Asyharul Muttaqin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Kebersamaan Melalui Makan Kembul Bujana: Strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Budaya di MWC NU Garum Kabupaten Blitar Siti Uswatun Kasanah; Zainal Rosyadi; Asyharul Muttaqin
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2149

Abstract

This study explores the tradition of Kembul Bujana at MWC NU Garum Blitar Regency. The research aims to understand the meaning, values, and social impact of this communal dining tradition within the local religious community. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, involving religious leaders, members of the autonomous bodies, and community participants. The findings reveal that Kembul Bujana serves not only as a medium for strengthening social bonds and fostering a sense of togetherness but also as a platform for transmitting religious teachings, cultural values, and collective identity. The discussion highlights the stages of the tradition, the integration of religious rituals with cultural practices, and the role of shared meals in reinforcing community cohesion. The study concludes that Kembul Bujana functions as an effective form of social and religious education, suggesting that such traditions should be preserved and adapted to modern contexts while maintaining their core values. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna kegiatan kembul bujana yang dilaksanakan MWC NU Garum Kabupaten Blitar, serta mengkaji nilai-nilai sosial, religius, dan kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kembul bujana bukan hanya tradisi makan bersama, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan solidaritas jamaah, serta menjadi media internalisasi ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang ramah dan toleran. Tradisi ini memadukan nilai religius, seperti syukur dan kebersamaan dalam berbagi rezeki, dengan nilai sosial seperti gotong royong dan keterbukaan. Dalam perspektif kultural, kembul bujana menjadi bentuk pelestarian tradisi lokal yang selaras dengan prinsip dakwah kultural Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan kembul bujana berkontribusi terhadap penguatan kohesi sosial dan transmisi nilai keislaman di tengah masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan strategi dakwah kultural yang efektif dan kontekstual, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian tradisi lokal yang bernilai positif.
Strategi Dakwah Gus Iqdam Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Taubah Srengat Kabupaten Blitar M. Subhan Ansori; Abd. Charis Fauzan; Asyharul Muttaqin; Vina Anggita Putri; Ari Akbar Setiawan; Siti Uswatun Kasanah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2515

Abstract

This study aims to analyze the da’wah strategies implemented by Gus Iqdam, the caretaker of Sabilul Taubah Islamic Boarding School in Srengat, Blitar Regency, in reaching and guiding the community, particularly the younger generation. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with Gus Iqdam, santri, and congregants, as well as documentation of da’wah activities. The findings indicate that Gus Iqdam’s da’wah strategy emphasizes a cultural and contextual approach by integrating the values of Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah into simple, communicative language that is relevant to the lived realities of the audience. Da’wah is delivered through regular religious gatherings, digital social media platforms, and inclusive socio-religious activities. Furthermore, Gus Iqdam utilizes humor, everyday life stories, and personal role modeling as effective means of internalizing Islamic values. This strategy has proven effective in increasing congregational participation, fostering spiritual awareness, and strengthening moderate and tolerant religious attitudes. This study is expected to contribute both theoretically and practically to the development of pesantren-based da’wah models that are adaptive to contemporary social dynamics. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh Gus Iqdam sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Taubah Srengat Kabupaten Blitar dalam menjangkau dan membina masyarakat, khususnya generasi muda. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Gus Iqdam, santri, serta jamaah, dan dokumentasi kegiatan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Gus Iqdam menekankan pendekatan kultural dan kontekstual, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah ke dalam bahasa dakwah yang sederhana, komunikatif, dan relevan dengan realitas kehidupan jamaah. Dakwah disampaikan melalui majelis rutin, media sosial digital, serta kegiatan sosial-keagamaan yang bersifat inklusif. Selain itu, Gus Iqdam memanfaatkan humor, kisah kehidupan sehari-hari, dan keteladanan personal sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi jamaah, membangun kesadaran spiritual, serta memperkuat sikap keagamaan yang moderat dan toleran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model dakwah pesantren yang adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat kontemporer.