Yusuf Useng
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau Siti Rahmawati; Wa Ode Yuliastri; Yusuf Useng
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i3.259

Abstract

Hipertensi merupakan masalah utama kesehatan global yang menjadi penyebab kematian nomor satu pada jutaan orang setiap tahun yang ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh pada kepatuhan. Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan minum obat dan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional Study. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk analisis univariat dan analisis bivariat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 364 responden dengan jumlah sampel yaitu 78 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara memilih sampel berdasarkan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Berdasarkan hasil analisis data yang menggunakan uji statistik chi square maka didapat nilai Asymp.sig. (2 sided) 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan pengetahuan mengenai hipertensi dengan keberhasilan terapi pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Dan hubungan kepatuhan dengan konsumsi obat pada keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan RSUD Kota Baubau dengan menggunakan uji statistik chi square maka didapat nilai Asymp.sig. (2 sided) 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasienĀ  hipertensi dengan keberhasilan terapi pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Diharapkan agar lebih aktif dalam upaya promosi kesehatan dengan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat guna untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kepatuhan konsumsi obat guna mencapai keberhasilan terapi.
Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum (RSU) Aliyah I Kota Kendari Mutiara; Nikeherpianti Lolok; Yusuf Useng
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.352

Abstract

Interaksi obat merupakan kejadian interaksi yang dapat terjadi bila penggunaan bersamaan dua macam obat atau lebih.Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta presentase kejadian interaksi obat dispepsia pada pasien rawat inap di RSU Aliyah I kota kendari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif yaiu mengumpulkan data sekunder berupa rekam medik pasien dispepsia. Populasi pasien sebanyak 145 dan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 106 pasien. Analisis terajadinya interaksi obat dilakukan dengan menggunkan www.drugs.com, Lexicomp Drug Information Handbook edisi 21, dan www.medscape.com. Analisis interaksi obat dikategorikan ke dalam tingkat keparahan minor, moderat, dan major. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa potensi kejadian interaksi obat pada pasien dispepsia di RSU Aliyah I Kota Kendari, didapatkan 3 pasien interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 3 kasus (2, 8%), kemudian tidak ditemukannya kejadian interaksi tingkat keparahan moderate dan interaksi tingkat keparahan major pada pasien dispepsia rawat inap di RSU Aliyah 1 kota kendari. Potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien dispepsia dengan penyakit penyertanya dapat diliat dari interaksi yang terjadi penggunaan ranitidine dan paracetamol, kemudian penggunaan ranitidine dan ketorolac, serta kombinasi lansoprazole dan mecobalamin. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan pengembangan identifikasi potensi interaksi obat lebih spesifik dan perlu adanya monitoring dan evaluasi penggunaan obat pada pasien dispepsia untuk mencegah interaksi obat.