Clay mask merupakan salah satu sediaan kosmetik yang banyak digunakan karena kemampuannya dalam membersihkan kulit, mengangkat kotoran, dan menyerap minyak berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung bahan aktif niacinamide dan alpha arbutin sebagai agen pencerah kulit. Metode yang digunakan adalah formulasi tiga variasi clay mask (F1, F2, F3) dengan perbedaan kadar alpha arbutin (1%, 1,5%, dan 2%), kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta uji stabilitas (cycling) dan uji hedonik terhadap 20 responden dengan mengukur kesukaan tekstur, warna, aroma, kenyamanan dengan skala 1-4. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki sifat organoleptik yang baik, homogen, dan nilai pH yang baik. uji daya sebar untuk f1 dan f2 memenuhi standar f3 dengan nilai mendekati pembanding, uji daya lekat f3 memenuhi standar dan paling disukai panelis dalam uji hedonik Adalah f1.Uji cycling selama 6 siklus menunjukkan perubahan pH yang minimal (< 0,5), menandakan kestabilan formulasi terhadap suhu ekstrem. Perlunya dilakukan uji iritasi kulit dan uji viscositas untuk memastikan keamanan dan manfaat jangka panjang. Menyoroti bahwa kombinasi niacinamide dan alpha arbutin menunjukkan potensi sinergis yang kuat dalam menghambat pembentukan melanin dan memperbaiki tampilan kulit tanpa menimbulkan iritasi.