Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KONTRIBUSI KARAKTERISTIK PERAWAT YANG MEMPENGARUHI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT KELAS C JAKARTA SELATAN Ezdha, Awaliyah Ulfah Ayudytha
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 2 No 1 (2018): Vol 2 No.1 (Juli 2018)
Publisher : PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.314 KB)

Abstract

Karakteristik perawat merupakan ciri perawat yang ada pada diri perawat. Ciri ini dapat mempengaruhi dalam proses belajar dan bekerja termasuk dalam menciptakan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Penelitian deskritif ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi yaitu seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit kelas C sebanyak 77 orang dan dengan sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik perawat berada pada usia produktif yaitu 20-35 tahun dan lama bekerja >5 tahun. Mayoritas perawat pada penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan dan berlatar belakang pendidikan D3 keperawatan serta  berjabatan sebagai perawat pelaksana. Sebagian besar perawat belum pernah mengikuti pelatihan mengenai keselamatan pasien di rumah sakit. Secara statistik usia, masa kerja dan jabatan perawat memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p<0.05), sedangkan  latarbelakang pendidikan dan pelatihan keselamatan pasien yang diikuti tidak memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p>0.05).Diharapkan dengan diketahui nya karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien, tim keselamatan pasien rumah sakit lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien. Karakteristik perawat merupakan ciri perawat yang ada pada diri perawat. Ciri ini dapat mempengaruhi dalam proses belajar dan bekerja termasuk dalam menciptakan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Penelitian deskritif ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi yaitu seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit kelas C sebanyak 77 orang dan dengan sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik perawat berada pada usia produktif yaitu 20-35 tahun dan lama bekerja >5 tahun. Mayoritas perawat pada penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan dan berlatar belakang pendidikan D3 keperawatan serta  berjabatan sebagai perawat pelaksana. Sebagian besar perawat belum pernah mengikuti pelatihan mengenai keselamatan pasien di rumah sakit. Secara statistik usia, masa kerja dan jabatan perawat memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p<0.05), sedangkan  latarbelakang pendidikan dan pelatihan keselamatan pasien yang diikuti tidak memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p>0.05).Diharapkan dengan diketahui nya karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien, tim keselamatan pasien rumah sakit lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien.
ANALISA HUBUNGAN BURNOUT DAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PEKANBARU MEDICAL CENTER Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Abdurrahman Hamid
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v3i2.163

Abstract

Hospital is health service providers that have different characteristics from other organizations Nurses are the spearhead of whether or not the health services provided to patients. This is due to the dominant number (50-60% of all employee), and is tasked with caring for and looking after patients 24 hours a day. Burnout is a prolonged response related to factors that cause stress that constantly occurs at work where the result is a combination of workers and work. Nurse fatigue occurs when nurses work more than 80% of their work time. The purpose of this study was to determine the relationship of burnout between nurses and workload in Pekanbaru Medical Center Hospital. The method of this study was descriptive correlation with cross sectional approach conducted on 35 respondents. The sampling technique uses total sampling. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using Chi-square test. The results showed a significant relationship between burnout and workload (p = 0.024). Based on these results, the researchers recommend that the management of the Pekanbaru Medical Center Hospital pay more attention to the nurse's workload by calculating the nurse's workload so that the nurse's burnout rate can be avoided because it can relantionship with the nurse's performance plays an important role in patient care
Pengaruh Diabetes Self Management Education (Dsme) Dengan Metode Audiovisual Terhadap Self Care Behavior Pasien Diabetes Melitus Ummu Habibah; Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Febrilla Harmaini; Dwi Elka Fitri
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.982 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i2.53

