Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Makanan Terhadap Plate Waste Pasien Rawat Inap Di RSUD Weda Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara Mardina Sulistiawati; Rahmawati Azis; Jalil Genisa
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1415

Abstract

Sisa makanan (plate waste) di rumah sakit merupakan indikator mutu pelayanan gizi yang berdampak pada status gizi pasien, efisiensi biaya operasional, dan keberlanjutan sumber daya rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penampilan makanan, peralatan makan, kebersihan penyajian, konsistensi rasa makanan, dan ketepatan waktu penyajian terhadap sisa makanan pasien rawat inap. Desain penelitian bersifat kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 98 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 4.488 pasien Ruang Interna dan Kebidanan, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan 46,9 persen responden memiliki sisa makanan kategori banyak (>20%), dan kelima variabel terbukti berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap plate waste. Konsistensi rasa makanan merupakan faktor paling dominan (OR=5,739), diikuti kebersihan penyajian (OR=4,163), penampilan makanan (OR=3,452), peralatan makan (OR=2,916), dan ketepatan waktu penyajian (OR=2,879). Kelima variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi plate waste sebesar 59,3 persen, dengan ketepatan klasifikasi model sebesar 77,6 persen. Perbaikan mutu makanan, khususnya aspek konsistensi rasa dan kebersihan penyajian, perlu diprioritaskan instalasi gizi guna menekan angka plate waste sesuai standar pelayanan minimal rumah sakit.
Analisis Strategi Promosi Kesehatan Dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer Di Puskesmas Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya Heronika Anthonia Marcus; Rahmawati Azis; Jalil Genisa
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1455

Abstract

Layanan kesehatan primer merupakan fondasi utama sistem kesehatan yang mampu memenuhi hingga 90 persen kebutuhan kesehatan masyarakat sepanjang siklus hidup, namun implementasinya di daerah kepulauan terpencil seperti Kabupaten Maluku Barat Daya masih menghadapi tantangan struktural pada 2023. Program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diluncurkan Kementerian Kesehatan sejak Agustus 2023 menuntut strategi promosi kesehatan berupa advokasi, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat, namun kesiapan pelaksanaannya di Puskesmas Tiakur belum terkaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi promosi kesehatan dalam implementasi ILP di Puskesmas Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Program ILP, petugas promosi kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat penerima layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan advokasi berjalan lancar melalui pertemuan rutin tiga hingga enam bulan sekali dengan pemangku kepentingan lintas sektor, bina suasana memanfaatkan jalur keagamaan dan tiga platform media sosial, sedangkan pemberdayaan masyarakat masih terbatas pada pembelajaran sambil bekerja tanpa pelatihan formal bagi kader. Hambatan utama meliputi rangkap tugas satu-satunya petugas promosi kesehatan, sistem informasi puskesmas yang belum terintegrasi, keterbatasan transportasi antarpulau, serta rendahnya kesadaran sebagian kelompok dewasa untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Strategi promosi kesehatan di Puskesmas Tiakur telah berjalan namun masih bertumpu pada modal sosial dan komitmen personal, belum sepenuhnya terlembaga secara sistematis, sehingga diperlukan penguatan sumber daya manusia, integrasi sistem informasi, dan dukungan sarana transportasi laut untuk keberlanjutan implementasi ILP di wilayah kepulauan terpencil.
Analisis Mutu Pelayanan Provider Kesehatan Terhadap Pasien BPJS Dan Non BPJS Di Puskesmas Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat: Analysis of Healthcare Service Quality for BPJS and Non-BPJS Patients at Waimital Community Health Center, West Seram Regency Sataria Soumena; Jalil Genisa; Siti Nurfaizah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1589

Abstract

Pendahuluan: mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh pasien tanpa membedakan status kepesertaan, baik pasien BPJS maupun non-BPJS. Perbedaan sistem pembiayaan sering kali menimbulkan persepsi adanya perbedaan mutu pelayanan yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu provider kesehatan terhadap jenis kepesertaan pasien BPJS dan non-BPJS di Puskesmas Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien BPJS dan non-BPJS yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Waimital. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur lima dimensi mutu pelayanan, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar   responden menilai mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital berada pada kategori baik. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mutu pelayanan yang diterima pasien BPJS dan non-BPJS berdasarkan seluruh dimensi mutu pelayanan (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan telah diberikan secara adil dan merata tanpa membedakan jenis kepesertaan pasien. Kesimpulan : penelitian ini adalah mutu pelayanan provider kesehatan di Puskesmas Waimital tergolong baik dan tidak dipengaruhi oleh status kepesertaan pasien BPJS maupun non-BPJS.
Hubungan Gaya Hidup Sedentari, Kebiasaan Jajan, dan Pola Makan dengan Status Gizi SMP Negeri 27 Makassar Jingga Zulkarnaim; Jalil Genisa; Akmal Novrian Syahruddin
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i3.3359

Abstract

Current nutritional problems among adolescents indicate a tendency toward the double burden of malnutrition, characterized by the simultaneous occurrence of undernutrition and overnutrition within the same population. This study aimed to determine the relationship between sedentary lifestyle, snacking habits, and dietary patterns and the nutritional status of students at SMP Negeri 27 Makassar. The study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 74 respondents selected using the Stratified Random Sampling technique, with data collected through questionnaires. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that sedentary lifestyle (p = 0.009), snacking habits (p = 0.010), and dietary patterns (p = 0.009) were significantly associated with nutritional status. These findings indicate that these three factors need to be considered in efforts to maintain students' nutritional status. Schools are expected to conduct regular monitoring of students' nutritional status, provide education on healthy snack choices and balanced nutritional patterns, and encourage increased physical activity while limiting sedentary behavior within the school environment.