Shasy Kirana Zahrani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KETERSEDIAAN SARANA PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KEBIASAAN SANTRI DALAM MENGURANGI LIMBAH PLASTIK DI PESANTREN AMRULLAH AKBAR RAJASYAH KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Meutia Nanda; Syahbrina Meisela Damanik; Khairani Septia Siregar; Rizka Azzura Efsa Gurusinga; Shasy Kirana Zahrani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60757

Abstract

Limbah plastik yang dihasilkan di lingkungan pesantren menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat memberikan dampak negatif terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan sarana pengelolaan sampah dengan kebiasaan santri dalam upaya mengurangi limbah plastik di Pesantren Amrullah Akbar Rajasyah, Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dan Sample penelitian terdiri dari seluruh santri yang berada di pesantren tersebut, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, sehingga diperoleh sebanyak 46 responden. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menilai ketersediaan sarana pengelolaan sampah masih berada pada kategori kurang baik. Meskipun demikian, sebagian besar santri (78,3%) telah menunjukkan Kebiasaan yang baik dalam mengurangi penggunaan plastik. Hasil analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana pengelolaan sampah dengan Kebiasaan santri dalam mengurangi limbah plastik, dengan nilai ρ-value = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,615, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi yang kuat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan ketersediaan sarana pengelolaan sampah berpotensi mendorong Kebiasaan santri yang lebih baik dalam mengurangi limbah plastik. Oleh karena itu, pihak pesantren disarankan untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih memadai serta melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan secara berkesinambungan.
Hubungan perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti Meutia Nanda; Khairani Septia Seriger; Syahbrina Damanik; Rizka Azzura Efsa Gurusinga; Shasy Kirana Zahrani
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v19i2.3302

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui perilaku 3M Plus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bandar Sinembah tahun 2026. Populasi berjumlah 820 orang, dengan sampel 89 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (e = 10%) dan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan perilaku 3M Plus yang baik cenderung memiliki risiko perkembangbiakan nyamuk yang lebih rendah. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk (p < 0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan antara perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.   Abstract: Dengue haemorrhagic fever (DHF) remains a public health problem caused by the Aedes aegypti mosquito. One preventive measure is the adoption of the 3M Plus behaviour. This study aims to determine the relationship between the 3M Plus behaviour and the risk of Aedes aegypti mosquito breeding. This study employed a quantitative method with an analytical observational design and a cross-sectional approach, conducted within the catchment area of the Bandar Sinembah Community Health Centre in 2026. The population comprised 820 individuals, with a sample of 89 respondents determined using the Slovin formula (e = 10%) and random sampling techniques. Data were collected via questionnaires and observation sheets, then analysed univariately and bivariately using the Chi-square test. The results indicated that respondents exhibiting good 3M Plus behaviour tended to have a lower risk of mosquito breeding. Statistical tests revealed a significant association between 3M Plus behaviour and the risk of mosquito breeding (p < 0.05). In conclusion, there is an association between 3M Plus behaviour and the risk of Aedes aegypti mosquito breeding. Therefore, it is necessary to raise public awareness of the importance of practising 3M Plus behaviour as a measure to prevent dengue fever.