Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review: Pengaruh Program Edukasi Gaya Hidup Sehat terhadap Tekanan Darah pada Masyarakat Berisiko Hipertensi Dwi Astri Andriani; Fitriatata Alvina; Salma Dewanty Pazlah; Romadhona Rusdi Ambar Sari; Tiara Angela; Oktaviana Ratih; Qurata Ayuni; Nurul Huda; Muhammad Sofhian Nur; Indri Amalia Hediningtyas; Deby Krisna Yuwanda; Ulfatul Muflihah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1311

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, stres, dan merokok menjadi faktor risiko utama. Edukasi gaya hidup sehat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan literatur review pada pengaruh edukasi gaya hidup sehat terhadap tekanan darah dan perilaku masyarakat berisiko hipertensi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan sistematis naratif melalui pencarian artikel di Google Scholar dan PubMed periode 2021–2025 menggunakan kata kunci “edukasi kesehatan hipertensi”, “healthy lifestyle”, dan “health education hypertension”. Didapatkan data sekitar 6.760 artikel dari Google Scholar dan 10.780  artikel dari PubMed dengan rentang waktu 2021-2025. Sebelas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Hasil telaah menunjukkan bahwa program edukasi berbasis komunitas dan penggunaan media seperti audiovisual serta booklet efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat masyarakat. Kombinasi edukasi dengan terapi komplementer juga terbukti membantu pengendalian tekanan darah. Keberhasilan program dipengaruhi oleh strategi penyampaian, keterlibatan masyarakat, dan keberlanjutan kegiatan. Kesimpulannya, edukasi gaya hidup sehat merupakan intervensi efektif dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi, terutama jika dikembangkan secara berkelanjutan melalui pendekatan komunitas dan teknologi digital.  
Deteksi Dini Kesehatan, Persiapan Komunikasi Bahasa Inggris dan Kemampuan Manasik Calon Jamaah Umroh di Samarinda: Early Health Detection, English Communication Preparation, and Manasik Skills of Prospective Umrah Pilgrims in Samarinda Nur Fithriyanti Imamah; Khusnul Khatimah; Fuad Fansuri; Dwi Astri Andriani; Romadhona Rusdi Ambar Sari; Nurul Huda
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12243

Abstract

Umrah is a series of rites performed in worship of the holy city of Mecca. Manasik preparation is the best preparation. Umrah is also a means of communicating with foreign citizens engaged in the same activities. The density of activities carried out quickly requires optimal health conditions for prospective Umrah pilgrims. Community service activities, carried out in the form of early detection of prospective pilgrims' health, have been conducted to identify the various possible diseases they may experience. Other activities were English communication training and a demonstration of Manasik. The activities were carried out by conducting health checks consisting of blood pressure, uric acid, blood sugar, and cholesterol. The activities were attended by the majority of female pilgrims, with an average age of 40 years, a systolic blood pressure of 121.5 mmHg, and a diastolic blood pressure of 85.75 mmHg. Additional results from blood component examinations showed that the highest abnormal blood sugar value was 457 mg/dL. Participants' English-speaking ability is expected to increase after receiving intensive training before departure. Participants' knowledge of Umrah rituals is limited because they were not exposed to how to perform them in the appropriate sequence beforehand. Community service activities are considered to build knowledge of health issues, manasik, and English communication skills during travel. Further detection during worship activities, more intensive practice in speaking English, and repetition of manasic material will help prospective Umrah pilgrims be better prepared overall.