Himaniarwati
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Jamur Malassezia furfur Muhammad Isrul; Sulfianti Bahar; Himaniarwati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.266

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang mudah menyerang manusia, penyakit ini disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Dimana jamur Malassezia furfur dapat ditemukan pada kulit manusia dalam berbagai kondisi seperti ketombe, dermatitis, pityriasis versicolor, dermatitis sobborhea, dan folikulitis. Biji alpukat (Persea americana Mill) mengandung kelas metabolit sekunder, yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Kandungan kimia ini menghambat pertumbuhan mikroorganisme jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill) dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur. Pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antijamur dilakukan pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% terhadap mikroorganisme yang digunakan adalah jamur Malassezia furfur menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai % rendemen adalah 8,8%, skrining fitokimia ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill) positif untuk alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, dan steroid. Hasil uji aktivitas antijamur pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% terhadap jamur masing-masing adalah 4,2 mm (lemah), 5,6 mm (sedang). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak etanol biji alpukat memiliki aktivitas antijamur yang baik terhadap jamur Malassezia furfur. Konsentrasi optimal ekstrak etanol biji alpukat sebagai antijamur Malassezia furfur adalah konsentrasi 60% di mana zona hambatnya adalah 6,5 mm (sedang). Penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk antijamur yang berbeda dalam ekstrak etanol biji alpukat dan penelitian lebih lanjut harus dilakukan dengan parameter yang berbeda sehingga dapat menjadi referensi dalam pemanfaatan bahan alami.
Uji Aktivitas Antimikroba Fraksi Etanol dan n-Heksan Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Jamur Candida albicans Nur Isnawati; Muhammad Isrul; Himaniarwati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.350

Abstract

Gnetum gnemon L. dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, karena memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, saponin yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Ekstrak etanol daun melinjo memiliki aktivitas terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan jamur Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi etanol dan n-Heksan daun melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan jamur Candida albicans. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian hasil ekstraksi difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut etanol dan n-Heksan. Pengujian antimikroba dilakukan menggunakan metode paper disk, Amoxicillin dan Ketokonazole sebagai kontrol positif antimikroba. Analisis data dilakukan menggunakan Uji One Way Anova dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol daun melinjo terhadap bakteri Escherichia coli memiliki daya hambat pada konsentrasi 30% (10,2 mm), konsentrasi 40% (11,8 mm), konsentrasi 50% (13,1 mm), sedangkan pada fraksi n-Heksan tidak memiliki aktivitas antimikroba. Dan fraksi etanol daun melinjo terhadap jamur Candida albicans memiliki daya hambat pada konsentrasi 30% (8,5 mm), konsentrasi 40% (10 mm), konsentrasi 50% (11,3 mm), dan pada fraksi n-Heksan tidak memiliki aktivitas antimikroba. Pengujian menggunakan uji One Way Anova menunjukkan fraksi etanol daun melinjo (Gnetum gnemon L.) memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Eschrichia coli dan jamur Candida albicans dengan nilai signifikan p < 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari tiap konsentrasi dalam menghambat mikroba. Perlu dilakukan penelitian lanjutan penetapan kadar senyawa total dari fraksi daun melinjo (Gnetum gnemon L.).
Potensi Imunomodulator Ekstrak Daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) Terhadap Aktivitas Fagositosis Makrofag Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Wa Ode Yuliastri; Rauzatul Miza; Himaniarwati; Ratri Yuniar; Anggi Anzalna; Sitti Asriani; Mawar Fajri Suciati; Rizky Amalia Apriana Burhan
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.676

Abstract

Tumbuhan sidaguri (Sida rhombifolia L.) adalah salah satu tumbuhan liar yang sering digunakan sebagai obat tradisional pada masyarakat. Tumbuhan sidaguri (Sida rhombifolia L.) diketahui memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai imunomodulator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas imunomodulator ekstrak daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) terhadap fagositosis makrofag pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) diekstraksi dengan metode maserasi, dan di lakukan uji aktivitas imunomodulator dengan melihat nilai persentasi fagositosis makrofag. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,001). Hasil yang diperoleh dari ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yaitu rendemen ekstrak sebesar 14%. Kemudian hasil uji aktivitas imunomodulator ekstrak daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) terhadap fagositosis makrofag pada mencit jantan yaitu didapatkan hasil pada kelompok kontrol positif (stimuno) sebesar 90,66%, kontrol negatif (Na-CMC) sebesar 12,33% kemudian pada kelompok perlakuan dosis 100 mg/KgBB sebesar 75,66%, kelompok dosis 200mg/KgBB sebesar 77% dan pada kelompok dosis 300 mg/KgBB sebesar 82,33%. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) terbukti memiliki aktivitas imunomodulator dengan meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag secara signifikan (p=0,001), di mana aktivitas tertinggi ditunjukkan pada pemberian dosis 300 mg/KgBB. Senyawa fitokimia seperti flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sidaguri (Sida rhombifolia L.) diyakini memberikan konstribusi pada efek imunomodulator pada aktivitas fagositosis makrofag pada mencit jantan. Sehingga ekstrak etanol daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) diketahui memiliki potensi sebagai imunostimulan alami dalam meningkatkan sistem imun.