Penggunaan gadget secara berlebihan pada anak dapat menimbulkan dampak negatif terhadap regulasi emosi dan perilaku, yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi gangguan perilaku seperti Conduct Disorder Confined to the Family Context (F91.0). Kondisi ini sering disertai perilaku kekerasan dan koping yang tidak efektif sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tepat. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Social Skill Training (SST) pada anak dengan adiksi gadget dan F91.0 dalam upaya memperbaiki emosi dan perilaku. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki usia 10 tahun dengan diagnosis medis F91.0 dan diagnosis keperawatan perilaku kekerasan serta koping tidak efektif. Intervensi SST diberikan sebanyak 5 sesi dalam 8 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan modifikasi Smartphone Addiction Scale. Analisis data dalam studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tema utama, yaitu adiksi gadget, perilaku conduct disorder dalam keluarga, serta gejala psikotik. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemberian intervensi Social Skill Training (SST). Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor difficulties dari kategori abnormal menjadi ambang batas serta peningkatan skor strengths setelah pemberian intervensi SST. Kesimpulannya Social Skill Training efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial, menurunkan perilaku agresif, serta memperbaiki koping pada anak dengan adiksi gadget dan gangguan perilaku.