Rahmawati Rahmawati
Universitas Tamalatea Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Quality Sexuality Health Education Using the Strategy Method on Knowledge of the Dangers of Pre-Marital Sex in Adolescent Students Fani Fionita; Rahmawati Rahmawati; Rismanudin Rismanudin
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1014

Abstract

Adolescent sexual behavior in Indonesia shows an increasingly worrying trend, as evidenced by the rise in premarital sex, unwanted pregnancies, abortions, and early marriages. This phenomenon reflects the vulnerability of adolescents in facing biological, psychological, and social changes that are not balanced with adequate knowledge and attitudes. The influence of social environments, media exposure, and weak internalization of moral values also increase the risk of unhealthy sexual behavior. These conditions indicate that existing prevention efforts have not been able to comprehensively address the needs of adolescents. Therefore, this research is important to gain a deeper understanding of the factors that influence adolescent sexual behavior and to serve as a basis for formulating more effective, sustainable, and culturally appropriate educational and intervention strategies. This study aimed to determine the effect of health education using the stratagem method on students' knowledge of the dangers of premarital sex at SMPN 3 Bontomarannu. This was done by assessing their knowledge levels before and after the intervention. The results showed an increase in adolescents' understanding after the intervention, indicating that the stratagem method was effective in increasing their knowledge. This study applied a quantitative approach with an experimental design aimed at determining the causal relationship between variables through manipulation of independent variables. The study population included individuals who met the predetermined inclusion criteria and were relevant to the study objectives. There were 44 respondents in this study, divided into 22 respondents in the intervention group and 22 respondents in the control group. This study demonstrates that sexuality education using the staging method effectively improves students' understanding of the risks of premarital sex. Involving 44 respondents through simple random sampling, pre- and post-test results showed a significant increase in the intervention group compared to the control group.  The results of the study showed that before the intervention there was no difference in knowledge between the two groups, but after being given counseling on the stratagem method, the intervention group experienced a significant increase, while the control group did not show any significant changes.
Analisis Hambatan Cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Weda Kabupaten Halmahera Tengah: Analysis of Barriers to Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) Coverage Among the Community in the Working Area of Weda Community Health Center, Central Halmahera Regency Ramdhany Santoely; Diana Mirja Togubu; Rahmawati Rahmawati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1614

Abstract

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan strategi penting untuk mencegah perkembangan infeksi TB menjadi penyakit aktif pada kelompok berisiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan cakupan TPT di wilayah kerja Puskesmas Weda Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada Juni–Juli 2026. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas satu informan kunci, tiga informan utama penerima TPT, dan satu informan tambahan petugas kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan content analysis dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat hambatan yang saling berkaitan, yaitu pengetahuan masyarakat yang masih terbatas, stigma internal-sosial-keluarga, belum optimalnya intensitas dan jangkauan peran petugas, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Masyarakat masih menyamakan TPT dengan pengobatan TB aktif, sedangkan stigma muncul karena kekhawatiran dilabeli sebagai penderita TB. Petugas telah melaksanakan skrining, edukasi, pemberian terapi, pemantauan, dan kunjungan rumah, namun belum dirasakan konsisten oleh seluruh penerima. Obat dan ruang pelayanan dasar tersedia, tetapi ruang tunggu, pemeriksaan penunjang, lemari obat, media KIE, dan transportasi operasional masih terbatas. Peningkatan cakupan TPT memerlukan edukasi terintegrasi, pengurangan stigma, penjangkauan proaktif, pelibatan keluarga dan kader, serta penguatan dukungan pelayanan.
Analisis Kesenjangan Kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) Dalam Pelaksanaan Program Kesehatan Di Puskesmas Ampana Barat Kabupaten Tojo Una Una: Gap Analysis of the Primary Service Integration (ILP) Policy in the Implementation of Health Programs at the West Ampana Community Health Center (Puskesmas), Tojo Una-Una Regency Asriani Asriani; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu; Sitti Nurfaizah; Rahmawati Rahmawati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1630

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang bertujuan mengintegrasikan pelayanan berdasarkan siklus hidup. Dalam pelaksanaannya di Puskesmas Ampana Barat masih ditemukan kesenjangan antara kebijakan dan kondisi di lapangan, terutama terkait sumber daya, komunikasi dan koordinasi, serta dukungan sistem organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan implementasi kebijakan ILP dalam pelaksanaan program kesehatan berdasarkan aspek ketersediaan sumber daya, komunikasi dan koordinasi, disposisi, serta struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data yang digunakan bersifat induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan paling dominan terdapat pada ketersediaan sumber daya. Komunikasi dan koordinasi antarklaster cukup baik, tetapi sosialisasi kepada staf dan masyarakat belum merata serta integrasi sistem informasi belum optimal. Pada aspek disposisi, tidak ditemukan kesenjangan berarti karena pimpinan dan tenaga kesehatan mendukung dan berkomitmen terhadap penerapan ILP. Struktur birokrasi telah tersedia, namun masih terdapat kendala dalam pendokumentasian SOP dan integrasi aplikasi pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa implementasi ILP di Puskesmas Ampana Barat telah berjalan dan meningkatkan koordinasi serta kemudahan pelayanan, tetapi belum sepenuhnya sesuai kebijakan. Kesenjangan terutama disebabkan keterbatasan sumber daya, komunikasi dan sistem informasi yang belum optimal, serta kendala administratif. Disposisi pelaksana menjadi faktor pendukung dalam penerapan ILP.