Anis Raharjo
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edit Foto Prewedding Menggunakan AI Di Gungde Photo I Gede Nanda Kumara Jaya; I Made Saryana; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5267

Abstract

Teknik editing foto prewedding menggunakan kecerdasan buatan (AI) di Gungde Photo adalah ide dari projek independen penulis. Kelebihan menggunakan AI adalah untuk mempermudah editing foto seperti menambah objek dan menghapus objek di suatu foto. Generatif Fil, atau lebih dikenal dengan istilah generative fill dalam konteks teknologi dan seni, merujuk pada konsep pembuatan konten atau karya yang dihasilkan melalui algoritma atau model berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bersifat generatif. Pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah proses pengeditan digital. Penelitian ini membahas perangkat lunak yang menggunakan AI Generative Fill untuk mengedit foto dan gambar. Perangkat lunak tersebut meliputi Adobe Photoshop, Skylum Luminar, Corel PaintShop Pro, dan GIMP. Dengan menganalisis fitur dan kemampuan masing-masing perangkat lunak, penelitian ini memberikan wawasan tentang pemanfaatan AI dalam pengeditan digital dan untuk meningkatkan estetika visual foto prewedding.
Visualisasi Busana Macan Studio: Inspirasi Budaya Berpakaian Bali Dalam Fotografi Bali Kuno Jeremy Angus Fadjarai; Anis Raharjo; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5275

Abstract

Macan Studio merupakan sebuah studio kreatif di bidang fashion yang berfokus pada menghasilkan busana dengan desain unik, nyentrik, dan memiliki daya tarik visual yang kuat. Setiap karya mereka dirancang untuk mencuri perhatian melalui penggunaan warna, motif, potongan, dan siluet yang unik, nyentrik, dan absurd. Berawal di Pulau Bali, Macan Studio memadukan ide-ide kreatif yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari para pendirinya, Ican dan Manda, di pulau yang kaya budaya ini. Elemen seni tradisional Bali seperti pakaian adat, tarian, musik, dan upacara adat memberikan pengaruh besar terhadap karya-karya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya fotografi yang inovatif dan menarik dengan memadukan busana khas Macan Studio dengan gaya berpakaian tradisional Bali dan juga mengambil estetika fotografi Bali kuno. Mengambil elemen visual dari masa lampau, karya ini menghadirkan interpretasi modern yang menggambarkan suasana Bali tradisional dalam konteks kontemporer. Melalui pendekatan fotografi konseptual, karya ini diharapkan mampu membawa kita seolah menelusuri kembali sebuah suasana Bali di masa lampau, namun dengan sentuhan modern dari busana kontemporer.
Penciptaan Foto Sport Basket Dalam Teknik Fotografi Strobo I Gusti Ngurah Agung Agasthia Nanda; Anis Raharjo; I Komang Yorda Garmita
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5295

Abstract

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Dalam olahraga basket tidak sekedar hanya pertandingan, namun olahraga basket juga dapat menjadi pertunjukan seni yang diaplikasikan kesebuah foto, yaitu sport fotografi. Sport fotografi berbeda dengan fotografi lain yang bisa dikomposisikan dengan cermat saat mendidik. Fotografi Sport membuat banyak kesempatan untuk menangkap citra dramatis yang hidup dari sebuah momen olahraga yang akan dinikmati seumur hidup. Sport fotografi adalah fotografi yang bertujuan untuk menangkap momen-momen yang terjadi dalam suatu pertandingan olahraga. Sport fotografi dapat membantu mempromosikan merek, pemain, dan olahraga itu sendiri, foto- foto emosional seperti ekspresi menjadi bukti yang membuat sport fotografi menjadi bidang yang spesial. Bidang olahraga atau sport menjadi salah satu objek yang cukup menarik ketika di foto. Selain sport memiliki daya tarik tersendiri untuk menghasilkan karya yang menarik dibidang fotografi, sport juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para fotografer untuk memotret, dikarenakan dibidang sport memerlukan keterampilan atau skill tersendiri bagi para fotografer untuk mendapatkan hasil yang bagus. Fotografi olahraga dengan teknik fotografi strobo mengacu pada penggunaan lampu kilat (strobo) untuk membekukan gerakan cepat dan meningkatkan pencahayaan dalam foto olahraga. Teknik ini sangat berguna untuk menangkap aksi yang cepat dan dinamis seperti pemain yang melompat, berlari, atau melakukan gerakan lainnya dengan detail yang tajam meskipun dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal. Teknik fotografi strobo merupakan sebuah teknik pengambilan foto yang melibatkan penggunakan flash eksternal atau flash yang berasal dari bukan kamera aslinya.
Visualisasi Dark Triad Dalam Fotografi Ekspresi I Wayan Piki Hendrawan; Anis Raharjo; I Nengah Wira Kesuma
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.5921

