Menanamkan pendidikan Islam di lingkungan masyarakat melalui masjid adalah hal yang telah dilakukan sejak masa Rasulullah SAW. Maka dari itu, umat muslim berkewajiban untuk memanfaatkan masjid dalam mengembangkan dan memperoleh pendidikan Islam. Masjid menjadi contoh institusi Pendidikan Islam non-formal seperti pengajian, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan belajar lainnya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana masjid Barussalam Sabanar Baru sebagai sarana dalam mendapatkan pendidikan Islam. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa secara umum Masjid Babussalam Sabanar Baru menjadi salah satu sarana dalam memperoleh pendidikan Islam melalui kegiatan-kegiatan masjid. Kegiatan tersebut berupa kegiatan keagamaan seperti melaksanakan shalat berjama’ah, tadarrus Al-Qur’an, pengajian rutin/ceramah, peringatan hari besar Islam (PHBI). Adapun kegiatan pendidikan non-formal berupa pelaksanaan proses belajar mengajar tingkat TKA dan TPA. Kegiatan lainnya seperti kegiatan sosial berupa santunan anak yatim, pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Dengan adanya kegiatan keagamaan yang berjalan secara terus menerus di lingkungan masjid, maka tujuan pemanfaatan masjid sebagai wadah atau sarana pendidikan Islam bagi jama’ah maupun masyarakat masjid setempat dapat meningkat secara berkelanjutan dalam menerima ilmu agama Islam. Ini menunjukkan bahwasanya Masjid Babussalam Sabanar Baru dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana pendidikan Islam.
Copyrights © 2026