Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PATTERNS OF DIGITAL INTERACTION THROUGH TIKTOK REPOSTING AND ITS RELATIONSHIP WITH THE EMOTIONAL STATE OF GENERATION Z Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi; Rabiatul Adawiyah
Journal of Cultural Narratives in Digital Society Vol. 2 No. 1 (2026): Cultural Narrative in Digital Society
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcnds.v2i1.54187

Abstract

The development of social media in the digital era has transformed patterns of social interaction, especially among Generation Z who have grown up with digital technology. TikTok, as a short-video-based platform, functions not only as an entertainment medium but also as a space for emotional expression and symbolic communication. One emerging form of interaction is reposting activity, which refers to resharing content perceived as relevant to users’ personal emotional conditions. This study aims to analyze digital interaction patterns through TikTok reposting and their relationship with Generation Z’s emotional conditions. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation involving five Generation Z informants who are active TikTok users. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation to ensure data validity. The findings reveal that reposting is not merely a content-sharing activity but carries deeper psychological meaning. It functions as indirect self-expression, emotional regulation, and a form of social validation seeking within digital spaces. Reposted content reflects users’ emotional states such as sadness, anxiety, psychological pressure, as well as positive emotions. This activity generates psychological effects including emotional relief, social connectedness, and emotional fluctuations influenced by responses received from other users in social media environments.
Integrasi Metode Bermain Peran dan Mendongeng untuk Menanamkan Nilai Moral Keagamaan pada Anak Usia Dini: Penelitian Tindakan Kelas di TK Mentari Kota Malang Rabiatul Adawiyah; Joko Pamungkas
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12287

Abstract

Pendidikan moral keagamaan pada anak usia dini seringkali disampaikan melalui metode ceramah yang berpusat pada guru, sehingga kurang melibatkan anak secara aktif dan kurang efektif dalam menanamkan nilai-nilai abstrak seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan saling menghormati. Data awal di TK Mentari menunjukkan rata-rata capaian nilai moral keagamaan anak hanya sekitar 30% dari seluruh indikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh integrasi metode bermain peran dan mendongeng terhadap peningkatan pemahaman nilai moral keagamaan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5-6 tahun di kelompok B TK Mentari. Pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan penjaminan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator: kejujuran dari 31% menjadi 83%, empati dari 27% menjadi 76%, tanggung jawab dari 22% menjadi 71%, dan saling menghormati dari 34% menjadi 88%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator saling menghormati. Faktor pendukung keberhasilan meliputi penggunaan cerita lokal, penguatan diskusi reflektif, serta keterlibatan orang tua dalam penguatan nilai di rumah. Dapat disimpulkan bahwa integrasi metode bermain peran dan mendongeng efektif menanamkan nilai moral keagamaan secara kontekstual dan menyenangkan, serta layak diadopsi sebagai alternatif strategi pembelajaran di PAUD.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA MASA PERKEMBANGAN KOGNITIF Rabiatul Adawiyah; Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
Ma'rifah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2026): MJPI
Publisher : Yayasan Sa'adah El hayaah & STAIDA Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65951/mjpi.v2i1.23

Abstract

Pola asuh orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk motivasi belajar anak, terutama pada masa perkembangan kognitif. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak, di mana mereka mengalami berbagai bentuk interaksi yang memengaruhi pertumbuhan psikologis, sikap, serta perilaku belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar anak dalam perspektif psikologi pendidikan pada masa perkembangan kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti buku, artikel jurnal, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pola asuh, motivasi belajar, dan perkembangan kognitif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar anak. Pola asuh yang menekankan dukungan emosional, komunikasi yang terbuka, serta pengawasan yang seimbang cenderung mampu menumbuhkan motivasi belajar yang lebih tinggi pada anak. Sebaliknya, pola asuh yang terlalu otoriter maupun terlalu permisif dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak dan menurunkan semangat belajar mereka. Lingkungan keluarga yang mendukung memungkinkan anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, rasa ingin tahu, serta ketekunan dalam proses belajar. Penerapan pola asuh yang tepat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan motivasi belajar dan kemampuan kognitif anak. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif di lingkungan keluarga sehingga dapat mendorong perkembangan intelektual serta keterlibatan anak dalam aktivitas akademik. Oleh karena itu, pemahaman mengenai strategi pola asuh yang efektif menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung perkembangan pendidikan anak serta membantu mereka mencapai hasil belajar yang optimal..