Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUNGANOMICS: KETIKA BUNGA JADI SIMBOL CINTA DAN PELUANG BISNIS Febri Ariyantiningsih; Firdaus Kamil Indatun Nikmah; Dila Wulandari; Siti Nur Aisyah
Jurnal Mahasiswa Entrepreneurship (JME) Vol 4 No 11 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jme.v4i11.7956

Abstract

The phenomenon of "Bunganomics" illustrates how flowers are not only a symbol of love and beauty but also a promising business opportunity. In the modern era, flowers have high economic value due to their increasing demand for various needs, such as gifts, decoration, and even emotional expression. The younger generation is now capitalizing on this potential by creating creative businesses, from online flower shops and flower boxes to artificial flower arrangements that attract the digital market. This article discusses how the symbolic meaning of flowers can be combined with modern business strategies and how this trend can become part of a sustainable creative economy.
Penerapan Integral Lipat Dua untuk Menganalisis Distribusi Curah Hujan Bulanan Terbaru di Kabupaten Situbondo (Studi Kasus: September 2025) Risan Nur Santi; Wiwik Sri Untari; Rike Andika; Dila Wulandari; Hanina Assegaf; Siti Aisyah
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v10i1.8688

Abstract

Kabupaten Situbondo, Jawa timur, memiliki variasi topografi yang menyebabkan distribusi curah hujan tidak merata, yang berimplikasi pada risiko bencana, irigasi pertanian, dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan rata-rata curah hujan secara spasial di Situbondo menggunakan konsep integral lipat dua, yang mampu mempertimbangkan variasi area dan Lokasi. Data curah hujan diperoleh dari 4 pemantauan nyata dari BMKG Situbondo yaitu di Pertanian Suboh, SP-Cuaca Jatibanteng, dan BBWS Brantas Besuki selama bulan September 2025 (data terbaru yang diverifikasi BMKG Jatim). Data spasial wilayah dan topografi diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk aproksimasi numerik integral lipat dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu memodelkan pola penyebaran curah hujan dengan akurasi 85%, lebih efektif daripada metode rata-rata konvensional. Data curah hujan yang digunakan diperoleh dari BMKG Situbondo periode Januari-Desember 2023, dengan titik pengukuran: f(0,0)=18, f(60,19.4)=62, f(60,25)=35, f(15,25)=41, dan f(0,20)=15 mm/bulan. Hasil analisis menunjukkan fungsi distribusi curah hujan: f(x,y) = 17.83 + 0.21x - 0.13y, yang menunjukkan curah hujan meningkat ke timur dan menurun ke selatan. Curah hujan bervariasi 14-70 mm/bulan, dengan rata-rata 22.5 mm/bulan (dihitung dari integral lipat dua). Hasil ini dapat digunakan untuk membangun peringatan dini banjir dan merencanakan sistem drainase yang lebih efektif.