Deding Ishak
Universitas Islam Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Kinerja pada Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif pada KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Asep Hamjah Taupik; Deding Ishak; Helmawati Helmawati; Wahyu Satya Gumelar
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22771

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan telah mengubah manajemen dan pengelolaan kinerja guru, dengan digitalisasi kinerja sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) digitalisasi kinerja guru sekolah dasar di KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan telah dilakukan melalui penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan SOP digital, tetapi masih berfokus pada pemenuhan administrasi; (2) pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian peran dan struktur kerja, namun koordinasi dan kejelasan tanggung jawab belum sepenuhnya terintegrasi; (3) pelaksanaan dilakukan melalui penggunaan aplikasi SIMPKB, e-Kinerja, dan Ruang GTK dengan dukungan kepala sekolah dan kolaborasi guru, meski kedisiplinan input data masih dipengaruhi beban kerja dan pemahaman teknis; serta (4) pengawasan dilakukan melalui monitoring, evaluasi, validasi, dan audit data digital, namun lebih menekankan kelengkapan data daripada peningkatan kinerja reflektif. Secara keseluruhan, digitalisasi telah berjalan, tetapi orientasinya masih administratif sehingga belum sepenuhnya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme guru. Implikasinya, digitalisasi kinerja guru perlu dikelola secara strategis dan kolaboratif, berbasis data untuk pengembangan profesional dan peningkatan kualitas kinerja, didukung SOP reflektif, pemerataan TIK, serta pelatihan berkelanjutan agar tidak sekadar bersifat administratif.
Kepemimpinan Profetik dan Nilai Kebangsaan: Strategi Mitigasi Krisis Kolaborasi dan Resistensi Organisasional di Madrasah Ahmad Sukandar; Deding Ishak; Addin Mustofa Kamal; Resvitasari Resvitasari; Faridah Faridah
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2026): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v11i1.1834

Abstract

Madrasas, as Islamic educational institutions, face various internal challenges, particularly related to weak collaboration among members of the madrasa community, low participation in decision-making, and the emergence of resistance to leadership policies. These conditions are often influenced by leadership styles that do not fully integrate moral, spiritual, and national values ​​in a balanced manner. This study aims to position prophetic leadership based on prophetic values ​​as an ethical and practical framework for developing humanistic and transformative madrasa leadership. These values ​​are combined with national values, particularly religious moderation, in an effort to foster an inclusive, tolerant, and collaborative attitude in madrasa organizational management. This research uses a qualitative approach with a case study design, aiming to gain an in-depth understanding of the internal leadership dynamics in madrasas and efforts to mitigate the crisis of collaboration and organizational resistance. The results indicate that the crisis of collaboration and organizational resistance in madrasas can be minimized through the implementation of consistent, transparent, and participatory prophetic leadership, oriented toward the value of religious moderation. The integration of Islamic values ​​and nationalism has been proven to strengthen the trust of madrasa communities, improve internal communication, and build a harmonious work culture.