Fotografi panggung musik merupakan media visual yang tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana ekspresi estetis untuk merepresentasikan atmosfer, emosi, dan karakter sebuah penampilan musik. Dalam fotografi digital, keberadaan noise atau grain sering dianggap sebagai gangguan teknis yang harus dihindari. Namun, dalam konteks music stage photography, digital grain memiliki potensi sebagai elemen visual yang mampu memperkuat karakter dan suasana fotografi panggung musik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efek digital grain terhadap estetika fotografi panggung musik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penciptaan karya fotografi. Proses penelitian dilakukan melalui pemotretan pertunjukan musik secara langsung dengan kondisi pencahayaan panggung yang minim dan kontras, kemudian dilanjutkan dengan proses pascaproduksi menggunakan Adobe Lightroom untuk menambahkan efek digital grain secara terkontrol. Karya yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif berdasarkan aspek visual, tekstur, dan atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan efek digital grain memberikan pengaruh positif terhadap estetika music stage photography. Digital grain mampu memperkaya tekstur visual, meningkatkan kesan mentah (raw), serta memperkuat intensitas emosional yang muncul dalam foto. Selain itu, digital grain juga mengurangi kesan steril pada citra digital dan menghadirkan nuansa autentik yang selaras dengan karakter musik, khususnya pada genre musik underground dan independen. Dengan demikian, digital grain dapat dimanfaatkan secara sadar sebagai elemen estetis dalam fotografi panggung musik, bukan sekadar sebagai kesalahan teknis, sehingga mampu mendukung penciptaan karya fotografi yang lebih ekspresif dan kontekstual.