Asep Hamjah Taupik
Universitas Islam Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif di SDIC Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Asep Hamjah Taupik; R Supyan Sauri
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22447

Abstract

Kompetensi pedagogik guru sangat penting bagi kualitas pembelajaran di sekolah dasar, namun masih terkendala rendahnya kemampuan merancang pembelajaran aktif, refleksi, dan budaya belajar berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru di SDIC Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya, meliputi perumusan, perencanaan, penyusunan program, implementasi, serta pemantauannya. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian 1) Identifikasi kompetensi pedagogik guru masih bersifat administratif. 2) Pengembangan SDM belum sepenuhnya berbasis kebutuhan. 3) Sistem informasi dan teknologi pembelajaran belum dimanfaatkan secara pedagogis. 4) Budaya kolaborasi dan refleksi telah tumbuh, tetapi belum terstruktur sebagai strategi pembelajaran organisasi. 5) Integrasi human, information, dan organizational capital belum optimal dan selaras dengan tujuan strategis sekolah. 6) Evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran belum sistematis berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dalam kerangka Balanced Scorecard di SDIC Bunda Tami telah berjalan, namun belum terintegrasi secara optimal, sehingga pengembangan kompetensi pedagogik guru masih bersifat parsial dan berada pada pemenuhan standar dasar. Oleh karena itu, direkomendasikan integrasi perspektif tersebut secara sistematis untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru yang adaptif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sekolah.
Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Kinerja pada Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif pada KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Asep Hamjah Taupik; Deding Ishak; Helmawati Helmawati; Wahyu Satya Gumelar
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22771

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan telah mengubah manajemen dan pengelolaan kinerja guru, dengan digitalisasi kinerja sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) digitalisasi kinerja guru sekolah dasar di KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan telah dilakukan melalui penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan SOP digital, tetapi masih berfokus pada pemenuhan administrasi; (2) pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian peran dan struktur kerja, namun koordinasi dan kejelasan tanggung jawab belum sepenuhnya terintegrasi; (3) pelaksanaan dilakukan melalui penggunaan aplikasi SIMPKB, e-Kinerja, dan Ruang GTK dengan dukungan kepala sekolah dan kolaborasi guru, meski kedisiplinan input data masih dipengaruhi beban kerja dan pemahaman teknis; serta (4) pengawasan dilakukan melalui monitoring, evaluasi, validasi, dan audit data digital, namun lebih menekankan kelengkapan data daripada peningkatan kinerja reflektif. Secara keseluruhan, digitalisasi telah berjalan, tetapi orientasinya masih administratif sehingga belum sepenuhnya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme guru. Implikasinya, digitalisasi kinerja guru perlu dikelola secara strategis dan kolaboratif, berbasis data untuk pengembangan profesional dan peningkatan kualitas kinerja, didukung SOP reflektif, pemerataan TIK, serta pelatihan berkelanjutan agar tidak sekadar bersifat administratif.