Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Produktivitas Guru-Guru SMP N 21 Kota Bandung Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2526

Abstract

Artificial Intelligence (AI) kini semakin berkembang dan hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu contohnya adalah ChatGPT, chatbot berbasis AI dari OpenAI yang mampu merespons dengan luwes. Namun, sebagian besar guru di SMP Negeri 21 Bandung masih terbiasa dengan metode konvensional dan belum mengenal teknologi AI. Hal ini menjadi tantangan karena keterbatasan anggaran untuk pelatihan. Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pelatihan AI bagi 38 guru SMPN 21 Bandung untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Pelatihan ini bertujuan menjadikan guru lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Diharapkan para guru yang sebelumnya terkesan tradisional dapat berubah menjadi pengajar yang melek teknologi dan mampu memanfaatkannya secara positif dalam proses belajar mengajar. Hal ini akan membantu mencetak lulusan yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pelatihan Pembelajaran Koding untuk Guru-guru SDN 005 dan SDN 058 Babakan Ciparay Kota Bandung Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2952

Abstract

Era digital telah mengubah paradigma pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Pembelajaran koding atau pemrograman kini menjadi salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dikenalkan sejak dini. SDN 005 dan 058 Babakan Ciparay di Kota Bandung menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran koding ke dalam kurikulum karena keterbatasan kemampuan guru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan komprehensif kepada guru-guru di kedua sekolah dasar tersebut tentang pembelajaran koding yang sesuai untuk siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi workshop intensif, pelatihan hands-on, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi program. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep computational thinking, penggunaan platform pembelajaran koding untuk anak seperti Scratch Jr dan Blockly, serta strategi integrasi pembelajaran koding dalam mata pelajaran yang sudah ada. Jumlah peserta yang hadir adalah 46 guru dari kedua sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital guru, membekali mereka dengan keterampilan mengajar koding, dan pada akhirnya meningkatkan literasi digital siswa sejak dini. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan komunitas belajar guru, penyediaan modul pembelajaran, dan kerjasama jangka panjang dengan sekolah mitra. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya generasi siswa yang memiliki kemampuan computational thinking dan siap menghadapi tantangan era digital.
Peningkatan Kemampuan Koding Guru-guru SDN 005 dan SDN 058 Babakan Ciparay Kota Bandung dengan Mengkuti Pelatihan Scratch Level Menengah Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah
JURPIKAT Vol 7 No 3 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i3.3291

Abstract

Memasuki zaman digital saat ini menuntut peningkatan kompetensi teknologi pada tenaga pendidik, termasuk di tingkat sekolah dasar. Namun, guru di SDN 005 dan SDN 058 Babakan Ciparay masih memiliki keterbatasan dalam penguasaan pembelajaran koding. Pada bulan November tahun 2025 sudah dilakukan pelatihan pembelajaran koding namun masih dalam level pemula, sehingga diperlukan pelatihan untuk level lebih lanjut dari dasar, yaitu level menengah. Kegiatan pengabdian masyarakat pada bulan Mei tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran koding berbasis computational thinking. Metode yang digunakan adalah participatory action research melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta menyatakan pelatihan sesuai kebutuhan dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap koding. Jumlah peserta yang hadir adalah 46 guru dari kedua sekolah. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan komunitas belajar guru, penyediaan modul pembelajaran, dan kerjasama jangka panjang dengan sekolah mitra. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya generasi siswa yang memiliki kemampuan computational thinking dan siap menghadapi tantangan era digital.