Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Management of Organic and Non-Organic Waste in Tunjungmuli Village, Karangmoncol District Adelia Putri Maharani Mursidah; Putri Olivia Nurman; Rizki Widodo; Selfianatun Nisa; Riko Abim Saputro; Rifky Alifudin; Dika Abdan Wibowo; Edo Aji Saputro; Ayu Sitanini
Dimas Canthing : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Dimas Canthing
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jpm.v3i1.2205

Abstract

This study discusses the management of organic and non-organic waste in Tunjungmuli Village, Karangmoncol District, Purbalingga Regency. The community service program implemented included socialization, guidance, training on the use of plastic waste to make handicraft products, and the processing of organic waste into compost. The results of the activities showed an increase in the awareness and understanding of the community and students regarding the importance of proper and sustainable waste management by applying the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) principle. Organic waste was successfully processed into compost that is useful for agriculture, while inorganic waste was utilized into products with economic value such as recycled bags and wallets. This program also instilled environmental awareness in the younger generation. In conclusion, waste management in Tunjungmuli Village has succeeded in improving the community's skills and creativity in managing waste effectively and independently, and has the potential to become a model for community-based waste management that can be applied in other areas.   [1][2][3] Desa, D., & Bondowoso, P. (2021). Edukasi Pengelolaan Dan Pemilahan Sampah Organik Dan Anorganik. 1(1), 61–69. [4] Sekarningrum B, Sugandi Y, Yunita DKumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Sosialisasi dan Edukasi Kangpisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah) (2020) 3(1) 73 [6] Widiyono A, Fitriyana S, Nihaya KJournal Of Human And Education (JAHE)(2022)2(2) 8-12 [5] Jurnal A, Lova Sari G, Kajian Potensi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair (2017) 3(1) 6-13 [7] Diana S, Amalia Z, Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomis A(2017) 2548 4117
Pengaruh Komitmen Kerja, Pelatihan Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga Dika Abdan Wibowo; Dyah Supriatin
Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 6 No. 3 (2026): Economics, Business, Management, & Accounting Journal (Ebisma)
Publisher : Haka Vyza Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61083/ebisma.v6i3.311

Abstract

Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komitmen kerja, pelatihan kerja, dan beban kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pelatihan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Sebaliknya, beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja secara berlebihan dapat menurunkan kinerja. Secara simultan, komitmen kerja, pelatihan kerja, dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan komitmen organisasi, penyelenggaraan pelatihan yang berkelanjutan, serta pengelolaan beban kerja yang proporsional perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan publik.