p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sains Natural
Tia Citra Bayuni
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pelita Bangsa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sikap Dan Minat Guru Sekolah Dasar Terhadap Inovasi Pembelajaran Berbasis STEAM di Era Digital Alda Nurkholifah; Ellsa Oktaviany; Rika Rahmawati; Siti Nurholisoh; Candra Tri Utami; Julia Anis Handayani; Tia Citra Bayuni
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i1.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap dan minat guru Sekolah Dasar terhadap inovasi pembelajaran berbasis STEAM di era digital. Fokus penelitian diarahkan pada empat aspek, yaitu sikap dan minat terhadap STEAM, keyakinan dan perspektif terhadap STEAM, motivasi dalam mengimplementasikan STEAM, serta hambatan dan keraguan terhadap penerapan STEAM. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert 1-4 yang disebarkan kepada 110 guru Sekolah Dasar yang tersebar di Provinsi Jawa Barat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan distribusi frekuensi untuk menggambarkan kecenderungan sikap dan minat guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki sikap dan keyakinan yang sangat positif terhadap pembelajaran berbasis STEAM. Seluruh responden berada pada kategori setuju dan sangat setuju terhadap penerapan STEAM, yang menunjukkan bahwa pendekatan ini dipandang relevan dan bernilai dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21. Selain itu, tingkat hambatan dan sikap negatif terhadap STEAM tergolong rendah. Namun demikian, minat guru dalam mengimplementasikan STEAM secara optimal masih dipengaruhi oleh pemahaman konseptual, keterampilan pembelajaran berbasis proyek, ketersediaan sarana digital, serta dukungan sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa guru telah siap secara sikap dan motivasi untuk menerima pembelajaran STEAM, tetapi masih memerlukan penguatan kompetensi dan pendampingan berkelanjutan agar implementasinya berjalan efektif di era digital.
Analisis Kuantitatif Implementasi Pembelajaran STEAM di Sekolah Dasar Anjeni Fatiha Galuh Keswani; Helen Bela Agustin; Widya Qothrunnada; Tia Citra Bayuni
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i2.948

Abstract

Pembelajaran STEAM adalah cara belajar yang membantu peserta didik berpikir dan menyelesaikan masalah. Dalam proses belajar, metode ini menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan di masa depan. Karena dunia semakin berkembang dan membutuhkan inovasi, pendekatan ini sangat penting. Namun, di Indonesia, khususnya di sekolah dasar, masih sedikit sekolah yang menerapkan pembelajaran STEAM ini. Hal ini karena belum semua guru memahami secara mendalam model pembelajaran ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 27 guru sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas 20 pernyataan menggunakan skala Likert empat tingkat dan disebarkan secara daring melalui Google Form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dengan nilai r-hitung lebih besar daripada r-tabel (0,380) dan instrumen memiliki reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,927. Implementasi pembelajaran STEAM di sekolah dasar berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 50,04 serta respon positif dari guru dan siswa. Guru menunjukkan kesiapan dan pemahaman yang memadai dalam menerapkan pembelajaran STEAM, didukung oleh peran kepala sekolah dan kolaborasi antar guru. Meskipun demikian, pada aspek fasilitas sekolah masih ditemukan beberapa keterbatasan serta belum meratanya penerapan pembelajaran, sehingga diperlukan peningkatan dan pemerataan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran STEAM secara optimal dan berkelanjutan
Tingkat Pemahaman Guru Mengenai Konsep Dasar STEAM Di Sekolah Dasar Bunga Aprindhiya; Nazwa Rosdiana; Novi Rahmawati; Tia Citra Bayuni
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i1.950

Abstract

Pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) merupakan pendekatan yang menekankan keterpaduan antar disiplin ilmu untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah pada siswa. Namun, di Indonesia masih banyak sekolah dasar yang belum menerapkan pembelajaran STEAM karena pemahaman guru terhadap konsep ini masih terbatas dan rendah, terutama disebabkan oleh kurangnya pelatihan profesional yang memadai, keterbatasan sumber daya pendidikan seperti bahan ajar dan teknologi, serta minimnya akses terhadap program pengembangan guru yang spesifik untuk STEAM. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan instrumen yang berbasis pada skala Likert. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas guru memberikan respon positif terhadap pembelajaran STEAM, karena dianggap menarik, menyenangkan, dan mampu meningkatkan minat belajar siswa. Namun demikian, banyak guru yang belum memahami secara mendalam mengenai konsep, tujuan, dan cara menggabungkan elemen sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika dalam proses belajar mengajar. Temuan kuantitatif yang signifikan menunjukkan bahwa 65% guru memiliki pemahaman konseptual yang baik (misalnya, 33% sangat setuju dan 67% setuju pada indikator pemahaman STEAM sebagai penggabungan lima disiplin ilmu; 87% sangat setuju dan 13% setuju pada indikator pemahaman tujuan utama STEAM; serta 73% sangat setuju dan 27% setuju pada indikator pemahaman hubungan antara sains dan teknologi), tetapi hanya 40% yang dapat secara praktis mengintegrasikan aspek seni, dengan tantangan terbesar adalah kesulitan dalam mengaitkan elemen seni dengan matematika (misalnya, 55% responden melaporkan kurangnya contoh kegiatan integratif, dan 73% sangat setuju serta 27% setuju pada indikator kebingungan dalam penerapan aspek seni). Oleh karena itu, pengembangan pengetahuan serta pemahaman para pendidik menjadi sangat penting agar metode pembelajaran STEAM dapat diterapkan lebih efektif di sekolah dasar dan memberikan hasil yang unggul bagi proses pendidikan siswa.