Lumastari Ajeng Wijayanti
Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER DAN MUROTTAL AL-QURAN SURAH AR-RAHMAN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUHJARAK KABUPATEN KEDIRI Maulida Aprilia Rahma; Lumastari Ajeng Wijayanti
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.11453

Abstract

ABSTRACT As childbirth approaches, primigravida women frequently experience anxiety due to limited prior experience and uncertainty regarding the labor process. Various non-pharmacological interventions have been utilized to alleviate this condition; however, studies directly comparing the effectiveness of lavender aromatherapy and the recitation of Surah Ar-Rahman from the Holy Qur’an remain limited. This study was conducted to examine changes in anxiety levels following both interventions and to assess potential differences in their effectiveness. A quantitative approach with a two-group pretest–posttest design was employed involving 36 third-trimester primigravida women in the working area of Puhjarak Primary Health Center, Kediri Regency, selected through simple random sampling. Anxiety levels were assessed using the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) and analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Initial assessments indicated that most participants experienced moderate to severe anxiety. Following the interventions, both the lavender aromatherapy group and the Surah Ar-Rahman recitation group demonstrated a significant reduction in anxiety levels (p<0.001). Nevertheless, the between-group analysis revealed no statistically significant difference in effectiveness (p=0.476). These findings suggest that both interventions possess relatively comparable potential in reducing anxiety among third-trimester primigravida women. The comparable benefits observed in this study support a more flexible approach to antenatal care, allowing intervention choices to be tailored to individual needs, comfort, and personal preferences. ABSTRAK Menjelang persalinan, ibu hamil primigravida sering menghadapi kecemasan yang dipengaruhi oleh minimnya pengalaman serta berbagai ketidakpastian terkait proses kelahiran. Beragam intervensi nonfarmakologis telah digunakan untuk membantu mengurangi kondisi tersebut, namun kajian yang membandingkan secara langsung efektivitas aromaterapi lavender dan murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman masih relatif terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi perubahan tingkat kecemasan setelah pemberian kedua intervensi tersebut sekaligus menilai perbedaan efektivitas di antara keduanya. Pendekatan kuantitatif dengan desain two-group pretest-posttest diterapkan pada 36 ibu hamil primigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas Puhjarak Kabupaten Kediri yang dipilih melalui simple random sampling. Tingkat kecemasan diidentifikasi menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Gambaran awal menunjukkan mayoritas responden berada pada tingkat kecemasan sedang hingga berat. Setelah intervensi diberikan, baik kelompok aromaterapi lavender maupun kelompok murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman memperlihatkan penurunan kecemasan yang signifikan (p<0,001). Meskipun demikian, analisis antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan efektivitas yang bermakna (p=0,476). Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua intervensi memiliki kemampuan yang relatif setara dalam membantu menurunkan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Kesetaraan manfaat tersebut membuka peluang penerapan pendekatan yang lebih fleksibel dalam pelayanan antenatal, sehingga pemilihan intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kenyamanan, dan preferensi masing-masing ibu hamil.
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWATAN PAYUDARAPADA IBU NIFAS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN VIDEO EDUKASI BREASTMOM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Alvita Ardiyanti Puspita; Indah Rahmaningtyas; Lumastari Ajeng Wijayanti; Sumy Dwi Antono
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13858

Abstract

ABSTRACT Breast care is an essential aspect of the postpartum period to support successful breastfeeding and prevent complications such as breast engorgement, sore nipples, and mastitis. However, many postpartum mothers still have limited knowledge regarding proper breast care. This study aimed to determine the effect of the Breastmom educational video on postpartum mothers' knowledge of breast care in the working area of Sukorame Public Health Center, Kediri City. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The study population consisted of 40 postpartum mothers, with a sample of 36 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a 20-item knowledge questionnaire administered before and after a 7-day intervention using the Breastmom educational video. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before the intervention, most respondents had a moderate level of knowledge (58.3%), whereas after the intervention, nearly all respondents demonstrated a good level of knowledge (94.4%). The Wilcoxon test yielded a Z value of −5.197 with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement in knowledge following the educational video intervention. Therefore, the Breastmom educational video is an effective health education medium for improving postpartum mothers' knowledge of breast care. ABSTRAK Perawatan payudara merupakan aspek penting pada masa nifas untuk mendukung kelancaran menyusui dan mencegah komplikasi seperti bendungan ASI, puting lecet, serta mastitis. Namun, masih ditemukan ibu nifas yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai perawatan payudara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi Breastmom terhadap pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 40 ibu nifas, dengan sampel sebanyak 36 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri atas 20 pertanyaan, yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi Breastmom selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (58,3%), sedangkan setelah intervensi hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (94,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = −5,197 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian video edukasi Breastmom. Dengan demikian, video edukasi Breastmom efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai perawatan payudara.
HUBUNGAN TEKNIK PERLEKATAN MENYUSUI DENGAN DURASI SESI PEMBERIAN ASI IBU POSTPARTUM PRIMIPARA Dika Lintang Isabella; Sumy Dwi Antono; Lumastari Ajeng Wijayanti; Ira Titisari
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13859