Abstract

Dark Triad adalah konsep kepribadian yang mencakup tiga dimensi gelap: narsisme, machiavellianisme, dan psikopati. Ketiganya merepresentasikan sisi manipulatif, egosentris, dan kurang empati yang dapat divisualisasikan secara kuat melalui fotografi ekspresi. Penelitian ini bertujuan menerjemahkan karakteristik Dark Triad ke dalam bentuk visual dengan memanfaatkan ekspresi wajah, gestur, pencahayaan, dan komposisi sebagai bahasa narasi. Pendekatan kualitatif digunakan melalui proses perancangan konsep, pemilihan subjek, serta penerapan teknik fotografi untuk membangun suasana yang selaras dengan masing-masing dimensi kepribadian. Hasilnya menunjukkan bahwa fotografi ekspresi mampu menghadirkan representasi emosional dan estetis yang efektif dalam menggambarkan kepribadian kompleks seperti Dark Triad. Karya ini diharapkan memberi kontribusi pada pengembangan seni fotografi sebagai media interpretasi psikologis, sekaligus membuka peluang eksplorasi tema kepribadian dalam karya visual.
Pengaruh Efek Digital Grain Pada Music Stage Photography I Gusti Ngurah Agung Wisnu Diana Putra; Anis Raharjo; I Komang Yorda Garmita
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6664

Abstract

Fotografi panggung musik merupakan media visual yang tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana ekspresi estetis untuk merepresentasikan atmosfer, emosi, dan karakter sebuah penampilan musik. Dalam fotografi digital, keberadaan noise atau grain sering dianggap sebagai gangguan teknis yang harus dihindari. Namun, dalam konteks music stage photography, digital grain memiliki potensi sebagai elemen visual yang mampu memperkuat karakter dan suasana fotografi panggung musik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efek digital grain terhadap estetika fotografi panggung musik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penciptaan karya fotografi. Proses penelitian dilakukan melalui pemotretan pertunjukan musik secara langsung dengan kondisi pencahayaan panggung yang minim dan kontras, kemudian dilanjutkan dengan proses pascaproduksi menggunakan Adobe Lightroom untuk menambahkan efek digital grain secara terkontrol. Karya yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif berdasarkan aspek visual, tekstur, dan atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan efek digital grain memberikan pengaruh positif terhadap estetika music stage photography. Digital grain mampu memperkaya tekstur visual, meningkatkan kesan mentah (raw), serta memperkuat intensitas emosional yang muncul dalam foto. Selain itu, digital grain juga mengurangi kesan steril pada citra digital dan menghadirkan nuansa autentik yang selaras dengan karakter musik, khususnya pada genre musik underground dan independen. Dengan demikian, digital grain dapat dimanfaatkan secara sadar sebagai elemen estetis dalam fotografi panggung musik, bukan sekadar sebagai kesalahan teknis, sehingga mampu mendukung penciptaan karya fotografi yang lebih ekspresif dan kontekstual.