Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Terpadu Limbah Rumah Tangga Natsar Desi; Mahmud Mahmud; Eris Nur Dirman; Rosnaini Daga; Muhammad Chaerul; A. Muh. Yusuf Harun
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.92

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi isu penting di kawasan perkotaan, termasuk di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kelurahan Borong merupakan salah satu wilayah administrasi di Kecamatan Manggala yang tercatat memiliki 65 RT dan 12 RW, sehingga aktivitas rumah tangga masyarakat berpotensi menghasilkan sampah domestik dalam jumlah cukup besar. Urgensi kegiatan ini juga didukung oleh Satu Data Kota Makassar yang mencatat timbulan sampah harian Kecamatan Manggala pada tahun 2024 sebesar 116,52 ton per hari Daga, R., Haya, R., Agriyani, D., & Suyuti, N. F. (2025).. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber agar tidak seluruh sampah rumah tangga berakhir di tempat pembuangan akhir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan warga Kelurahan Borong dalam menerapkan pengelolaan sampah terpadu limbah rumah tangga. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan, diskusi partisipatif, demonstrasi pemilahan sampah, serta praktik sederhana pengolahan sampah organik dan anorganik. Daga, R. (2021) jenis sampah, pemilahan sampah dari sumber, penerapan prinsip 3R yaitu reduce, reuse, recycle, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Prinsip 3R sejalan dengan pendekatan pengelolaan sampah ramah lingkungan yang menekankan pengurangan, penggunaan kembali, dan pendaurulangan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai tahap awal pengelolaan sampah terpadu. Peserta kegiatan memperoleh pemahaman bahwa sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering, dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik, seperti botol plastik, kardus, dan kemasan bekas, dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau disalurkan melalui mekanisme bank sampah. Kegiatan ini juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga sumber daya yang dapat dikelola secara produktif apabila dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengelolaan sampah terpadu limbah rumah tangga di Kelurahan Borong Kota Makassar dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kebersihan lingkungan, pengurangan timbulan sampah, dan peningkatan kesadaran ekologis warga. Program ini perlu dilanjutkan melalui pendampingan berkala, pembentukan kelompok pengelola sampah, penguatan bank sampah, serta kerja sama antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan instansi lingkungan hidup. Penguatan kelembagaan pengelolaan sampah juga sejalan dengan ketentuan nasional bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan, termasuk melalui peran masyarakat dan pengelolaan bank sampah.
Socialization of Good Communication for MSMEs to Increase Revenue and Service Quality: Pengabdian Nova Ch. Mamuaya; Rizal Bakti; Muh. Taufik Iqbal; Eris Nur Dirman; Olivia Tahalele
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5277

Abstract

A fundamental problem hindering the acceleration of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia is the low level of service communication competency, which results in poor customer experience and low sales conversion rates. This community service activity aims to socialize and provide assistance in effective communication strategies to improve service quality and partner operational income. This program is implemented collaboratively by a consortium of academics from four strategic institutions: Manado State University, Jakarta Global University, Fajar University, and Pattimura University. The implementation method uses Participatory Technology Assistance (PTA) which includes persuasive communication workshops, service excellence training, and the implementation of an AI-based communication assistant (ChatGPT) for digital service optimization. The results of the activity show an 88% increase in partner understanding of business communication ethics and a positive correlation with a 15-20% increase in daily turnover in the first month after the intervention. This synergy has succeeded in creating service communication standards that are adaptive to local cultural characteristics in North Sulawesi, Jakarta, Makassar, and Maluku.