Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI SIKLUS PDCA DALAM PENYUSUNAN RKAS BERBASIS DATA UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN (STUDI KASUS DI SD NEGERI GEKBRONG 1 KABUPATEN CIANJUR ) Ruhana Afifi; Enjang Warman; Denden Sumarlin; Waska Warta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.24750

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang berbasis data dan terintegrasi dengan prinsip manajemen mutu. Dalam perspektif Total Quality Management (TQM), penyusunan RKAS seharusnya dilakukan secara sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PDCA dalam penyusunan RKAS berbasis data serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Gekbrong 1 Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, bendahara, dan komite sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PDCA dalam penyusunan RKAS telah berjalan cukup baik. Tahap perencanaan dilakukan berbasis data melalui pemanfaatan Rapor Pendidikan, hasil asesmen, dan evaluasi program. Tahap pelaksanaan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sesuai prioritas kebutuhan sekolah. Tahap evaluasi dilakukan secara berkala melalui monitoring, supervisi, dan rapat evaluasi. Tahap tindak lanjut diwujudkan melalui perbaikan program dan penyempurnaan RKAS. Implementasi PDCA memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran melalui peningkatan efektivitas program, kompetensi guru, budaya evaluasi, dan optimalisasi penggunaan anggaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan PDCA dalam RKAS mendukung terwujudnya peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Media Edukognitif Blocks (Studi Deskriptif Kualitatif pada TK Atraktif Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Endang Komara; Nandang Koswara; Helmawati Helmawati
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19443

Abstract

Observasi awal di TK Atraktif Bunda Tami, Kabupaten Tasikmalaya, menunjukkan adanya hambatan kognitif pada sebagian anak yang membutuhkan stimulus tambahan. Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada puzzle berpola tetap yang kurang menstimulasi imajinasi dan eksplorasi. Penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan merupakan strategi efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun melalui media Edukognitif Blocks, menggambarkan bentuk aktivitas pembelajaran, respon dan keterlibatan anak, serta tantangan yang dihadapi guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak dan 2 guru. Tahapan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Edukognitif Blocks efektif menstimulasi kemampuan memecahkan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolis anak. Aktivitas belajar yang dilakukan meliputi membangun, mengelompokkan, menghitung, bermain peran, dan berdiskusi. Anak menunjukkan antusiasme, keterlibatan aktif, kerja sama, eksplorasi kognitif, serta peningkatan sikap dan refleksi. Tantangan yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan anak, kurangnya fokus, keterbatasan media, pengaturan waktu, dan evaluasi perkembangan kognitif yang bersifat subjektif.
Implementasi Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif di SDIC Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Asep Hamjah Taupik; R Supyan Sauri
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22447

Abstract

Kompetensi pedagogik guru sangat penting bagi kualitas pembelajaran di sekolah dasar, namun masih terkendala rendahnya kemampuan merancang pembelajaran aktif, refleksi, dan budaya belajar berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru di SDIC Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya, meliputi perumusan, perencanaan, penyusunan program, implementasi, serta pemantauannya. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian 1) Identifikasi kompetensi pedagogik guru masih bersifat administratif. 2) Pengembangan SDM belum sepenuhnya berbasis kebutuhan. 3) Sistem informasi dan teknologi pembelajaran belum dimanfaatkan secara pedagogis. 4) Budaya kolaborasi dan refleksi telah tumbuh, tetapi belum terstruktur sebagai strategi pembelajaran organisasi. 5) Integrasi human, information, dan organizational capital belum optimal dan selaras dengan tujuan strategis sekolah. 6) Evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran belum sistematis berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dalam kerangka Balanced Scorecard di SDIC Bunda Tami telah berjalan, namun belum terintegrasi secara optimal, sehingga pengembangan kompetensi pedagogik guru masih bersifat parsial dan berada pada pemenuhan standar dasar. Oleh karena itu, direkomendasikan integrasi perspektif tersebut secara sistematis untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru yang adaptif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sekolah.
Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Kinerja pada Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif pada KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Asep Hamjah Taupik; Deding Ishak; Helmawati Helmawati; Wahyu Satya Gumelar
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22771

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan telah mengubah manajemen dan pengelolaan kinerja guru, dengan digitalisasi kinerja sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) digitalisasi kinerja guru sekolah dasar di KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan telah dilakukan melalui penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan SOP digital, tetapi masih berfokus pada pemenuhan administrasi; (2) pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian peran dan struktur kerja, namun koordinasi dan kejelasan tanggung jawab belum sepenuhnya terintegrasi; (3) pelaksanaan dilakukan melalui penggunaan aplikasi SIMPKB, e-Kinerja, dan Ruang GTK dengan dukungan kepala sekolah dan kolaborasi guru, meski kedisiplinan input data masih dipengaruhi beban kerja dan pemahaman teknis; serta (4) pengawasan dilakukan melalui monitoring, evaluasi, validasi, dan audit data digital, namun lebih menekankan kelengkapan data daripada peningkatan kinerja reflektif. Secara keseluruhan, digitalisasi telah berjalan, tetapi orientasinya masih administratif sehingga belum sepenuhnya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme guru. Implikasinya, digitalisasi kinerja guru perlu dikelola secara strategis dan kolaboratif, berbasis data untuk pengembangan profesional dan peningkatan kualitas kinerja, didukung SOP reflektif, pemerataan TIK, serta pelatihan berkelanjutan agar tidak sekadar bersifat administratif.