Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengurai Keindahan Isti’arah: Analisis Struktur Retoris dan Fungsinya dalam Penafsiran Al-Qur’an Megawati Megawati; Mohammad Harjum; Mardan Mardan
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 1 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i1.11054

Abstract

Studies of isti‘ārah in balāghah often limit themselves to formal definitions and classifications, so that its rhetorical function and role in interpreting the Qur’an have not been comprehensively explored. Previous studies generally treat isti‘ārah as a linguistic ornament, without linking it deeply to the formation of meaning and spiritual messages in verses. This weakness prompted this study to present an approach that emphasizes the integration between the structure of isti‘ārah and its rhetorical function in the interpretation of the Qur'an. The purpose of this study is to explain the concept, form, and function of isti‘ārah and its contribution in clarifying meaning, strengthening moral messages, and displaying the beauty of the language of the Qur'an. This study uses a qualitative-descriptive method through literature study and text analysis of Qur'anic verses. The results show that isti‘ārah plays an important role as a pedagogical, rhetorical, and aesthetic medium in the interpretation of the Qur'an. In conclusion, isti‘ārah is a primary instrument for meaning formation, not merely a figure of speech.
Analisis Fungsi Estetika dan Argumentatif Uslub Tasbih dalam Ayat-Ayat Makkiyah: Pendekatan Stilistika Al-Qur'an Rifan Basahona; Abdul Jabbar Tahir; Fathimah Azzahra Ilyas; Mohammad Harjum
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8826

Abstract

Al-Qur'an menggunakan uslub tasybih sebagai salah satu strategi retorika yang paling menonjol dalam ayat-ayat Makkiyah, namun kajian yang secara khusus mengintegrasikan fungsi estetika dan argumentatif dari gaya bahasa ini masih relatif terbatas, sebab mayoritas penelitian balāgah cenderung memisahkan kedua dimensi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola stilistika serta fungsi ganda uslub tasybih dalam ayat-ayat Makkiyah melalui pendekatan stilistika Al-Qur'an yang integratif. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi terhadap sepuluh ayat Makkiyah yang mengandung struktur tasybih, dianalisis berdasarkan rukun balāgah (musyabbah, musyabbah bih, adat al-tasybīh, dan wajh al-syabah) serta ditriangulasi dengan kitab-kitab balāgah klasik dan literatur stilistika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tasybih dalam ayat-ayat Makkiyah mengikuti pola tematik yang terprogram, meliputi tema eskatologi, kritik terhadap perilaku orang kafir, dan argumentasi tauhid, yang secara empiris mengonfirmasi tiga kategori fungsi tasybih: burhānī (pembuktian), tashwīrī (penggambaran), dan naqdī (kritik). Temuan utama menegaskan bahwa fungsi estetika dan argumentatif uslub tasybih bekerja secara simultan dan saling menguatkan: citraan yang dibangun melalui kontras, alur peristiwa, dan pemilihan diksi tidak berhenti pada capaian keindahan bahasa semata, tetapi menentukan kadar kekuatan argumen yang disampaikan. Penelitian ini berkontribusi menawarkan model analisis stilistika-balāgah yang integratif bagi pengembangan kajian retorika Al-Qur'an di Indonesia.