Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian tingkat kebisingan lingkungan dan ruang dalam Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh berdasarkan desain arsitektur Zya Dyena Meutia; Muhammad Faruq
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i1.2145

Abstract

Masjid merupakan bangunan ibadah yang menuntut tingkat kenyamanan tinggi guna mendukung kekhusyukan jamaah. Salah satu aspek kenyamanan yang berperan penting adalah kondisi kebisingan, terutama pada masjid yang berada di kawasan perkotaan dengan intensitas aktivitas dan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lingkungan dan kebisingan ruang dalam Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh serta mengkaji keterkaitannya dengan desain arsitektur bangunan. Fokus penelitian dibatasi pada pengukuran tingkat kebisingan (sound pressure level), tanpa menganalisis parameter akustik lanjutan seperti waktu dengung dan kejelasan tutur. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran tingkat kebisingan menggunakan Sound level meter (SLM) digital yang terkalibrasi pada dua kondisi, yaitu aktivitas rendah dan aktivitas tinggi. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan jamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ruang dalam masjid mencapai rata-rata 54,8 dB pada kondisi aktivitas rendah dan meningkat hingga di atas 70 dB pada kondisi aktivitas tinggi, yang melebihi standar kebisingan ruang ibadah. Tingginya kebisingan dipengaruhi oleh kebisingan lingkungan sekitar serta karakter desain arsitektur masjid, seperti bukaan yang besar dan bentuk kubah yang bersifat reflektif. Penelitian ini merekomendasikan pengendalian kebisingan melalui pendekatan desain arsitektur pasif berupa penguatan vegetasi, penggunaan barrier akustik, dan pengaturan bukaan bangunan.
Kajian Arsitektur Masjid Teungku di Anjong, Banda Aceh: Rekonsiliasi Antara Tradisi dan Modernitas Muhammad Ridho; Zya Dyena Meutia; Dedy Ruzwardy
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 2 No. 2 (2024): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v2i2.9569

Abstract

The PeulanggahanMosque in Banda Aceh serves as a historical landmark showcasing the architectural interplay between traditional Acehnese styles and modern construction techniques. This paper investigates the spatial evolution, functional transformation, and material adaptation of the mosque through qualitative analysis. Findings highlight the mosque’s pivotal role in preserving Islamic cultural heritage while adapting to contemporary needs. The research analyzes three primary aspects: (1) patterns of spatial expansion, (2) changes in functionality over time, and (3) reconciliation of traditional and modern architectural elements. The mosque’s adaptations following the 2004 tsunami exemplify its resilience and the community’s commitment to maintaining its cultural and religious significance. By combining traditional materials such as wood and ijuk with modern materials like concrete and glass, the mosque maintains its historical identity while addressing current requirements. Additionally, the mosque continues to function asa hub for both religious practices and socio-cultural activities, reflecting its enduring relevance to the local community. The study underscores the importance of preserving historical architecture in evolving urban contexts and provides insights for similar projects aimed at integrating heritage conservation with modern development