p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Widya Kesehatan
Ida Bagus Putra Suta
Departemen Kesehatan Ayurweda, Fakultas Kesehatan, Universitas Hindu Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Terapi Akupresur dalam Reduksi Nyeri Arthritis Gout: Studi Kualitatif di Kota Denpasar: The Effectiveness of Acupressure Therapy in Reducing Gout Arthritis Pain: A Qualitative Study in Denpasar City Ketut Budiani; Ida Bagus Putra Suta; Ida Bagus Wiryanatha
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/s9gb9v66

Abstract

Latar belakang: Arthritis gout menimbulkan nyeri debilitating yang memerlukan pendekatan terapi komplementer efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi akupresur dalam reduksi nyeri arthritis gout melalui integrasi konsep marma Ayurveda dan meridian Traditional Chinese Medicine. Metode: Desain kualitatif deskriptif dengan purposive sampling melibatkan observasi dan wawancara pada 4 orang praktisi akupresur dan 12 pasien. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terapi akupresur efektif menurunkan nyeri melalui pemberian tekanan pada titik-titik meridian yang menyeimbangkan energi Qi dan tri dosha. Titik akupresur utama yang digunakan: LI.4 Hegu (Kshipra), KI.1 Yongquan (Talahridaya), KI.3 Taixi (Kurcashira), EXLE.10 Bafeng (Kshipra), LR.3 Taichong (Kurca), dan ST.41 Jiexi (Gulpha). Kesimpulan: Selain reduksi nyeri signifikan, pasien mengalami peningkatan kualitas tidur, relaksasi, dan pengurangan kesemutan. Integrasi pendekatan Ayurveda-TCM dalam akupresur menunjukkan potensi sebagai terapi komplementer arthritis gout yang efektif.
Efektivitas Terapi Yoga Asana dalam Mengurangi Nyeri Punggung Bawah pada Lansia: The Effectiveness of Yoga Asana Therapy in Reducing Lower Back Pain in the Elderly I Gusti Ngurah Agung Arkya Bawa; Sang Ayu Made Yuliari; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yf7sz344

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung bawah (lower back pain/LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. LBP disebabkan oleh ketidakseimbangan vata dosha yang mengakibatkan kekakuan otot dan nyeri. Terapi yoga asana menawarkan pendekatan holistik untuk mengatasi kondisi ini melalui keseimbangan energi vital tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas yoga asana dalam mengurangi LBP pada lansia, mengidentifikasi protokol asana yang tepat, dan mengevaluasi implikasi terapeutik pada populasi lanjut usia. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Pasraman Yoga Markandeya menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi dan tiga belas responden berusia 50-69 tahun. Analisis data menggunakan pendekatan Ayurveda dengan teori kesehatan dan fungsionalisme struktural. Hasil: Terapi yoga asana terbukti efektif mengurangi LBP melalui peningkatan fleksibilitas tubuh dan keseimbangan vata dosha. Protokol terapi meliputi enam asana utama: padmasana, pascimotanasana, bhujangasana, uttkatasana, trikonasana, dan parvakonasana. Prosedur terapi diawali dengan nadi shodhana pranayama, pemanasan, latihan asana, dan diakhiri savasana. Kesimpulan: Yoga asana memberikan manfaat signifikan dalam mengatasi LBP pada lansia melalui penguatan otot, peningkatan fleksibilitas sendi, perbaikan sirkulasi kardiovaskular, peningkatan imunitas, dan reduksi stres. Terapi ini menawarkan alternatif pengobatan non-farmakologis yang aman dan efektif untuk manajemen LBP pada populasi lansia.
Air panas di pemandian penatahan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi penyakit kulit: Hot water in traditional baths as a traditional treatment for skin diseases I Gede Mas Agung Darma Saba; Sang Ayu Made Yuliari; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/mqx9vv52

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit seperti tinea, kulit kusut, eksem, panu, dan jerawat merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Pemandian air panas di Penatahan yang bersumber dari mata air Kelobian di area Pura Yeh Panas telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional. Air panas ini mengandung sulfur dan mineral yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Pendekatan Usada Yeh sebagai kearifan lokal Bali perlu dieksplorasi untuk mendukung pengembangan pengobatan alternatif berbasis tradisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat pemandian air panas Penatahan dalam menyembuhkan penyakit kulit menggunakan pendekatan Usada Yeh yang didukung fenomenologi serta menganalisis prosedur pengobatan tradisional tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap 20 responden penderita penyakit kulit melalui sampling purposif. Teori fungsional struktural digunakan untuk menganalisis prosedur pemandian air panas. Hasil: Pemandian air panas dapat meredakan penyakit kulit seperti kurap, panu, dan jerawat dengan prosedur membawa sesajen sebelum merendam area kulit yang sakit untuk mempercepat penyembuhan. Kesimpulan: Pemandian air panas Penatahan efektif sebagai pengobatan tradisional penyakit kulit dengan memanfaatkan kandungan sulfur dan mineral. Pendekatan Usada Yeh dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kearifan lokal dan memberikan manfaat restoratif dalam perawatan kesehatan kulit masyarakat.
Respon masyarakat terhadap minuman fermentasi Kombucha untuk kesehatan di Kota Denpasar: Public response to Kombucha fermented drinks for health in Denpasar City I Putu Ananda Khociana; AA Putu Agung Mediastari; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/m5fmqc13

Abstract

Latar Belakang: Kondisi tubuh yang sehat merupakan kunci manusia hidup berumur panjang. Diantara kunci menjaga kesehatan adalah daya imunitas tubuh yang kuat. Berkurangnya kekebalan tubuh atau imunitas tubuh menyebabkan munculnya berbagai penyakit, kombucha sebagai salah satu minuman kesehatan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh yang dimana kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh dan kultur mikroba SCOBY. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji respon masyarakat, tata cara pemanfaatan, dan implikasi kesehatan dari konsumsi kombucha di Kota Denpasar. Metode: Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Ayurweda Dravya Guna. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap narasumber yang dipilih secara purposive sampling. Hasil: Respon positif dari masyarakat yang mengenal kombucha sebagai minuman teh fermentasi yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti peningkatan stamina dan energi, membantu memperbaiki kesehatan pencernaan karena kandungan probiotik yang terdapat pada kombucha. Tata cara pemanfaatan meliputi proses pembuatan terstruktur dengan fermentasi 7-10 hari dan konsumsi rutin 1-2 kali sehari dengan takaran 100-240 ml. Implikasi kesehatan yang dilaporkan mencakup peningkatan sistem imun, perbaikan fungsi pencernaan, peningkatan metabolisme, efek detoksifikasi, serta peningkatan stamina dan energi. Responden melaporkan perbaikan signifikan pada gangguan pencernaan, kualitas tidur, dan kebugaran umum setelah konsumsi rutin. Kesimpulan:  kombucha berpotensi sebagai minuman fungsional yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Denpasar, namun diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai dosis konsumsi yang tepat.