Nikeherpianti Lolok
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PKM Gerakan Masyarakat Cermat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di SMK Negeri 4 Kendari: PKM Smart Community Movement Using Drugs at SMK Negeri 4 Citra Dewi; Fatma Sari Siharis; Silviana Hasanuddin; Nikeherpianti Lolok; Muhammad Isrul
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pengabdian Masrakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.504 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v2i1.7

Abstract

Salah satu upaya pembangunan kesehatan pada setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencapai standar keselamatan pasien dengan penggunaan obat rasional. Kendala yang dihadapi untuk mencapai pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu karena kurangnya informasi penggunaan obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan baik itu kurangnya kepatuhan terhadap pengunaan obat yang diresepkan, ataupun banyaknya masyarakat yang menggunakan obat tanpa resep/pengobatan sendiri (swamedikasi). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat rasional sekaligus sosialisasi program pemerintah Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat di SMK Negeri 4 Kendari. Metode pengabdian dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan sekaligus lomba kuis tentang materi penyuluhan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman tentang penyuluhan yang disajikan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Negeri Kendari, sehingga tidak salah dalam penggunaan obat maupun untuk penyimpan obat-obatan. Pelaksanaan penyuluhan sebagai salah satu program pengabdian kepada masyarakat telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang baik serta sangat antusias mengikuti penyuluhan dari para peserta dengan memberikan pertanyaan tentang penggunaan obat yang rasional serta cara penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar.
Efektivitas Program P4GN Terhadap Pencegahan Penyalahgunaan Napza di SMP Negeri 10 Kota Kendari Nikeherpianti Lolok; wa Ode Yuliastri
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.098 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v1i1.8

Abstract

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Penyalahgunaan NAPZA sangat berbahaya dan merugikan generasi bangsa. Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu dilakukan dengan berfokus pada kegiatan pencegahan sebagai upaya menjadikan generasi muda sebagai penerus bangsa memiliki pola pikir, sikap, dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Penelitian ini diharapkan memiliki efektivitas penyuluhan program P4GN terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA terhadap siswa SMP Negeri 10 Kota Kendari. Kegiatan ini dilaksakan pada tahun 2018 terhadap 50 orang siswa SMP Negeri 10 Kota Kendari. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan leaflet anti narkoba sebagai instrument dan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi. Kegiatan ini didahului dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap NAPZA dan post test setelah penyuluhan guna mengukur tingkat keberhasilan kegiatan ini.
Analisis Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Periode Januari – Juni 2023 di Rumah Sakit X Desri Mawaddayanti; Nikeherpianti Lolok; Azlimin
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i4.212

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pasien DM dengan komplikasi, biasanya akan mendapatkan terapi polifarmasi. Polifarmasi adalah meresepkan obat melebihi obat yang diperlukan secara klinis atau penggunaan obat lebih dari lima jenis obat. Polifarmasi salah satu faktor penyebab terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian DRPs pada pasien rawat jalan dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan dilakukan secara retrospektif dengan data rekam medik pasien. Sampel penelitian ini sebanyak 70 sampel yang diambil secara purposive sampling. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa kasus DRPs pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 periode januari – juni di Rumah Sakit X yaitu terdapat kasus potensi interaksi obat. Hal ini dapat terjadi karena adanya penggunaan obat yang lebih dari satu sehingga meningkatkan terjadinya interaksi obat. Kesimpulan penelitian ini yaitu ditemukan kejadian DRPs pada kategori interaksi obat. Sementara untuk kategori indikasi yang tidak di obati, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis subterapeutik, gagal menerima obat, overdosis, reaksi obat yang merugikan dan penggunaan obat tanpa indikasi tidak ditemukan kejadian DRPs pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit X
Analisis Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas “X” Kota Kendari Periode Juli-Desember 2022 Miftahul Jannah; Himaniarwati; Nikeherpianti Lolok
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.221

