Anik Purwati
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Teknik Active Birth dengan Metode Birth Ball terhadap Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin Anik Purwati; Maria Veronika Widiatrilupi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.3

Abstract

Masih banyak ditemukan permasalahan saat persalinan, diantaranya partus yang merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir diIndonesia. Untuk menangani persalinan lama, maka di Inggris sudah mulai diperkenalkan teknik persalinan aktif (active birth) dengan menggunakan Birth ball. Birth ball merupakan diantara metode active birth yang dapat digunakan selama kala I persalinan. Birth ball merupakan diantara metode active birth yang dapat digunakan selama kala I persalinan. Birth ball (bola persalinan) adalah bola terapi fisik yang membantu ibu inpartu kala I keposisi yang dapat membantu kemajuan persalinan. Sebuah bola terapi fisik dapat digunakan dengan berbagai posisi. Dengan duduk dibola dan bergoyang-goyang membuat rasa nyaman dan membuat kemajuan persalinan menggunakan gravitasi, sambil meningkatkan pelepasan endorphin karena elastisitas dan kelengkungan bola, merangsang reseptor dipanggul mensekresi endorphin. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Teknik Active Birth dengan metode Birth Ball Terhadap Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design Jenis penelitian ini adalah Quasy eksperimental dengan pendekatan Postest Only Design. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan lembar SPO dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Uji T-Test One sample statistic. Hasil : Berdasarkan uji statistik T Test one sample test di atas didapatkan data rerata kemajuan persalinan Kala I dengan penerapan Tehnik Active Birth dengan metode Birth Ball adalah 1,5 dan SD ± 0.74, sedangkan data hasil p value = ,000 < α = 0,05 Kesimpulan: Dari hasil uji statistik didapatkan hasil p value = ,000 < α = 0,05 maka dapat disimpulkan H1 diterima berarti Ada pengaruh Penerapan Teknik Active Birth dengan metode Birth Ball terhadap Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Ibu Postpartum Hari ke 3 sampai ke 5 di PMB Mia Saputri Kecamatan Turen Kabupaten Malang Nur Husniyyah Wulandari; Anik Purwati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11955

Abstract

Fase kritis pemulihan pascapersalinan  atau masa  (puerperium) merupakan fase kritis pemulihan pascapersalinan yang ditandai dengan perubahan fisik, hormonal, dan psikologis. Pada puerperium dini, perubahan tersebut dapat memicu kecemasan yang berpotensi menghambat pelepasan hormon oksitosin, mengganggu let-down reflex, serta menurunkan produksi ASI. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah pijat oksitosin, yang memiliki efek relaksasi sehingga diduga mampu menurunkan tingkat kecemasan ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pijat oksitosin terhadap tingkat kecemasan pada ibu nifas hari ke-3 sampai ke-5 di PMB Mia Saputri, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan baku kuesioner setelah dilakukan intervrensi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Paired Samples T-Test (α = 0,05) setelah memenuhi uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensiTingkat kecemasan sedang dialami oleh 53,3% responden, sementara 46,7% sisanya melaporkan tingkat kecemasan berat. dengan rerata skor 27,70. Setelah pemberian pijat oksitosin, 80,0% responden tidak mengalami kecemasan dan 20,0% mengalami kecemasan ringan dengan rerata skor menurun menjadi 12,67. Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan nilai p < 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan pemberian pijat oksitosin terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu nifas. Pijat oksitosin sangat disarankan  sebagai salahsatu teknik dari asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas.
Efektivitas Edukasi terhadap Kepatuhan Pemberian Suplemen Asam Folat untuk Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil Trimester I di Kecamatan Patani Utara Wirda Abdullah; Anik Purwati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. `1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/prosemnasikk.v3i`1.102

Abstract

Anemia among pregnant women remains a significant public health problem in Indonesia. Adherence to iron and folic acid supplementation is an important factor in the prevention and treatment of anemia during pregnancy, as it helps meet the nutritional needs of both the mother and the developing fetus. Educational interventions aimed at improving adherence to iron and folic acid supplementation are expected to reduce the prevalence of anemia among pregnant women. This study aimed to determine the effectiveness of educational interventions on adherence to folic acid and iron supplementation in preventing anemia among pregnant women in North Patani District. This study employed a quantitative research design using a pre-experimental approach. Data were analyzed using univariate analysis to describe the frequency distribution of each variable, while bivariate analysis was conducted using the Wilcoxon signed-rank test. The samples were selected using a purposive sampling technique and consisted of all pregnant women in North Patani District who met the inclusion criteria. The results showed that the proportion of respondents who adhered to folic acid supplementation increased from 33% before the intervention to 87% after the intervention. These findings indicate a significant difference in adherence before and after the educational intervention, demonstrating that health education effectively improved adherence to folic acid supplementation for preventing anemia among first-trimester pregnant women in North Patani District. It is recommended that healthcare providers strengthen educational programs and other supportive activities to improve pregnant women's adherence to folic acid supplementation as an important strategy for preventing anemia and promoting maternal and fetal health.