Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BAHASA HUKUM TERHADAP KRITIKAN DAN HINAAN MENURUT UNDANG UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI PADA INSTAGRAM @aniesbaswedan Diski Adlani; Kamaruzzaman Bustamam Ahmad; Novi Heryanti; Rispalman
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-mudharabah.v6i2.9438

Abstract

This study analyzes the differences between criticism and insults in the comments section of the Instagram account @aniesbaswedan and their application under the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), specifically Articles 27(3) and 28(2). The background of this study is reviewed in light of the increase in hate speech and impolite language on social media, which often blurs the line between freedom of expression and violations of the law. The method used in this study is a descriptive, qualitative, normative juridical approach, using the technique of observing and recording netizens’ comments on several posts by the @aniesbaswedan account. Data analysis was carried out using the interactive model Miles and Huberm, which includes data collection, reduction, presentation, and conclusion. The results of the study show that many comments contain insulting elements, such as harsh language, sarcasm, and personal accusations. In contrast, rational arguments characterize legitimate criticism and do not attack individual honor. This study emphasizes the importance of digital language ethics and public legal awareness in the expression of opinions politely and responsibly.
Analisis maqasid al-syari‘ah terhadap standar nafkah berorientasi gaya hidup dan keharmonisan rumah tangga pasangan muda di Banda Aceh Naufal Yafiandi; alimuddin; Novi Heryanti
AS-SAKINAH Vol 4 No 2 (2026): Vol 4 No 2 2026
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari'ah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/jhki.v4i2.704

Abstract

Perubahan gaya hidup pasangan muda telah memperluas makna nafkah dari kebutuhan pokok menuju kebutuhan digital, perawatan diri, rekreasi, dan mobilitas. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah ketika standar kebutuhan melebihi kemampuan ekonomi dan memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis standar nafkah berorientasi gaya hidup pada pasangan muda di Banda Aceh berdasarkan maqasid al-syari‘ah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 10 pasangan muda melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar nafkah bersifat fleksibel dan dipengaruhi kebutuhan keluarga, kemampuan ekonomi, pengelolaan pendapatan, kontribusi ekonomi istri, serta gaya hidup. Enam pasangan berada dalam kondisi cukup, sedangkan empat pasangan memiliki pengeluaran melebihi pendapatan. Keharmonisan tidak hanya dipengaruhi kecukupan nafkah, tetapi juga komunikasi, kesepakatan, dan kemampuan menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi finansial. Dalam perspektif maqasid al-syari‘ah, kebutuhan gaya hidup menjadi maṣlaḥah apabila kebutuhan utama telah terpenuhi dan pengeluaran tetap proporsional, tetapi berubah menjadi maḍarat apabila menimbulkan defisit, utang, pemborosan, atau konflik.