Sumy Dwi Antono
Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWATAN PAYUDARAPADA IBU NIFAS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN VIDEO EDUKASI BREASTMOM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Alvita Ardiyanti Puspita; Indah Rahmaningtyas; Lumastari Ajeng Wijayanti; Sumy Dwi Antono
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13858

Abstract

ABSTRACT Breast care is an essential aspect of the postpartum period to support successful breastfeeding and prevent complications such as breast engorgement, sore nipples, and mastitis. However, many postpartum mothers still have limited knowledge regarding proper breast care. This study aimed to determine the effect of the Breastmom educational video on postpartum mothers' knowledge of breast care in the working area of Sukorame Public Health Center, Kediri City. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The study population consisted of 40 postpartum mothers, with a sample of 36 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a 20-item knowledge questionnaire administered before and after a 7-day intervention using the Breastmom educational video. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before the intervention, most respondents had a moderate level of knowledge (58.3%), whereas after the intervention, nearly all respondents demonstrated a good level of knowledge (94.4%). The Wilcoxon test yielded a Z value of −5.197 with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement in knowledge following the educational video intervention. Therefore, the Breastmom educational video is an effective health education medium for improving postpartum mothers' knowledge of breast care. ABSTRAK Perawatan payudara merupakan aspek penting pada masa nifas untuk mendukung kelancaran menyusui dan mencegah komplikasi seperti bendungan ASI, puting lecet, serta mastitis. Namun, masih ditemukan ibu nifas yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai perawatan payudara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi Breastmom terhadap pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 40 ibu nifas, dengan sampel sebanyak 36 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri atas 20 pertanyaan, yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi Breastmom selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (58,3%), sedangkan setelah intervensi hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (94,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = −5,197 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian video edukasi Breastmom. Dengan demikian, video edukasi Breastmom efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai perawatan payudara.
HUBUNGAN TEKNIK PERLEKATAN MENYUSUI DENGAN DURASI SESI PEMBERIAN ASI IBU POSTPARTUM PRIMIPARA Dika Lintang Isabella; Sumy Dwi Antono; Lumastari Ajeng Wijayanti; Ira Titisari
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13859

Abstract

ABSTRACT Proper breastfeeding attachment is one of the key factors influencing successful breastfeeding, particularly among primiparous postpartum mothers who have no previous breastfeeding experience. Incorrect attachment may hinder effective breast milk transfer, cause maternal discomfort, and affect the duration of each breastfeeding session. This study aimed to analyze the relationship between breastfeeding attachment technique and the duration of each breastfeeding session among primiparous postpartum mothers in the working area of Sukorame Public Health Center, Kediri City. This quantitative study employed a longitudinal analytical correlational design. A total of 36 primiparous postpartum mothers were selected using probability sampling. Data were collected through direct observation using the LATCH Score instrument and recording the duration of breastfeeding during two measurement periods. The data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed improvements in breastfeeding attachment technique and increased breastfeeding duration at the second measurement. Spearman Rank analysis revealed a significant relationship between breastfeeding attachment technique and the duration of each breastfeeding session at the first measurement (p = 0.020; r = -0.385) and the second measurement (p = 0.004; r = -0.470). It can be concluded that breastfeeding attachment technique is significantly associated with the duration of each breastfeeding session. Therefore, education and assistance regarding proper breastfeeding attachment techniques should be optimized to support successful breastfeeding among primiparous postpartum mothers. ABSTRAK Teknik perlekatan menyusui merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI, terutama pada ibu postpartum primipara yang belum memiliki pengalaman menyusui. Perlekatan yang kurang tepat dapat menghambat transfer ASI, menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu, serta memengaruhi durasi setiap sesi menyusui. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara teknik perlekatan menyusui dengan durasi setiap sesi pemberian ASI pada ibu postpartum primipara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik longitudinal. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu postpartum primipara yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen LATCH Score dan pencatatan durasi menyusui pada dua kali pengukuran, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan teknik perlekatan menyusui dan peningkatan durasi menyusui pada pengukuran kedua. Analisis Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara teknik perlekatan menyusui dengan durasi setiap sesi pemberian ASI pada pengukuran pertama (p = 0,020; r = -0,385) dan pengukuran kedua (p = 0,004; r = -0,470). Disimpulkan bahwa teknik perlekatan menyusui berhubungan secara signifikan dengan durasi setiap sesi pemberian ASI, sehingga edukasi dan pendampingan mengenai teknik perlekatan yang benar perlu dioptimalkan untuk mendukung keberhasilan menyusui pada ibu postpartum primipara.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN DROP OUT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN (DMPA) Indah Juliana Putri; Lumastari Ajeng Wijayanti; Dwi Estuning Rahayu; Sumy Dwi Antono
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13862

Abstract

ABSTRACT Dropout from the 3-month injectable contraceptive (Depot Medroxyprogesterone Acetate [DMPA]) remains a challenge to the Family Planning (FP) program because it increases the risk of unintended pregnancy and reduces contraceptive continuation rates. Ideally, contraceptive users should maintain timely and consistent use of contraception; however, discontinuation is influenced by several factors, including parity, which is closely related to women's reproductive experience, family planning needs, and reproductive goals. Although the association between parity and contraceptive continuation has been reported in previous studies, evidence among DMPA users in the study setting remains limited. This study aimed to analyze the relationship between parity and dropout from the 3-month injectable contraceptive (DMPA) using a correlational analytic design with a retrospective approach based on secondary medical record data. The study population consisted of 241 DMPA users, and 71 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents were multiparous (77.0%) and had not discontinued DMPA use (53.5%). Statistical analysis demonstrated a significant association between parity and dropout from the 3-month injectable contraceptive (p = 0.002; OR = 0.132), indicating that multiparous women were less likely to discontinue DMPA use than primiparous women. These findings suggest that parity is an important factor influencing the continuation of DMPA use and may serve as a basis for strengthening family planning screening and counseling tailored to clients' parity characteristics. ABSTRAK Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (Depot Medroxyprogesterone Acetate/DMPA) masih menjadi tantangan dalam program Keluarga Berencana (KB) karena meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan menurunkan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi. Secara ideal, akseptor diharapkan mempertahankan penggunaan kontrasepsi sesuai jadwal, namun kejadian Drop Out masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya paritas yang berkaitan dengan pengalaman reproduksi, kebutuhan, dan tujuan ber-KB. Meskipun hubungan paritas dengan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi telah dilaporkan dalam berbagai penelitian, bukti pada akseptor DMPA di lokasi penelitian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paritas dengan kejadian Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA) menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis. Populasi penelitian berjumlah 241 akseptor DMPA, dengan sampel sebanyak 71 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan multipara (77,0%) dan tidak mengalami Drop Out kontrasepsi (53,5%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (p = 0,002; OR = 0,132), yang mengindikasikan bahwa ibu multipara memiliki peluang lebih rendah mengalami Drop Out dibandingkan ibu primipara. Temuan ini memberikan bukti bahwa paritas merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberlangsungan penggunaan kontrasepsi DMPA dan dapat menjadi dasar penguatan skrining serta konseling KB yang lebih terarah sesuai karakteristik paritas akseptor.