Amalya Nur Nabila
Universitas Kaltara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MASJID BABUSSALAM SABANAR BARU SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN ISLAM BAGI JAMA’AH Abdul Arif; Farhatun Nissa; Amalya Nur Nabila
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menanamkan pendidikan Islam di lingkungan masyarakat melalui masjid adalah hal yang telah dilakukan sejak masa Rasulullah SAW. Maka dari itu, umat muslim berkewajiban untuk memanfaatkan masjid dalam mengembangkan dan memperoleh pendidikan Islam. Masjid menjadi contoh institusi Pendidikan Islam non-formal seperti pengajian, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan belajar lainnya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana masjid Barussalam Sabanar Baru sebagai sarana dalam mendapatkan pendidikan Islam. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa secara umum Masjid Babussalam Sabanar Baru menjadi salah satu sarana dalam memperoleh pendidikan Islam melalui kegiatan-kegiatan masjid. Kegiatan tersebut berupa kegiatan keagamaan seperti melaksanakan shalat berjama’ah, tadarrus Al-Qur’an, pengajian rutin/ceramah, peringatan hari besar Islam (PHBI). Adapun kegiatan pendidikan non-formal berupa pelaksanaan proses belajar mengajar tingkat TKA dan TPA. Kegiatan lainnya seperti kegiatan sosial berupa santunan anak yatim, pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dengan adanya kegiatan keagamaan yang berjalan secara terus menerus di lingkungan masjid, maka tujuan pemanfaatan masjid sebagai wadah atau sarana pendidikan Islam bagi jama’ah maupun masyarakat masjid setempat dapat meningkat secara berkelanjutan dalam menerima ilmu agama Islam. Ini menunjukkan bahwasanya Masjid Babussalam Sabanar Baru dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana pendidikan Islam.
Pemetaan Karakteristik Kemiskinan dengan Multidimensional Scaling Provinsi Kalimantan Utara St Syahdan; Yuspa Yuspa; Amalya Nur Nabila
SAINTIFIK Vol 12 No 2 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i2.678

Abstract

Upaya penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya berorientasi pada penurunan jumlah penduduk miskin tetapi juga harus mempertimbangkan karakteristik kemiskinan yang berbeda pada setiap wilayah.. Di Provinsi Kalimantan Utara, karakteristik kemiskinan pada masing-masing kabupaten/kota menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan, Kalimantan Utara merupakan provinsi yang terdiri atas kawasan perkotaan, pedesaan, pesisir serta daerah perbatasan dan pedalaman yang memiliki tingkat aksebilitas dan pembangunan yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara, dengan menerapkan metode multidimensional scaling (MDS). Metode MDS digunakan untuk memetakan objek dan variabel secara bersamaan ke dalam ruang multidimensi sehingga hubungan antarkabupaten/kota dapat dianalisis berdasarkan tingkat kemiripan maupun perbedaannya. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu, MDS pada pemetaan karakteristik di wilayah Provinsi Kalimantan Utara berada dalam kriteria baik, berdasarkan nilai STREES yaitu 5,264% dan Nilai RSQ > 0,6 yaitu 0,99134 yang berarti model penskalaan layak untuk mewakili data input. Kedekatan posisi antara beberapa wilayah dengan indikator tertentu seperti kota tarakan dengan indikator X6, X7, dan X12, Kabupaten Malinau dan Tanah Tidung dengan indikator X9, Kabupaten Nunukan dengan indikator X1 dan X5 serta Kabupaten Bulungan dengan indikator X10 mengindikasi adanya kemiripan karakteristik bersarkan indikator-indikator tersebut.