Roganda Situmorang
Universitas Bhakti Kencana Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hardiness Personality dengan Burnout Syndrome pada Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Raihany Sholihatul Mukaromah; Roganda Situmorang; Eltal Moria Nova
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.903

Abstract

Burnout syndrome adalah masalah serius yang sering terjadi pada perawat pelaksana dan dapat menurunkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan tenaga kesehatan. Kondisi ini dapat mengganggu kinerja, meningkatkan keinginan pindah profesi, bahkan berdampak pada keselamatan pasien. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam mencegah burnout syndrome adalah hardiness personality, yaitu kemampuan individu untuk tetap tangguh dan bertahan dalam situasi penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hardiness personality dengan burnout syndrome pada perawat pelaksana di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 174 orang. Sampel dalam penelitian ini 64 responden dengan teknik sampling proportional random sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner Occupational Hardiness Questionnaire dan Maslach Burnout Inventory (MBI) yang sudah baku. Analisis bivariat menggunakan Uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar (75%) responden menunjukkan tingkat hardiness personality yang tinggi, hampir seluruh (84,4%) responden menunjukan tingkat burnout syndrome yang sedang. Analisis variabel hardiness personality dengan burnout syndrome didapat p-value yaitu 0.004 atau sig < 0.05, maka Ha diterima sehingga ada hubungan hardiness personality dengan burnout syndrome. Hardiness personality terbukti memiliki hubungan signifikan dengan burnout syndrome pada perawat pelaksana. Temuan ini mengindikasikan bahwa hardiness personality dalam diri perawat berperan dalam menurunkan risiko burnout syndrome.
Implementation of Guided Imagery Pain Management in Post-Caesarean Section Patients in an Effort to Reduce Pain Levels in Bandung City Hospital Area Elisa Situmorang; Anri; Roganda Situmorang
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i2.7893

Abstract

The number of post-cesarean section patients worldwide increased by around 21% from 2021 to 2025, representing almost a third of all deliveries. This increase is projected to continue until 2026 to 2030, exceeding the ideal standard of around 10-15%. Caesarean section surgery has unpleasant side effects such as pain, and current treatment still focuses on pharmacological therapy and is starting to vary to non-pharmacological guided imagery therapy. This study aims to determine the effect of guided imagery pain management on post-cesarean section patients in efforts to reduce pain levels in the Bandung City Hospital area. The research method used a quasi-experimental approach with a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest only design. The sample was 90 post-cesarean section patients. The research instrument used standard operating procedures for guided imagery therapy and a numeric rating scale. The analysis included univariate analysis with frequency distribution calculations and bivariate analysis with the Wilcoxon signed-rank test. The results of the study proved that there was an effect (p-value 0.000) of guided imagery pain management in post-cesarean section patients on efforts to reduce pain levels and the average respondent experienced a 100% reduction in pain in all post-cesarean section patients. It is recommended that guided imagery therapy as a non-pharmacological therapy can be used to reduce pain in post-cesarean section patients.