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit menahun yang dalam penanganannya tidak lepas dari tindakan terapi obat, sehingga obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat klinis yang optimal. Dampak DRPs yang terjadi yaitu tidak mencapai hasil terapi yang dinginkan, menyebabkan bertambahnya masalah masalah baru pada pasien, seperti pemilihan obat tidak tepat menimbulkan interaksi obat, efek samping semakin banyak, dosis terlalu tinggi menyebabkan overdosis, pemberian dosis terlalu rendah menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang dingikan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menganalisis kategori kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien rawat inap Diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas “X” Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif yakni mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya dengan pengambilan data secara retrospektif yaitu dengan cara mengumpulkan data pada waktu yang lalu dari rekam medik pasien rawat jalan Diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta di Puskesmas “X” Kota Kendari periode bulan Juli hingga Desember 2022. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ditemukan bahwa ada Kejadian DRPs pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta di Puskesmas “X” Kota Kendari pada Kategori interaksi Obat. Sementara itu temuan lain menunjukan bahwa tidak ada keadian DRPs pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta di Puskesmas “X” Kota Kendari pada Kategori indikasi Tanpa Obat, kategori obat tanpa indikasi, dosis Obat terlalu tinggi, kategori obat dosis terlalu rendah dan kategori obat tidak efektif.
Analisis Drug Related Problems (DRPs) Obat Antidepresan Pada Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Silviatul Hadawiyah; Nikeherpianti Lolok; Laode Ali Hanafi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i6.246

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan masalah yang akan terjadi yang berkaitan dengan terapi obat yang sedang digunakan oleh penderita. Kejadian DRP merupakan penyebab kematian 4 dari 6 orang pasien dan biaya untuk kejadian DRP dua kali lebih besar dibandingkan terapi yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengedintifikasi kejadian dan angka kejadian DRP kategori interaksi obat overdose, underdose, ada obat tidak ada indikasi, ada indikasi tidak ada obat, reaksi obat yang tidak diharapkan pada pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini bersifat deskriktif dilaksanakan secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini semua data rekam medis pasien depresi rawat jalan sebanyak 45 pasien. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh atau sampling sensus, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Berdasarkan analisis pada 45 data rekam medis dengan diagnosis akhir mengalami depresi yang menjalani rawat jalan sejak periode Januari – Desember 2022 di Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya DRP pada kategori interaksi obat sebanyak 15 pasien dengan presentase (100%) sedangkan pada overdose, underdose, ada obat tidak ada indikasi, ada indikasi tidak ada obat dan reaksi obat yang tidak diharapkan tidak didapatkan kasus DRP. Perlu adanya peran yang maksimal dari dari dokter dan farmasi di Rumah Sakit Jiwa untuk memonitoring dan mengevaluasi penggunaan obat pada pasien agar tidak terjadi DRPs. Untuk pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian secara prospektif agar dapat mengamati pengobatan yang diberikan kepada pasien yang tidak dapat diamati secara retrospektif.
Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum (RSU) Aliyah I Kota Kendari Mutiara; Nikeherpianti Lolok; Yusuf Useng
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.352

Abstract

Interaksi obat merupakan kejadian interaksi yang dapat terjadi bila penggunaan bersamaan dua macam obat atau lebih.Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta presentase kejadian interaksi obat dispepsia pada pasien rawat inap di RSU Aliyah I kota kendari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif yaiu mengumpulkan data sekunder berupa rekam medik pasien dispepsia. Populasi pasien sebanyak 145 dan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 106 pasien. Analisis terajadinya interaksi obat dilakukan dengan menggunkan www.drugs.com, Lexicomp Drug Information Handbook edisi 21, dan www.medscape.com. Analisis interaksi obat dikategorikan ke dalam tingkat keparahan minor, moderat, dan major. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa potensi kejadian interaksi obat pada pasien dispepsia di RSU Aliyah I Kota Kendari, didapatkan 3 pasien interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 3 kasus (2, 8%), kemudian tidak ditemukannya kejadian interaksi tingkat keparahan moderate dan interaksi tingkat keparahan major pada pasien dispepsia rawat inap di RSU Aliyah 1 kota kendari. Potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien dispepsia dengan penyakit penyertanya dapat diliat dari interaksi yang terjadi penggunaan ranitidine dan paracetamol, kemudian penggunaan ranitidine dan ketorolac, serta kombinasi lansoprazole dan mecobalamin. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan pengembangan identifikasi potensi interaksi obat lebih spesifik dan perlu adanya monitoring dan evaluasi penggunaan obat pada pasien dispepsia untuk mencegah interaksi obat.