Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kesempatan individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Bagi penyandang disabilitas, pendidikan vokasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan keterampilan yang mendukung kemandirian. Rendahnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja menunjukkan bahwa lulusan SLB masih menghadapi hambatan dalam proses transisi menuju kehidupan ekonomi mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi sosial pendidikan vokasi dalam membentuk keterampilan ekonomi mandiri siswa di SLBN Purbalingga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi pustaka. Informan penelitian ditentukan melalui purposive sampling yang melibatkan guru vokasi, guru kehumasan, siswa, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di SLBN Purbalingga terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang melibatkan sekolah, keluarga, siswa, serta mitra dunia usaha dan dunia industri. Program vokasi tidak hanya mengembangkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan identitas kerja siswa. Penguatan kemandirian ekonomi dilakukan melalui pembelajaran berbasis produk bernilai jual, pengalaman memperoleh pendapatan, pelaksanaan PKL, serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, pendidikan vokasi di SLBN Purbalingga berfungsi sebagai proses konstruksi sosial yang mendukung terbentuknya kompetensi kerja sekaligus kemandirian ekonomi siswa penyandang disabilitas.