Abstract

Kejadian komplikasi pada pasien Diabetes Melitus (DM) terjadi akibat perilaku perawatan diri pasien DM yang tidak baik. Perilaku pasien dalam perawatan dirinya, berkaitan dengan bagaimana kualitas education yang diberikan saat di rumah sakit. Penanganan penyakit DM di rumah sakit menjadi tanggung jawab tim kesehatan. Namun setelah pasien dipulangkan, maka pasien dan keluarga harus bisa mengambil alih tanggung jawab tersebut dengan cara harus bisa melakukan perawatan secara mandiri (self care) sehingga pasien dan keluarga harus dibekali pengetahuan dan ketrampilan yang cukup untuk mencegah kemungkinan rawat ulang (rehospitalisasi) dengan kondisi yang lebih buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) dengan metode audiovisual terhadap Self Care Behavior pasien Diabetes Melitus di Poliklinik RS PMC Pekanbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini akan di laksanakan di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center dengan sampel penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Melitus yang berobat di Poliklinik yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah mean nilai self care behavior sebelum diberikan DSME adalah 36,73 dan untuk mean nilai self care behavior setelah diberikan DSME adalah 60,93. Hasil uji t dependent dimana p value = 0.000 lebih kecil daripada nilai alpha (p < 0,05). Hal ini berarti didapatkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan nilai self care behavior pada pasien diabetes mellitus dengan menggunakan media audiovisual sebelum dan setelah diberikan DSME. Hasil dari penelitian ini di harapkan selain peningkatan pamahaman pasien diabetes mellitus juga pihak RS dapat menerapkan metode audiovisual dalam memberikan promosi kesehatan sebagai salah satu tugas preventif dari rumah sakit sehingga hasil akhir kepuasan pasien dan mutu pelayanan dapat tercapai.
Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Kecemasan Lansia pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Abdurrahman Hamid; Arlina Waruwu
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2021): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v10i2.159

Abstract

ABSTRACT Corona Virus Disease (Covid-19) is an infectious disease that can be transmitted from someone positive for Covid-19 through splashing fluids from the mouth or nose when coughing and sneezing. This Covid-19 has caused anxiety among the people of the Pekanbaru Rejosari Public Health Center, especially the elderly who are very vulnerable to the transmission of this disease. Anxiety is an intense, excessive, and persistent worry and fear about everyday situations. Things can happen such as fast heartbeats, shortness of breath, sweating, and feeling tired. The basic assumption of this research is that elderly people who have good coping mechanisms against the spread of the covid-19 virus can reduce their anxiety about the transmission of the covid-19 virus disease. This study aims to see whether there is a relationship between coping mechanisms and the level of anxiety in the elderly in the working area of the Rejosari Public Health Center Pekanbaru. The number of respondents in this study was 45 respondents. Data analysis using SPSS. It was found that the elderly's coping mechanism was in the adaptive category with 36 (80.0%). While the level of anxiety in the elderly is in mild anxiety 29 respondents (64.4%) This research is a quantitative study using a descriptive correlation research design. This study uses a Cross-Sectional Study design. Based on the results of the chi-square test, the p-value of the coping mechanism = 0.035 is smaller than the alpha value (p < 0.050), which indicates a significant relationship between Coping Mechanisms and Anxiety Levels.
KONTRIBUSI KARAKTERISTIK PERAWAT YANG MEMPENGARUHI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT KELAS C JAKARTA SELATAN Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 2 No. 1 (2018): Vol 2 No.1 (Juli 2018)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v2i1.465

Abstract

Karakteristik perawat merupakan ciri perawat yang ada pada diri perawat. Ciri ini dapat mempengaruhi dalam proses belajar dan bekerja termasuk dalam menciptakan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Penelitian deskritif ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi yaitu seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit kelas C sebanyak 77 orang dan dengan sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik perawat berada pada usia produktif yaitu 20-35 tahun dan lama bekerja >5 tahun. Mayoritas perawat pada penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan dan berlatar belakang pendidikan D3 keperawatan serta berjabatan sebagai perawat pelaksana. Sebagian besar perawat belum pernah mengikuti pelatihan mengenai keselamatan pasien di rumah sakit. Secara statistik usia, masa kerja dan jabatan perawat memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p<0.05), sedangkan latarbelakang pendidikan dan pelatihan keselamatan pasien yang diikuti tidak memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p>0.05).Diharapkan dengan diketahui nya karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien, tim keselamatan pasien rumah sakit lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien. Karakteristik perawat merupakan ciri perawat yang ada pada diri perawat. Ciri ini dapat mempengaruhi dalam proses belajar dan bekerja termasuk dalam menciptakan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Penelitian deskritif ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi yaitu seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit kelas C sebanyak 77 orang dan dengan sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik perawat berada pada usia produktif yaitu 20-35 tahun dan lama bekerja >5 tahun. Mayoritas perawat pada penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan dan berlatar belakang pendidikan D3 keperawatan serta berjabatan sebagai perawat pelaksana. Sebagian besar perawat belum pernah mengikuti pelatihan mengenai keselamatan pasien di rumah sakit. Secara statistik usia, masa kerja dan jabatan perawat memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p<0.05), sedangkan latarbelakang pendidikan dan pelatihan keselamatan pasien yang diikuti tidak memiliki hubungan dengan persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien (p>0.05).Diharapkan dengan diketahui nya karakteristik perawat yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien, tim keselamatan pasien rumah sakit lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien.
ANALISA PERILAKU ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK SAKIT DI RUMAH SELAMA MASA PANDEMI DI PROVINSI RIAU dwi elka fitri; Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 No 2 Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v5i2.2224

