Laode Ali Hanafi
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Drug Related Problems (DRPs) Obat Antidepresan Pada Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Silviatul Hadawiyah; Nikeherpianti Lolok; Laode Ali Hanafi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i6.246

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan masalah yang akan terjadi yang berkaitan dengan terapi obat yang sedang digunakan oleh penderita. Kejadian DRP merupakan penyebab kematian 4 dari 6 orang pasien dan biaya untuk kejadian DRP dua kali lebih besar dibandingkan terapi yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengedintifikasi kejadian dan angka kejadian DRP kategori interaksi obat overdose, underdose, ada obat tidak ada indikasi, ada indikasi tidak ada obat, reaksi obat yang tidak diharapkan pada pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini bersifat deskriktif dilaksanakan secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini semua data rekam medis pasien depresi rawat jalan sebanyak 45 pasien. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh atau sampling sensus, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Berdasarkan analisis pada 45 data rekam medis dengan diagnosis akhir mengalami depresi yang menjalani rawat jalan sejak periode Januari – Desember 2022 di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya DRP pada kategori interaksi obat sebanyak 15 pasien dengan presentase (100%) sedangkan pada overdose, underdose, ada obat tidak ada indikasi, ada indikasi tidak ada obat dan reaksi obat yang tidak diharapkan tidak didapatkan kasus DRP. Perlu adanya peran yang maksimal dari dari dokter dan farmasi di Rumah Sakit Jiwa untuk memonitoring dan mengevaluasi penggunaan obat pada pasien agar tidak terjadi DRPs. Untuk pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian secara prospektif agar dapat mengamati pengobatan yang diberikan kepada pasien yang tidak dapat diamati secara retrospektif.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Terapi Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lansia di RSUD Muna Barat Siti Wulandari; Laode Ali Hanafi; Bai Athur Ridwan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i1.593

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi terus meningkat dan sebagian besar dialami oleh lansia. Ketidakpatuhan dalam menjalani terapi pengobatan dapat memperburuk kondisi penderita dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan adalah tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit dan terapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi pengobatan pada lansia penderita DM tipe 2 di RSUD Muna Barat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan kepatuhan terapi pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (45,5%) dan kepatuhan tinggi (45,5%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,032 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,374 yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan terapi pengobatan. Semakin baik pengetahuan lansia tentang DM, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan lansia sehingga keberhasilan terapi dapat tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi pengobatan pada lansia penderita DM tipe 2 di RSUD Muna Barat. Upaya peningkatan edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pasien sehingga dapat mendukung keberhasilan terapi.