Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOPI SEBAGAI BENTUK PENCARIAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA: STUDI KASUS DI KELURAHAN BENTENG, KOTA AMBON-MALUKU Daniel de Queldjoe; Emmanuel Satyo Yuwono
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.948-965

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana remaja di Kelurahan Benteng, Kota Ambon, minum sopi sebagai bagian dari proses mencari identitas diri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada 3 remaja yang mengonsumsi sopi di Kelurahan Benteng. Ini dilakukan menggunakan metodologi studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sopi dapat sebagai bentuk pengakuan sosial, mengatasi kecanggungan dalam relasi, dan membangun citra kedewasaan. Konsumsi sopi bukan hanya simbol dampak lingkungan tetapi juga perjuangan identitas dalam budaya lokal. Remaja dapat berada dalam bahaya kesehatan dan penyimpangan sosial karena perilaku ini. Studi ini menekankan bahwa mendampingi proses pembentukan identitas remaja secara sehat dan bermakna membutuhkan intervensi yang menyeluruh dari keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
Panggilan Pelayanan sebagai Penguatan Identitas dan Profesionalisme Guru Sekolah Agape di Sumberejo: - Daniel de Queldjoe; Kheren Yuniarti; Gery Adam Datutasik; Ameylia Puan Kristania; Perwira Bintang; Sefanya Prischa Dyah Rahmadani; Sri Suwartiningsih
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v6i12026p52-61

Abstract

This community service research was motivated by the importance of strengthening the identity and professionalism of early childhood and kindergarten teachers at Agape Sumberejo School, especially amid limited facilities, teaching staff, and material rewards. This activity aims to strengthen the meaning of the call to service as a moral and motivational foundation in early childhood education practices. The method used is descriptive qualitative through field studies based on experiential learning, with participatory observation techniques, semi-structured interviews, and documentation of teachers, church administrators, and congregations. The analysis was conducted thematically with triangulation of sources and techniques. The results of the service showed that the internalization of the calling to serve was able to increase the commitment, professional resilience, and pedagogical consistency of teachers. The integration of professionalism and service values formed the identity of teachers who are ethical, relational, and oriented towards the continuous development of children's character.