Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPARASI SIFAT MAMPU KERAS DAN KETANGGUHAN BAJA KARBON RENDAH ST 42 DAN AISI 1020 Savitri Ramadhani; Hildan Fahrizal Nur Faurizki; Widiyanti; Dieta Wahyu Asry Ningtias; Chezta Ahmad Muzakky
JURNAL RAMATEKNO Vol 6 No 1 (2026): Ramatekno_6_1_2026
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v6i1.323

Abstract

Masifnya penggunaan logam baja di dunia industri menuntut adanya perbaikan sifat mekanis baja yang digunakan, salah satunya yaitu jenis baja karbon rendah. Guna mengakomodir tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan sifat hardenability antara baja ST 42 dan baja AISI 1020 yang tergolong ke dalam jenis baja karbon rendah. Hardenability dikaitkan dengan kedalaman dan distribusi nilai kekerasan yang dapat dicapai baja. Perlakuan yang diberikan yaitu hardening dan dilanjutkan dengan quenching. Selanjutnya, pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Rockwell pada empat titik uji pada penampang lingkaran, yaitu pada permukaan, ¾ jari-jari, ½ jari-jari, dan bagian inti, serta uji impact metode Charpy. Berdasarkan hasil penelitian, didapat nilai rata-rata kekerasan tertinggi baja ST 42 yaitu sebesar 46.042 HRA dan paling rendah sebesar 38.032 HRA sedangkan untuk baja AISI 1020 nilai kekerasan tertinggi sebesar 55.248 HRA dan terendah sebesar 52.928 HRA. Sementara itu, hasil penelitian uji impact menunjukkan rata-rata ketangguhan baja ST 42 lebih tinggi dibanding baja AISI 1020. Berdasarkan distribusi nilai rata-rata kekerasan pada kedua jenis baja tersebut dapat disimpulkan bahwa sifat hardenability baja AISI 1020 lebih baik daripada baja ST 42, tetapi sifat ketangguhannya lebih rendah daripada baja ST 42. 
ANALISIS PENGARUH MANUFAKTUR MESIN PENGASAH PISAU PLANAR TERHADAP AKURASI GEOMETRI DAN KEKASARAN HASIL ASAHAN Trio Setiyawan; Riles Melvy Wattimena; Timotius Anggit Kristiawan; Sugeng Irianto; Nur Hidayati; Dieta Wahyu Asry Ningtias; Annisa Kesy Garside; Mahendra Setya Pratama
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11018

Abstract

Dalam industri pengolahan kayu performa pemotongan sangat bergantung pada stabilitas sudut asah dan tingkat kekasaran permukaan mata pisau, dimana sudut yang konsisten dan kekasaran permukaan mata pisau mempengaruhi  hasil dari serutan kayu semangkin presisi sudut dan rendahnya tingkat kekasaran maka semangkin tinggi pula kwalitas hasil serutan. Penelitian ini berfokus pada manufaktur mesin pengasah mata pisau planer guna mengidentifikasi parameter pengasahan yang optimal serta mengatasi limitasi metode manual yang memiliki kendala pada aspek presisi dan efisiensi waktu. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan Shigley, yang mencakup tahapan identifikasi kebutuhan, formulasi masalah, sintesis, analisis, optimasi, hingga evaluasi. Prosedur pengujian komprehensif dilakukan untuk memvalidasi kinerja sistem, meliputi: Uji Fungsional dan Keamanan memastikan seluruh mekanisme bekerja dengan baik dan aman. Uji Akurasi Geometris mengukur deviasi sudut asah menggunakan shadowgraph untuk memverifikasi kesesuaian antara sudut aktual dengan setting awal pada penjepit. Uji Parameter Kinematik menganalisis kecepatan rotasi batu gerinda dan kecepatan translasi meja. Hasil penelitian merealisasikan mesin pengasah pisau planer. Data eksperimental menunjukkan bahwa mesin ini mampu menghasilkan sudut pengasahan dengan tingkat presisi mencapai 99,55%. Pada parameter kecepatan sliding 0,011 m/s, diperoleh nilai kekasaran permukaan rata-rata (Ra​) sebesar 0,06 µm. Capaian ini menunjukkan kualitas permukaan yang jauh lebih unggul dibandingkan metode manual yang menghasilkan nilai Ra​ sebesar 0,235 µm. Implementasi mesin ini diharapkan dapat menjadi substitusi metode pengasahan konvensional untuk mencapai hasil yang lebih optimal, sekaligus menjadi referensi akademik dalam pengembangan teknologi pemesinan serupa di masa depan.
Optimalisai Mesin Injection Molding Tipe Screw Dengan Produk Klem Pipa Setengah Inci Untuk Mendapatkan Parameter Produksi Dieta Wahyu Asry Ningtias; Trio Setiyawan; Timotius Anggit kritiawan; Fariz Wisda Nugraha; Mulyono; Muhammad Karel Islam
Journal of Mechanical Engineering and Applied Technology Vol. 4 No. 2 (2026): VOLUME 4 ISSUE 2 YEAR 2026 (JULY 2026)
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jmeat.v4i2.7696

Abstract

Injection molding is one of the methods used in plastic forming processes. This study aims to optimize the screw-type injection molding machine owned by the Mechanical Engineering Laboratory of xyz, which was previously developed by xyz students. However, the machine had several deficiencies, such as barrel leakage, imperfect feeding in the hopper, unstable heating, and only one mold variation, namely a keychain mold. These issues reduced production efficiency.To overcome these problems, the machine was optimized by replacing and redesigning components such as the screw, barrel, nozzle, transmission system, and by adding a new mold variation for a half-inch pipe clamp. The method involved redesigning and testing based on operational parameters, including feeding temperature, injection temperature, injection time, and cooling time.Testing was conducted by setting the feeding temperature to 220°C, injection temperature between 290°C and 310°C, injection time between 11 and 13 seconds, and cooling time of 15 seconds. The material used was polypropylene (PP). The results showed that the optimal parameters were a feeding temperature of 220°C, injection temperature of 310°C, injection time of 12 seconds, and cooling time of 15 seconds. The resulting product exhibited good quality, with complete filling, no flash, and smooth surface finish. This indicates that the optimized screw-type injection molding machine successfully resolved the previous issues.