aroma, warna dan tekstur tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Nilai nutrient bahan kering, kadar air, protein kasar dan lemak kasar tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Disimpulkan bahwa perlakuan K3 dengan menggunakan mikroorganisme lokal dari limbah jeruk brastagi memberikan pengaruh terbaik. 
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSI RAWAS MENUJU PEMBANGUNAN PETERNAKAN BERKELANJUTAN Bagus Dimas Setiawan; Putri Zulia Jati; Teguh Dwi Putra; Betty Herlina; Zulhapi Utama Adlan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23427

Abstract

Pengembangan peternakan ruminansia memerlukan perencanaan berbasis ketersediaan sumber daya pakan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang penting adalah analisis daya dukung lahan, yang menggambarkan kemampuan suatu wilayah dalam menyediakan pakan bagi populasi ternak tanpa menurunkan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan dan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia di Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, sebagai dasar perencanaan pembangunan peternakan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder tahun 2025. Analisis meliputi perhitungan Location Quotient (LQ) untuk menentukan wilayah basis ternak ruminansia, estimasi produksi pakan dari lahan garapan dan limbah pertanian, serta analisis Potensi Maksimum Sumber Daya Lahan (PMSL) dan Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi hijauan pakan di Kecamatan Jayaloka mencapai 8.262 ton bahan kering per tahun dengan potensi maksimum sumber daya lahan sebesar 3.592 satuan ternak (ST). Populasi riil ternak ruminansia sebesar 1.554 ST masih berada di bawah daya dukung lahan, sehingga terdapat peluang peningkatan populasi ternak sebesar 2.038 ST. Wilayah dengan potensi pengembangan tertinggi adalah Desa Ngestiboga II, Kertosono, dan Margatunggal. Berdasarkan analisis LQ, terdapat beberapa desa yang berperan sebagai sentra pengembangan sapi potong, kambing, dan kerbau. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Jayaloka memiliki daya dukung lahan hijauan yang memadai untuk mendukung pengembangan peternakan ruminansia secara berkelanjutan apabila dikelola secara optimal dan terintegrasi dengan pemanfaatan sumber daya pakan lokal.