Handayani, Baiq Indrawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Di Atas Kertas dan Siasat Pedagogis Guru: Studi Multikasus Problematika Akses Serta Defisit Perangkat Digital Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Tengah Handayani, Baiq Indrawati; Sandi, Panu; Muliana, Baiq Kartini; Sahrin; Werang, Basilius Redan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6314

Abstract

Pengarusutamaan digitalisasi sekolah dalam ekosistem Kurikulum Merdeka menuntut kesiapan infrastruktur teknologi yang merata, namun realitas di lapangan justru memperlihatkan kesenjangan operasional yang memicu terjadinya digitalisasi semu. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam problematika kesetaraan akses digital, defisit gawai bagi murid, serta siasat pedagogis yang ditempuh guru dalam menanggulangi keterbatasan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan strategi studi multikasus, data dihimpun dari beberapa Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Tengah melalui kuesioner terbuka dan wawancara terstruktur terhadap sembilan informan kunci yang mewakili unsur pimpinan sekolah, guru, orang tua/wali murid, dan masyarakat sekitar. Temuan penelitian mengungkap tiga persoalan utama. Pertama, terjadi defisit perangkat digital di mana kuantitas komputer/laptop untuk murid masih sangat minim meskipun fasilitas fisik dasar pasca-rehabilitasi dinilai memadai. Kedua, hambatan teknis fungsional berupa kestabilan pasokan listrik dan gangguan jaringan nirkabel yang kerap melumpuhkan pemanfaatan media digital seperti Smart TV. Ketiga, muncul kesenjangan spasial-ekonomi di mana siswa di area pelosok dan perbatasan desa mengalami keterbatasan mobilitas fisik dan ketertinggalan dalam pengerjaan tugas mandiri akibat ketiadaan gawai pribadi. Di tengah keterbatasan tersebut, para guru memperluas siasat pedagogis melalui pembelajaran luar kelas, pemanfaatan media berbasis bahan bekas, serta penggunaan kuota internet pribadi demi menjaga kelangsungan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi sekolah masih bersifat semu dan memerlukan intervensi struktural yang tidak hanya berorientasi pada pengadaan perangkat, tetapi juga pada perbaikan infrastruktur pendukung dan pemberdayaan guru sebagai agen perubahan.
Respons Kebijakan Kepala Sekolah terhadap Decoupling Akreditasi di Sekolah Dasar Rural Sandi, Panu; Handayani, Baiq Indrawati; Sahrin; Muliana, Baiq Kartini; Werang, Basilius Redan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6315

Abstract

Akreditasi sekolah idealnya mendorong pelembagaan budaya mutu berkelanjutan, namun realitasnya sering memicu fenomena decoupling (formalitas administratif). Penelitian ini bertujuan menganalisis respons kebijakan kepala sekolah terhadap implementasi penjaminan mutu pascaakreditasi dan mengidentifikasi bentuk kesenjangan antara formalitas akreditasi dengan praktik operasional di sekolah dasar rural serta mengeksplorasi faktor-faktor struktural dan kontekstual yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis di SD Negeri X, perbatasan rural Kabupaten Lombok Tengah, penelitian melibatkan 1 kepala sekolah dan 8 guru sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terstruktur, dan studi dokumentasi selama tiga minggu, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan kontradiksi tajam antara klaim manajerial dan realitas operasional: dokumen penjaminan mutu harian berstatus "Ada, Tidak Mutakhir", konsistensi standar pembelajaran di kelas fluktuatif, dan perbaikan sarana terhambat regulasi Dana BOS yang rigid. Temuan mengonfirmasi mekanisme organizational decoupling yang dipicu oleh beban kerja ganda guru, keterbatasan sumber daya, dan kepatuhan simbolik terhadap akreditasi. Studi menyimpulkan bahwa penjaminan mutu di sekolah rural bersifat episodik (pra-visitasi) dan memerlukan afirmasi kebijakan berbasis tata kelola adaptif serta diferensiasi instrumen akreditasi.