Supriani Supriani
Universitas Harapan Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Masker Clay Kosmetik Pencerah Wajah Mengandung Alpha Arbutin dan Niacinamide dan Uji Stabilitas Muhamad Fauzi Ramadhan; Supriani Supriani; Khusnul Khotimah; Inggrid Marsalinda Gusmiarsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1163

Abstract

Clay mask merupakan salah satu sediaan kosmetik yang banyak digunakan karena kemampuannya dalam membersihkan kulit, mengangkat kotoran, dan menyerap minyak berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung bahan aktif niacinamide dan alpha arbutin sebagai agen pencerah kulit. Metode yang digunakan adalah formulasi tiga variasi clay mask (F1, F2, F3) dengan perbedaan kadar alpha arbutin (1%, 1,5%, dan 2%), kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta uji stabilitas (cycling) dan uji hedonik terhadap 20 responden dengan mengukur kesukaan tekstur, warna, aroma, kenyamanan dengan skala 1-4. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki sifat organoleptik yang baik, homogen, dan nilai pH yang baik. uji daya sebar untuk f1 dan f2 memenuhi standar f3 dengan nilai mendekati pembanding, uji daya lekat f3 memenuhi standar dan paling disukai panelis dalam uji hedonik Adalah f1.Uji cycling selama 6 siklus menunjukkan perubahan pH yang minimal (< 0,5), menandakan kestabilan formulasi terhadap suhu ekstrem. Perlunya dilakukan uji iritasi kulit dan uji viscositas untuk memastikan keamanan dan manfaat jangka panjang. Menyoroti bahwa kombinasi niacinamide dan alpha arbutin menunjukkan potensi sinergis yang kuat dalam menghambat pembentukan melanin dan memperbaiki tampilan kulit tanpa menimbulkan iritasi.
Promosi Literasi Antibiotik Sejak Dini melalui Media Infografis dan Komik pada Siswa Sekolah Dasar Ikhwan Yuda Kusuma; Supriani Supriani; Fiqih Nurkholis; Septi Nurkhasanah; Afriza Pujiati; Khaniva Khalilia Alazhar
Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juli-Desember 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/daipkm.v3i2.977

Abstract

Introduction: Irrational use of antibiotics remains a major global and national public health challenge, contributing to the accelerating problem of antimicrobial resistance. Low antibiotic literacy is a key determinant of inappropriate antibiotic use, and misconceptions often develop from an early age due to limited health education. Therefore, promotive and preventive educational strategies targeting children are essential to foster appropriate antibiotic use and long-term behavioral change. Objective: The purpose of this community service activity was to promote and improve antibiotic literacy among elementary school students through the use of infographic and comic-based educational media. Method: This community service activity was conducted using a qualitative descriptive approach with a participatory educational design based on Participatory Action Research. The intervention employed visual educational media in the form of infographics and an educational comic titled “Una and the Mission to Finish Antibiotics.” Data were collected through participatory observation, interactive discussions, and simple written interviews, and analyzed using thematic analysis. Result: The activity revealed three main response patterns among students: positive responses characterized by a clear understanding of antibiotic use and the importance of completing therapy, partial responses indicating basic understanding but conceptual confusion, and limited responses reflecting minimal comprehension. Most students demonstrated high engagement and increased awareness of appropriate antibiotic use. Conclusion: Infographic and comic-based education is an effective and child-appropriate strategy for promoting early antibiotic literacy. This approach supports preventive efforts in pharmaceutical and public health education and has strong potential to encourage rational antibiotic use when integrated into school-based learning.