Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN GENERASI MODERAT SISWA SMAN SUTOJAYAN DAN SMAN 4 KOTA BLITAR Nanang Zamroji; Umi Nahdiyah; Adi Tri Atmaja; Fathul Niam; Awaludin Jamil; Ana Safitri; Chairumin Alfin; Redhitya wempi Ansori; Agus Yulianto; Zainal Rosyadi; Siti Uswatun Kasanah; Khoirul Wafa
Jurnal Padamu Negeri Vol. 2 No. 2 (2025): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/pt31jf26

Abstract

Indonesia is a country characterized by a diversity of religions and beliefs. All elements of society are needed to achieve a harmonious life. Intolerant and extreme behavior not only targets the general public in the real and virtual worlds, but has now spread to educational institutions. Activities such as halaqah (Islamic religious gatherings) and other closed religious studies that are not accompanied by a moderate understanding of religious teachers can encourage the emergence of exclusivist, exploitative, and intolerant attitudes in educational institutions. Strengthening moderate attitudes must be carried out in a structured manner in various aspects of community life, including educational institutions, because they play a strategic role in fostering moderate understanding and can even serve as laboratories for religious moderation. If the strengthening of moderate attitudes in educational institutions is not optimized, they will certainly become easy targets for the infiltration of splinter and intolerant ideologies. Therefore, educational institutions are a highly effective medium for strengthening the character of students who are broad-minded, open, and tolerant in the dynamics of life as a diverse nation and state.
Pembelajaran Fikih dalam Kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib karya Abu Suja’ Siti Uswatun Kasanah; Zainal Rosyadi; Muh. Mirwan Hariri; Arif Muzayin Shofwan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib karya Syaikh Al-Qadli Abu Suja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Isfahan merupakan kitab fikih bermadzab Syafii yang popular di pesantren. Penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan ini membahas isi pembelajaran dalam kitab tersebut. Teknik analisa datanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah hal-hal yang sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagaimana berikut. Pertama, Kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib merupakan kitab yang enak dibaca dan mudah dicerna bagi penuntut ilmu yang baru mengenal dan memulai belajar fikih. Kedua, Kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib memuat 17 kitab, antara lain: hukum bersuci; hukum shalat; hukum zakat; hukum puasa; hukum haji; hukum jual beli, tansaksi kontrak kerja, dan lainnya: hukum waris dan wasiat; hukum perkawinan dan hal-hal yang berkaitan dengannya; hukum tindakan kriminal; macam-macam hukuman; hukum perang di jalan Allah; hukum binatang buruan dan sembelihan; hukum lomba balap dan memanah; hukum sumpah dan nadzar; hukum peradilan dan kesaksian; hukum memerdekakan hamba sahaya; dan hukum berbagai macam najis dan hukum-hukumnya.
Strategi Dakwah Gus Iqdam Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Taubah Srengat Kabupaten Blitar M. Subhan Ansori; Abd. Charis Fauzan; Asyharul Muttaqin; Vina Anggita Putri; Ari Akbar Setiawan; Siti Uswatun Kasanah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2515

Abstract

This study aims to analyze the da’wah strategies implemented by Gus Iqdam, the caretaker of Sabilul Taubah Islamic Boarding School in Srengat, Blitar Regency, in reaching and guiding the community, particularly the younger generation. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with Gus Iqdam, santri, and congregants, as well as documentation of da’wah activities. The findings indicate that Gus Iqdam’s da’wah strategy emphasizes a cultural and contextual approach by integrating the values of Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah into simple, communicative language that is relevant to the lived realities of the audience. Da’wah is delivered through regular religious gatherings, digital social media platforms, and inclusive socio-religious activities. Furthermore, Gus Iqdam utilizes humor, everyday life stories, and personal role modeling as effective means of internalizing Islamic values. This strategy has proven effective in increasing congregational participation, fostering spiritual awareness, and strengthening moderate and tolerant religious attitudes. This study is expected to contribute both theoretically and practically to the development of pesantren-based da’wah models that are adaptive to contemporary social dynamics. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh Gus Iqdam sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Taubah Srengat Kabupaten Blitar dalam menjangkau dan membina masyarakat, khususnya generasi muda. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Gus Iqdam, santri, serta jamaah, dan dokumentasi kegiatan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Gus Iqdam menekankan pendekatan kultural dan kontekstual, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah ke dalam bahasa dakwah yang sederhana, komunikatif, dan relevan dengan realitas kehidupan jamaah. Dakwah disampaikan melalui majelis rutin, media sosial digital, serta kegiatan sosial-keagamaan yang bersifat inklusif. Selain itu, Gus Iqdam memanfaatkan humor, kisah kehidupan sehari-hari, dan keteladanan personal sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi jamaah, membangun kesadaran spiritual, serta memperkuat sikap keagamaan yang moderat dan toleran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model dakwah pesantren yang adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat kontemporer.