Pencegahan risiko jatuh merupakan bagian penting dari keselamatan pasien dan menjadi salah satu indikator nasional mutu pelayanan rumah sakit. Namun, tingkat kepatuhan perawat dalam menerapkan pencegahan risiko jatuh masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pencegahan risiko jatuh pada pasien di ruang rawat inap RS Pekanbaru Medical Center. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap RS Pekanbaru Medical Center sebanyak 47 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test, karena asumsi uji chi-square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,2% perawat patuh dalam menerapkan pencegahan risiko jatuh. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (66%), motivasi sedang (87,2%), dan sikap baik (89,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pencegahan risiko jatuh (p = 0,001). Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi (p = 0,134) dan sikap (p = 0,052) dengan kepatuhan perawat.