Fajar Aditiya Nugraha
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis: Discourse of Married Life in the Film Pasutri Gaje Hayiz Historia Adhi Pratama; Achmad Kanzulfikar; Fajar Aditiya Nugraha
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 13 No 4 (2025): Jurnal Spektrum Komunikasi : December 2025
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v13i4.1087

Abstract

Marriage-themed films are a genre that not only depict harmonious and romantic married life but also reflect power relations and socio-cultural dynamics within a society. This study uses a qualitative approach with Norman Fairclough's critical discourse analysis method. The results show that the film Pasutri Gaje perpetuates and disrupts existing discourses regarding marriage in Indonesia. The discourses it attempts to perpetuate are the underprivileged status of civil servants and the social pressures that arise from the surrounding environment to have children. Both of these discourses are currently close to the reality of Indonesian society. Meanwhile, the discourse being disrupted in this film concerns fertility issues, which can also be caused by the desire to have children, including men who are portrayed as masculine. This is because fertility issues in Indonesia are more detrimental to women. The contribution of this study is that financial issues are the root of problems in married life. Therefore, this research is expected to provide insight for the government in reforming the welfare system for civil servants.
PEMULIHAN CITRA ANAK PENJARA: ANALISIS SEMIOTIKA KOMIK ANAK LAPAS (KOLAPS) TANGERANG DAN PALEMBANG Fajar Aditiya Nugraha; Lissy Tantowi; Hairun Nisa
Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.9.2.191-204

Abstract

Fenomena pelanggaran hukum oleh anak (remaja) menjadi kasus yang mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan. Pada prosesnya, anak-anak dengan dakwaan menjalani penahanan dalam lembaga pemasyarakatan yang bukan hanya menunaikan sanksi, tapi juga pusat pendidikan dan pembinaan (UU No. UU No. 12/1995, Pasal 14). Maka proses pembelajar menjadi wajib dilakukan dalam lapas anak. Salah satu model pembelajaran yang dilakukan adalah dengan pembuatan komik. Lapas Anak Tangerang dan Palembang adalah contohnya. Komik berfungsi sebagai sarana informasi dan estetika bagi pembaca. Adapun bagi anak binaan lapas selain menjadi sarana kreasi, menggambar komik dapat dianggap sebagai langkah pemulihan citra. Dengan demikian maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pemulihan citra diri yang dilakukan anak-anak lapas. Pemulihan citra salah satu kajian komunikasi krisis dan merupakan upaya pemulihan citra melalui strategi komunikasi tertentu. Benoit mengklafikasikan hal tersebut dalam lima langkah, yaitu (1) denial, (2) evading of responsibility (3) reducing offensiveness, (4) corrective action, dan (5) mortification. Adapun analisa yang dapat digunakan untuk menganalisanya adalah menggunakan analisis semiotika untuk mendeskripsikan makna yang terkandung pada komik yang dihasilkan oleh anak-anak lapas. Berdasarkan analisis yang diterapkan pada komik tersebut menunjukkan bahwa mayoritas komik menggambarkan bentuk pemulihan citra dengan sisi corrective action dan mortification. Dengan demikian, dapat disimpulkan hasil dari komik yang dibuat oleh anak-anak lapas Tangerang dan Palembang menggambarkan harapan perbaikan diri mereka di masa depan serta rasa bersalah mereka terhadap tindakan yang mereka lakukan sebelumnya.