Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Pelepah Pisang terhadap Kekuatan Impak Komposit Serabut Kelapa Menggunakan Metode Vacuum Muhammad Choirul Anam; Muhammad Budi Haryono; Hisyam Ma’mun
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1858

Abstract

Komposit hibrida berbasis serat alam menjadi salah satu alternatif material ramah lingkungan yang banyak dikembangkan karena memiliki ketersediaan melimpah, biaya produksi relatif rendah, serta sifat mekanik yang baik. Namun, pemanfaatan kombinasi serabut kelapa dan pelepah pisang sebagai penguat komposit masih memerlukan kajian, khususnya terhadap pengaruh variasi kandungan serat pelepah pisang terhadap ketangguhan impak komposit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat pelepah pisang terhadap ketangguhan impak komposit hibrida serabut kelapa bermatriks polyester yang difabrikasi menggunakan metode hand lay-up. Pemanfaatan serat alam sebagai bahan penguat komposit menjadi alternatif yang menjanjikan karena bersifat ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini, serat sabut kelapa dan pelepah pisang diberi perlakuan alkalisasi menggunakan larutan NaOH 10% selama 2 jam untuk meningkatkan ikatan antarmuka antara serat dan matriks. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up dengan variasi kandungan serat pelepah pisang sebesar 10%, 20%, dan 30%, baik dengan maupun tanpa penggunaan vacuum chamber. Pengujian impak dilakukan berdasarkan standar ASTM ISO 179. Hasil penelitian menunjukkan nilai densitas tertinggi diperoleh variasi 20% pelepah pisang dengan metode vacuum sebesar 3,32 g/cm3 sedangakan nilai terendah di peroleh pada variasi 20% tanpa vacuum sebesar 2,41 g/cm3. Penggunaan vaccum mampu meningkatkan nilai impak komposit dibandingkan metode tanpa vakum. Nilai impak tertinggi diperoleh pada variasi 20% pelepah pisang dengan metode vakum sebesar 0,222 J/mm², sedangkan nilai impak terendah diperoleh pada variasi 30% tanpa vakum sebesar 0,148 J/mm². Peningkatan ketangguhan impak terjadi karena proses vakum mampu mengurangi terbentuknya void dan meningkatkan kualitas ikatan antara serat dan matriks. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi 20% pelepah pisang dengan metode vaccum chamber merupakan variasi yang paling optimal untuk menghasilkan komposit dengan ketangguhan impak terbaik.