Abstract

ABSTRACT Proper breastfeeding attachment is one of the key factors influencing successful breastfeeding, particularly among primiparous postpartum mothers who have no previous breastfeeding experience. Incorrect attachment may hinder effective breast milk transfer, cause maternal discomfort, and affect the duration of each breastfeeding session. This study aimed to analyze the relationship between breastfeeding attachment technique and the duration of each breastfeeding session among primiparous postpartum mothers in the working area of Sukorame Public Health Center, Kediri City. This quantitative study employed a longitudinal analytical correlational design. A total of 36 primiparous postpartum mothers were selected using probability sampling. Data were collected through direct observation using the LATCH Score instrument and recording the duration of breastfeeding during two measurement periods. The data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed improvements in breastfeeding attachment technique and increased breastfeeding duration at the second measurement. Spearman Rank analysis revealed a significant relationship between breastfeeding attachment technique and the duration of each breastfeeding session at the first measurement (p = 0.020; r = -0.385) and the second measurement (p = 0.004; r = -0.470). It can be concluded that breastfeeding attachment technique is significantly associated with the duration of each breastfeeding session. Therefore, education and assistance regarding proper breastfeeding attachment techniques should be optimized to support successful breastfeeding among primiparous postpartum mothers. ABSTRAK Teknik perlekatan menyusui merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI, terutama pada ibu postpartum primipara yang belum memiliki pengalaman menyusui. Perlekatan yang kurang tepat dapat menghambat transfer ASI, menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu, serta memengaruhi durasi setiap sesi menyusui. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara teknik perlekatan menyusui dengan durasi setiap sesi pemberian ASI pada ibu postpartum primipara di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik longitudinal. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu postpartum primipara yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen LATCH Score dan pencatatan durasi menyusui pada dua kali pengukuran, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan teknik perlekatan menyusui dan peningkatan durasi menyusui pada pengukuran kedua. Analisis Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara teknik perlekatan menyusui dengan durasi setiap sesi pemberian ASI pada pengukuran pertama (p = 0,020; r = -0,385) dan pengukuran kedua (p = 0,004; r = -0,470). Disimpulkan bahwa teknik perlekatan menyusui berhubungan secara signifikan dengan durasi setiap sesi pemberian ASI, sehingga edukasi dan pendampingan mengenai teknik perlekatan yang benar perlu dioptimalkan untuk mendukung keberhasilan menyusui pada ibu postpartum primipara.
PENGARUH INHALASI AROMATERAPI LEMON TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Erlin Fitria Novika; Lumastari Ajeng Wijayanti; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Eny Sendra
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13860

Abstract

ABSTRACT Nausea and vomiting in pregnancy, or emesis gravidarum, affect approximately 50–80% of women during the first trimester and may reduce quality of life if not managed appropriately. The 2023 Indonesian Health Survey reported an increase in the proportion of persistent vomiting among pregnant women in East Java compared with 2018, while pharmacological management may cause adverse effects, highlighting the need for safe non-pharmacological interventions. Recent studies have shown that lemon aromatherapy, containing limonene, linalyl acetate, and terpineol, may produce a relaxing effect through stimulation of the olfactory pathway and limbic system; however, evidence regarding its effectiveness among pregnant women in the Puhjarak Primary Health Center service area remains limited. This study aimed to analyze the effect of inhaled lemon aromatherapy on reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The study included 33 first-trimester pregnant women selected through simple random sampling. The severity of nausea and vomiting was assessed using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) questionnaire before and after six consecutive days of lemon aromatherapy inhalation, and the data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the proportion of participants with mild nausea and vomiting increased from 21.2% to 54.5%, while those with moderate symptoms decreased from 78.8% to 45.5%, with a statistically significant difference (p < 0.001). These findings indicate that inhaled lemon aromatherapy is effective in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women and represents a safe, practical, and promising non-pharmacological intervention that can be integrated into antenatal care services. ABSTRAK Mual muntah atau emesis gravidarum merupakan keluhan yang dialami sekitar 50–80% ibu hamil pada trimester pertama dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan peningkatan proporsi muntah terus-menerus pada ibu hamil di Provinsi Jawa Timur dibandingkan tahun 2018, sementara penggunaan terapi farmakologis masih berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman. Penelitian terkini menunjukkan bahwa aromaterapi lemon yang mengandung limonene, linalil asetat, dan terpineol mampu memberikan efek relaksasi melalui stimulasi sistem olfaktori dan limbik, namun bukti efektivitasnya pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Puhjarak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inhalasi aromaterapi lemon terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 33 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan simple random sampling. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner PUQE-24 sebelum dan sesudah pemberian inhalasi aromaterapi lemon selama enam hari berturut-turut, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden dengan mual muntah ringan meningkat dari 21,2% menjadi 54,5%, sedangkan kategori sedang menurun dari 78,8% menjadi 45,5%, dengan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa inhalasi aromaterapi lemon efektif menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester I serta menawarkan inovasi sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan berpotensi diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal care.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN DROP OUT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN (DMPA) Indah Juliana Putri; Lumastari Ajeng Wijayanti; Dwi Estuning Rahayu; Sumy Dwi Antono
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13862

