Nurul Auliyah
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Konsep Kurang Tidur sebagai Pemicu Hipertensi dan Microsleep: Pendekatan Concept Analysis Gladys Maristela Rawung; Nurul Auliyah; Siti Aisah; Satriya Pranata; Mohammad Fatkhul Mubin; Aric Vranada
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.908

Abstract

Kurang tidur merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang berdampak signifikan terhadap fungsi kardiovaskular dan neurologis. Durasi tidur yang tidak adekuat (<7 jam/malam) terbukti meningkatkan risiko hipertensi dan microsleep, dua kondisi yang berimplikasi serius terhadap keselamatan dan kesejahteraan. Pemahaman konseptual yang komprehensif diperlukan untuk mengklarifikasi atribut, anteseden, serta konsekuensi kurang tidur dalam konteks praktik keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan concept analysis berdasarkan kerangka Walker dan Avant. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui tiga basis data utama—PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar—pada periode September hingga November 2024, dengan kombinasi kata kunci “sleep deprivation”, “short sleep duration”, “hypertension”, dan “microsleep”. Dari 287 artikel yang ditemukan (95 PubMed, 112 ScienceDirect, 80 Google Scholar), sebanyak 45 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses skrining bertahap (title/abstract, full-text), eliminasi duplikasi, dan penilaian kualitas menggunakan Newcastle–Ottawa Scale serta AMSTAR 2. Analisis mengidentifikasi empat atribut utama kurang tidur, yaitu durasi tidur inadekuat, ketidaksesuaian fisiologis, pola temporal akut atau kronis, dan akumulasi sleep debt. Anteseden utama mencakup faktor okupasional, perilaku, dan lingkungan. Kurang tidur berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi sebesar 20–32% melalui aktivasi simpatis dan disregulasi aksis HPA, serta meningkatkan frekuensi microsleep setelah 17–19 jam terjaga. Kurang tidur merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dengan implikasi klinis signifikan pada kesehatan kardiovaskular dan keselamatan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam deteksi dini, edukasi higiene tidur, dan pengembangan intervensi multi-level berbasis bukti untuk pencegahan dan pengelolaan risiko.
Sistem Pengingat Pemberian Insulin Berbasis Aplikasi dan Alarm Pintar untuk Meningkatkan Kepatuhan Terapi pada Pasien Diabetes Mellitus Estu Nugrahaning Widi; Nurul Auliyah; Agus Suseno; Wahyuni Wahyuni; Marcos De Oliveira Soares; Aric Vranada
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2214

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat prevalensinya di seluruh dunia. Salah satu hambatan utama dalam pengelolaan DM adalah rendahnya kepatuhan pasien terhadap jadwal pemberian insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengingat berbasis aplikasi ponsel pintar dan alarm pintar dalam meningkatkan kepatuhan terapi insulin pada pasien diabetes mellitus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, melibatkan 30 pasien diabetes mellitus yang menggunakan insulin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alarm pintar dan aplikasi pengingat secara signifikan meningkatkan kepatuhan pemberian insulin, tercermin dari peningkatan nilai time-in-range (TIR) dan penurunan kadar HbA1c secara konsisten pada mayoritas peserta. Tingkat kepatuhan terhadap jadwal yang direkomendasikan sistem mencapai angka yang tinggi tanpa adanya peningkatan kejadian hipoglikemia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital berupa aplikasi dan alarm pintar terbukti efektif sebagai alat bantu manajemen mandiri diabetes, dan berpotensi menjadi komponen penting dalam rencana perawatan holistik pasien diabetes mellitus.
Peningkatan Kualitas Tidur Sebagai Strategi Pencegahan Hipertensi: Tinjauan Sistematis Intervensi Non-Farmakologi Nurul Auliyah; Siti Aisah; Yunie Armiyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61213

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Kualitas tidur yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatik, peningkatan kadar kortisol, dan gangguan sistem renin-angiotensin-aldosteron. Tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas intervensi non-farmakologi dalam meningkatkan kualitas tidur sebagai strategi pencegahan hipertensi, dengan fokus pada aplikasi pengingat istirahat berbasis teknologi. Metode tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar periode Januari 2020–April 2025. Dari 427 artikel yang ditemukan, 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil lima intervensi efektif diidentifikasi, yaitu aplikasi pengingat istirahat, relaksasi otot progresif, latihan pernapasan dalam, terapi musik, dan pembatasan penggunaan layar sebelum tidur. Aplikasi pengingat istirahat memberikan hasil terbaik dengan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8–12 mmHg, peningkatan durasi tidur rata-rata 1,6 jam per malam, serta penurunan skor PSQI dari 8,4 menjadi 4,1 (p<0,001). Kesimpulan intervensi non-farmakologi, terutama aplikasi pengingat istirahat, efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur serta menurunkan risiko hipertensi. Perawat memiliki peran penting dalam mengintegrasikan intervensi ini ke dalam asuhan keperawatan holistik