Abstract

Caring for a sick child is one of the biggest challenges for parents, because they have to deal with the physical, medical and emotional needs of a child that often cannot be controlled when sick. Moreover, the incidence of sick children occurs during the COVID-19 pandemic. During this Covid-19 pandemic, parents are required to be able to take care of sick children at home. This is done to avoid the child being exposed to the virus if taken to the hospital. The purpose of this study was to determine the behavior analysis of parents in caring for sick children at home during the pandemic in Riau Province. The behavior of mothers in caring for sick children at home in this study was divided into 3 parts, namely knowledge, attitudes and actions. This study uses a descriptive statistical research design. The sample in this research is mothers who have children in Marpoyan Damai District, totaling 175 people. The results of this study are sufficient knowledge about caring for sick children at home, as many as 49.4% of mothers, positive attitudes in caring for sick children at home, which is 52.9% of mothers. And 67,2% mothers' actions in caring for sick children at home are not good. It is hoped that from the results of this study, parents (mothers) can provide good actions in caring for sick children during the pandemic. Health workers are also expected to be more aggressive in providing information that can increase knowledge, so that attitudes and actions are also getting better.
Analisis Faktor Faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Oleh Perawat di Ruang Rawat Inap RS PMC Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Ummu Habibah; Dwi Elka Fitri
Sistem Informasi Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v10i1.1475

Abstract

ABSTRACT The hospital as a provider of health services in the form of maintaining and improving health and aims to achieve optimal health status for the community. One indicator of the quality of nursing services is whether the nursing services provided are satisfying the patient or not. One of the roles performed by nurses is to carry out health education in discharge planning for patients in the inpatient room. Health education is very important to be carried out by a nurse. The purpose of this study was to analyze the factors related to the implementation of health education by nurses in the Inpatient at PMC Hospital. The research design used is a quantitative method with analytic cross-sectional study design. This research was conducted at Pekanbaru Medical Center Hospital with a sample of 35 nurses on duty at the hospital according to inclusion criteria. From the results of the study found factors related to the implementation of health education by nurses in the inpatient room of the PMC Hospital : Length of Work (p value 0.010), Training attended (p value = 0,000) and Level of Knowledge (p value = 0.002). This means that factors related to the implementation of health education by nurses must be maintained and considered by management to improve the implementation of health education by nurses so that the quality of service and satisfaction can be improved.
Efektifitas Kompres Ekstrak Jahe terhadap Nyeri Sendi Pada Pasien Gout Arthritis di Panti Sosial Tresna Werda Pekanbaru Riau Silvia Nora Anggraini; Awaliyah Ulfah Ayudytha
Sistem Informasi Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v10i1.1476

Abstract

Gout adalah penyakit akibat penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan. Gout ditandai dengan (peradangan sendi) yang akut. Sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskletal, yang menyebabkan nyeri sendi. Pengobatan farmakologis tindakan pemberian obat sebagai penurunan nyeri seperti pemberian obat anti inflamasi dan memiliki efek seperti mual, diare, perdarahan tukak, kerusakan pada ginjal, dan gangguan kardiovaskuler. Pengobatan nonfarmakologis adalah tindakan dalam batas keperawatan yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia Adapun Pengobatan nonfarmakologis seperti mengompres bagian sendi. Jahe adalah obat yang menjadi pilihan utama untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia dengan (Artritis Gout) karena selain tidak memiliki efek samping bagi kesehatan, obat ini juga mudah dikonsumsi, mudah terjangkau. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres ekstrak jahe terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia di panti sosial tresna werdha khusnul khotimah pekanbaru riau. Jenis penelitian ini adsalah kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental design. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling, sampel penelitian ini berjumlah 39 responden, intervensi diberikan dalam 1 kali intervensi selama 3 hari dengan 13 responden setiap harinya. Evaluasi dengan cara melihat penurunan nyeri sendi dengan menggunakan skala nyeri. Hasil uji Marginal Homogenelty didapatkan adanya efektifitas kompres ekstrak jahe terhadap penurunan nyeri sendi lanjut usia dengan rata-rata sebelum diberikan kompres ekstrak jahe adalah 6,83 dengan standar deviasi 1,298 & sesudah diberikan kompres ekstrak jahe adalah 4,11, standar deviasi 1,410, p value 0,000 secara statistik signifikan (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan perawat yang ada dirumah sakit maupun di komunitas dalam penurunan nyeri sendi pada lansia.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF ESTEEM ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA III PEKANBARU Awaliyah Ulfah Ayudytha; Widya Artika Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8 No 2 (2019): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.616 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v8i2.476

