Ayu Dewi Setyawati
Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fase Gerakan Smash Forehand Dan Regulasi Emosi Pada Atlet Bulutangkis Prapora Bener Meriah Riska Amanda; Ayu Dewi Setyawati; Didi Yudha Pranata
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 3 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i3.6609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fase gerakan smash forehand dan regulasi emosi pada atlet bulutangkis Pra PORA Kabupaten Bener Meriah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 14 atlet bulutangkis Pra PORA Kabupaten Bener Meriah yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi untuk menilai fase gerakan smash forehand berdasarkan aspek persiapan, pelaksanaan, dan gerakan lanjutan (follow through), sedangkan regulasi emosi diukur menggunakan kuesioner Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang dikembangkan oleh Gross (2002). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor, persentase, dan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase gerakan smash forehand memperoleh total skor 149 dengan rata-rata 10,64 yang berada pada kategori Baik. Sebanyak 43% atlet berada pada kategori Baik, 28,5% kategori Baik Sekali, dan 28,5% kategori Cukup. Sementara itu, regulasi emosi memperoleh total skor 331 dengan rata-rata 23,64 atau persentase 59,11% yang berada pada kategori Sedang. Sebanyak 43% atlet memiliki regulasi emosi kategori Kuat, 50% kategori Sedang, dan 7% kategori Lemah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa atlet bulutangkis Pra PORA Kabupaten Bener Meriah telah memiliki penguasaan teknik smash forehand yang baik, namun kemampuan regulasi emosi masih berada pada tingkat sedang sehingga diperlukan pembinaan psikologis yang terintegrasi dengan latihan teknik untuk meningkatkan performa atlet secara optimal.
Analisis Mental Toughness Dan Keterampilan Service (Backhand Dan Forehand) Atlet Bulu Tangkis Pra Pora Aceh Tengah Ayu Dewi Setyawati; Nugraha Pratama; Zikrur Rahmat
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 3 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i3.6608

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis mental toughness serta keterampilan service forehand dan service backhand pada atlet bulu tangkis Pra PORA Kabupaten Aceh Tengah. Keberhasilan dalam olahraga tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik dan keterampilan teknik yang dikuasai, tetapi juga ditentukan oleh elemen psikologis yang sangat berperan dalam menjaga konsistensi performa atlet selama pertandingan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Jumlah populasi penelitian terdiri dari 14 atlet bulu tangkis Pra PORA Aceh Tengah, dengan teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Mental Toughness Questionnaire (MTQ) yang dirancang oleh Gucciardi, Gordon, dan Dimmock. Sedangkan keterampilan service forehand dan service backhand diukur menggunakan lembar observasi berdasarkan aspek fase persiapan, pelaksanaan, dan gerakan lanjutan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif berupa skor, rata-rata, persentase, dan kategori. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan service forehand mendapatkan nilai rata-rata 8,4 dan tergolong baik, sedangkan kemampuan service backhand memperoleh nilai rata-rata 11 dengan kategori baik. Sementara itu, ketahanan mental mendapatkan rata-rata persentase mencapai 85% dan berada dalam kategori sangat baik. Kondisi tersebut menjadi modal yang positif dalam menghadapi kompetisi, namun peningkatan kualitas teknik servis tetap diperlukan agar selaras dengan kesiapan mental sehingga performa atlet dapat berkembang secara optimal