Nihaayah Azharoh
Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOREKSI POSTUR DAN PENINGKATAN FUNGSI MELALUI PROGRAM FISIOTERAPI BERBASIS LATIHAN SCHROTH DAN MODALITAS TERAPI PADA PASIEN SKOLIOSIS THORAKOLUMBAL TIPE C Ken Siwi; Nura Maulida Isna; Nihaayah Azharoh
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33466

Abstract

Latar Belakang: Skoliosis thorakolumbal merupakan kelainan postural tiga dimensi yang ditandai dengan deviasi lateral dan rotasi vertebra. Asimetri beban mekanik memicu kelelahan otot paraspinal, nyeri punggung kronis, serta penurunan kualitas hidup. Pendekatan konservatif terintegrasi yang memadukan terapi fisis dan metode latihan spesifik berpotensi memberikan hasil klinis yang optimal. Tujuan: Menganalisis efektivitas kombinasi modalitas fisis (Infrared dan TENS), latihan spesifik metode Schroth, serta Home Exercise Program (HEP) terhadap penurunan intensitas nyeri, derajat rotasi trunk, dan kapasitas fungsional pada pasien skoliosis thorakolumbal tipe C. Metode: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus tunggal (single-case study) pada seorang wanita berusia 23 tahun dengan skoliosis thorakolumbal di Klinik Fisioterapi Surabaya. Intervensi diberikan sebanyak 8 sesi selama 4 minggu (2 kali seminggu). Protokol terapi terdiri dari Infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan spesifik metode Schroth (koreksi tiga dimensi, rotational angular breathing, dan penguatan isometrik terarah), serta program latihan mandiri di rumah (HEP). Evaluasi parameter dilakukan pada pra (T0) dan pasca-intervensi (T8) menggunakan Visual Analog Scale (VAS), Scoliometer, dan kuesioner Scoliosis Research Society-22 (SRS-22). Hasil: Setelah 8 sesi terapi, ditemukan penurunan tingkat nyeri VAS sebesar 66,7% (dari 6,0 cm menjadi 2,0 cm), penurunan derajat rotasi trunk pada scoliometer dari 7° menjadi 4°, serta peningkatan skor fungsional SRS-22 sebesar 46,0% (dari 63 menjadi 92 poin). Kesimpulan: Kombinasi Infrared, TENS, latihan metode Schroth, dan program latihan mandiri terbukti efektif dalam meredakan nyeri, mengoreksi deformitas rotasional trunk, dan meningkatkan kapasitas fungsional pada pasien skoliosis thorakolumbal. Kata kunci :  Skoliosis Thorakolumbal, Infrared, TENS, Schroth Exercise, Home Program