Abstract

ABSTRAK Usia dini disebut sebagai golden age atau usia emas, artinya apabila seorang anak mendapatkan pendidikan yang tepat, maka anak akan memiliki kesiapan belajar yang baik sebagai salah satu kunci utama keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam kehidupan setiap individu. Peran orang tua dapat tercermin dalam pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat untuk membentuk self esteem yang baik sehingga anak diharapkan mampu bersosialisasi dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki anak di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan self esteem anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina III Kota Pekanbaru. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat melalui uji Pearson Chi-Square dengan menggunakan tekhnik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan self esteem anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina III Kota Pekanbaru, dengan nilai p value=0.000 <0.05. Diharapkan orang tua dapat mengasuh anak secara positif sehingga anak-anak akan memiliki kepribadian yang lebih sabar, mandiri, dewasa dan dapat menghargai diri sendiri dengan baik. Kata Kunci : Pola asuh orang tua, self esteem, anak usia prasekolah THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENT’S CARE PATTERNS AND PRE SCHOOL AGE CHILDREN’S SELF ESTEEM ON TK NEGERI PEMBINA III PEKANBARU ABSTRACT A preschool age is a golden age, meaning that if a child gets the right education, the child will have good learning readiness as one of the main keys to successful learning. Family is the first an foremost environment in every individual’s life. The role of parents can be reflected in parenting. Proper parenting to form good self esteem so that children are expected to be able to socialize and develop all the potential that children have in society. The purpose of this research is to know the relationship between parent’s care patterns and preschool age children’s self esteem in the on TK Negeri Pembina III Pekanbaru. The design of this research is a descriptive clarity with a cross sectional approach. Analysis of what was used was a univariate analysis and bivariat using the pearson chi-square test using the purposive sampling technique. The results of the study are so Ho rejected and Ha is accepted that means there is relationship between parent’s care patterns and preschool age children’s self esteem on TK Negeri Pembina III Pekanbaru, with the value of p value= 0.000 <0.05. For all parents, is expected to be nurturing their children positively so the children will have the personality which is positive, more independent, mature and can they can appreciate theirselves properly. Keywords : Parents’ care patterns, self esteem, preschool children’s
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SCABIES DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI DI PONDOK PESANTREN Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Abdurrahman Hamid; Dwi Elka Fitri; Umiani Umiani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2235

Abstract

Scabies adalah suatu infestasi tungau sarcoptes scabiei yang menyebabkan beruntus-beruntus kecil kemerahan dan rasa gatal. Pendidikan kesehatan adalah upaya untuk menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan. Media audiovisual merupakan media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang scabies dengan audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap santri di Pondok Pesantren IslamicCentre Al-hidayah Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment design berupa rancangan pretest-posttest with one group design dengan 30 orang responden yang di ambil dengan teknik non probalility sampling dengan jenis purposive sampling.  Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T Test Dependent. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dimana p value pengetahuan = 0,00 dan p value sikap = 0,00 lebih kecil dari pada nilai alpha (p<0,05) didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan audiovisual. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang scabies dengan audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap santri di Pondok Pesantren Islamic Centre Al-hidayah Kampar. Saran untuk klinik dan pondok pesantren diharapkan dapat bekerjasama untuk aktif dalam pemberian pendidikan kesehatan kepada santri tentang scabies. Agar pengetahuan dan sikap santri meningkat menjadi lebih baik, supaya tidak terjadi penularan penyakit scabies. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Media Audiovisual, Pengetahuan, Sikap