Erick Ferdian
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji In Silico Senyawa Andrographis paniculata terhadap Mutasi EGFR G719S penyebab Resistensi pada Terapi Non-Small Cell Lung Cancer Erick Ferdian; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25135

Abstract

Penelitian ini didorong oleh permasalahan resistensi terapi pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) akibat mutasi EGFR G719S dan kebutuhan akan alternatif inhibitor EGFR berbasis bahan alam untuk mengurangi efek samping dari inhibitor sintetik. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi senyawa aktif dari Andrographis paniculata sebagai inhibitor EGFR pada NSCLC dengan mutasi G719S secara in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking menggunakan PyRx–AutoDock Vina, visualisasi interaksi molekul dengan PyMOL dan BIOVIA Discovery Studio, prediksi ADME melalui SwissADME, serta analisis toksisitas menggunakan ToxTree. Validasi metode docking dilakukan dengan acuan nilai RMSD 2 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa senyawa dari Andrographis paniculata memiliki afinitas yang signifikan terhadap reseptor EGFR. Senyawa (E)-4-hydroxy-4-(3-hydroxybut-1-en-1-yl)-3,5,5-trimethylcyclohex-2-en-1-one memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSD 1,855 Å dan energi bebas ikatan −5,4 kcal/mol, serta membentuk interaksi residu asam amino yang serupa dengan ligan natif gefitinib. Prediksi ADME senyawa ini memenuhi kriteria aturan Lipinski (Rule of Five), dan uji toksisitas menunjukkan tingkat rendah (Class I). Dengan demikian, senyawa dari Andrographis paniculata berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor EGFR untuk NSCLC dengan mutasi G719S, meskipun validasi tambahan melalui uji in vitro dan in vivo tetap diperlukan.Kata kunci: Andrographis paniculate, EGFR G719S, Gefitinib, Non-Small Cell Lung Cancer
Uji In Silico Senyawa Andrographis paniculata terhadap Mutasi EGFR G719S penyebab Resistensi pada Terapi Non-Small Cell Lung Cancer Erick Ferdian; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25135

Abstract

Penelitian ini didorong oleh permasalahan resistensi terapi pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) akibat mutasi EGFR G719S dan kebutuhan akan alternatif inhibitor EGFR berbasis bahan alam untuk mengurangi efek samping dari inhibitor sintetik. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi senyawa aktif dari Andrographis paniculata sebagai inhibitor EGFR pada NSCLC dengan mutasi G719S secara in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking menggunakan PyRx–AutoDock Vina, visualisasi interaksi molekul dengan PyMOL dan BIOVIA Discovery Studio, prediksi ADME melalui SwissADME, serta analisis toksisitas menggunakan ToxTree. Validasi metode docking dilakukan dengan acuan nilai RMSD 2 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa senyawa dari Andrographis paniculata memiliki afinitas yang signifikan terhadap reseptor EGFR. Senyawa (E)-4-hydroxy-4-(3-hydroxybut-1-en-1-yl)-3,5,5-trimethylcyclohex-2-en-1-one memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSD 1,855 Å dan energi bebas ikatan −5,4 kcal/mol, serta membentuk interaksi residu asam amino yang serupa dengan ligan natif gefitinib. Prediksi ADME senyawa ini memenuhi kriteria aturan Lipinski (Rule of Five), dan uji toksisitas menunjukkan tingkat rendah (Class I). Dengan demikian, senyawa dari Andrographis paniculata berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor EGFR untuk NSCLC dengan mutasi G719S, meskipun validasi tambahan melalui uji in vitro dan in vivo tetap diperlukan.Kata kunci: Andrographis paniculate, EGFR G719S, Gefitinib, Non-Small Cell Lung Cancer