Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI TURNAROUND TIME PELAYANAN LABORATORIUM RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE Rahmi M Nur; Inang Suryani; Aria Selma Pratama
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.213

Abstract

Unit laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung layanan diagnostik rumah sakit karena ketepatan waktu dan akurasi hasil pemeriksaan secara langsung memengaruhi pengambilan keputusan klinis. Namun, Turnaround Time (TAT) yang masih tinggi menjadi tantangan pada layanan laboratorium, terutama akibat ketidakefisienan pada tahap di luar proses analitik. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada optimalisasi tahap analitik melalui otomatisasi, sementara kajian mengenai kontribusi proses pra-analitik dan pasca-analitik terhadap keseluruhan TAT masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses layanan laboratorium serta merumuskan strategi perbaikan berbasis Lean Healthcare guna mengoptimalkan TAT di Rumah Sakit X. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan metode Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (Value-Added/VA) dan tidak bernilai tambah (Non-Value-Added/NVA), yang kemudian dilanjutkan dengan analisis akar penyebab menggunakan metode 5-Why. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menunggu mendominasi proses layanan, yaitu mencapai 75% dari total waktu pada tahap pra-analitik dan 28% pada tahap pasca-analitik. Sumber utama pemborosan meliputi praktik batching, lamanya transportasi spesimen, pelaporan hasil yang masih dilakukan secara manual, serta belum optimalnya diferensiasi layanan pada bagian front office. Usulan perbaikan meliputi perancangan ulang tata letak laboratorium, integrasi sistem teknologi informasi, dan penerapan manajemen visual untuk meningkatkan efisiensi aliran proses serta menurunkan TAT laboratorium.
SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG PADA CV. COLUMBIA DENGAN BAHASA PEMOGRAMAN JAVA NETBEANS IDE 7.3.1 Jeprimansyah Jeprimansyah; Inang Suryani; Tommy Tommy
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Nusantara Hasana Journal, July 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i2.2337

Abstract

This study aims to design and develop a sales and purchasing information system for CV Columbia using the Java programming language and NetBeans IDE 7.3.1. The system is designed to facilitate the management of product data and sales and purchasing transactions, as well as the rapid and accurate generation of reports. The results indicate that the developed system helps improve the effectiveness and efficiency of data processing and reduces errors in transaction recording.
MELAMPAUI JUST-IN-TIME DAN JUST-IN-CASE: PENYEIMBANGAN DINAMIS ANTARA EFISIENSI DAN REDUNDANSI DALAM DISRUPSI RANTAI PASOK: STUDI KASUS TUNGGAL LONGITUDINAL BERORIENTASI ELABORASI TEORI PADA PT. X Inang Suryani; Miranda Miranda; Imelda Zeni Susanti
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Nusantara Hasana Journal, July 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i2.2338

Abstract

Supply chain disruptions have exposed the limits of treating efficiency and redundancy as mutually exclusive operating choices. This study examines how PT. X adjusted the balance between these two logics across periods of stability, disruption, response, and recovery during 2020–2024. A longitudinal theory-elaborating single-case design was applied to verified secondary case evidence. The analysis combined evidence classification, temporal bracketing, within-case process tracing, pattern matching, and rival-explanation assessment. The strongest disruption occurred in 2021: export realization reached only 1,200 tons against a 2,500-ton target, while DIO rose from a pre-spike average of about 45 to 75 days. The findings distinguish involuntary inventory accumulation from deliberate redundancy and show a gradual shift toward logistics coordination, tighter monitoring, DIO control, and digitalization. The study proposes a provisional Dynamic Efficiency–Redundancy Rebalancing Framework rather than a validated causal switching model.