Abstract

ABSTRACT Dropout from the 3-month injectable contraceptive (Depot Medroxyprogesterone Acetate [DMPA]) remains a challenge to the Family Planning (FP) program because it increases the risk of unintended pregnancy and reduces contraceptive continuation rates. Ideally, contraceptive users should maintain timely and consistent use of contraception; however, discontinuation is influenced by several factors, including parity, which is closely related to women's reproductive experience, family planning needs, and reproductive goals. Although the association between parity and contraceptive continuation has been reported in previous studies, evidence among DMPA users in the study setting remains limited. This study aimed to analyze the relationship between parity and dropout from the 3-month injectable contraceptive (DMPA) using a correlational analytic design with a retrospective approach based on secondary medical record data. The study population consisted of 241 DMPA users, and 71 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents were multiparous (77.0%) and had not discontinued DMPA use (53.5%). Statistical analysis demonstrated a significant association between parity and dropout from the 3-month injectable contraceptive (p = 0.002; OR = 0.132), indicating that multiparous women were less likely to discontinue DMPA use than primiparous women. These findings suggest that parity is an important factor influencing the continuation of DMPA use and may serve as a basis for strengthening family planning screening and counseling tailored to clients' parity characteristics. ABSTRAK Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (Depot Medroxyprogesterone Acetate/DMPA) masih menjadi tantangan dalam program Keluarga Berencana (KB) karena meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan menurunkan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi. Secara ideal, akseptor diharapkan mempertahankan penggunaan kontrasepsi sesuai jadwal, namun kejadian Drop Out masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya paritas yang berkaitan dengan pengalaman reproduksi, kebutuhan, dan tujuan ber-KB. Meskipun hubungan paritas dengan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi telah dilaporkan dalam berbagai penelitian, bukti pada akseptor DMPA di lokasi penelitian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paritas dengan kejadian Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA) menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis. Populasi penelitian berjumlah 241 akseptor DMPA, dengan sampel sebanyak 71 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan multipara (77,0%) dan tidak mengalami Drop Out kontrasepsi (53,5%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian Drop Out kontrasepsi suntik 3 bulan (p = 0,002; OR = 0,132), yang mengindikasikan bahwa ibu multipara memiliki peluang lebih rendah mengalami Drop Out dibandingkan ibu primipara. Temuan ini memberikan bukti bahwa paritas merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberlangsungan penggunaan kontrasepsi DMPA dan dapat menjadi dasar penguatan skrining serta konseling KB yang lebih terarah sesuai karakteristik paritas akseptor.
PENGARUH BANTAL KEHAMILAN TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Nanda Sintia Dewi; Dwi Estuning Rahayu; Lumastari Ajeng Wijayanti
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13863

Abstract

ABSTRACT Back pain is a common physiological change experienced during pregnancy, particularly in the third trimester, due to hormonal changes, a shift in the body's center of gravity, and postural adaptations. One non-pharmacological intervention that may help alleviate this condition is the use of a pregnancy pillow. This study aimed to determine the effect of using a pregnancy pillow on reducing back pain among third-trimester pregnant women in the Sukorame Community Health Center, Kediri City. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 35 third-trimester pregnant women selected using a simple random sampling technique. The intervention involved the use of a wedge-shaped pregnancy pillow during nighttime sleep for seven consecutive days. Back pain intensity was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that before the intervention, 33 respondents (94.3%) experienced moderate pain and 2 respondents (5.7%) experienced severe pain. After the intervention, 30 respondents (85.7%) experienced mild pain and 5 respondents (14.3%) experienced moderate pain. The Wilcoxon test indicated that 32 respondents experienced a reduction in pain intensity, 3 showed no change, and none experienced increased pain, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that the use of a pregnancy pillow significantly reduced back pain among third-trimester pregnant women. A pregnancy pillow may serve as a safe and practical non-pharmacological intervention to improve maternal comfort during pregnancy, although the findings should be interpreted with caution due to the absence of a control group. ABSTRAK Nyeri punggung merupakan salah satu perubahan fisiologis yang umum dialami ibu hamil, terutama pada trimester III, akibat perubahan hormonal, pergeseran pusat gravitasi tubuh, dan perubahan postur. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut adalah penggunaan bantal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bantal kehamilan terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan dengan penggunaan bantal kehamilan berbentuk wedge saat tidur malam selama 7 hari. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 33 responden (94,3%) mengalami nyeri sedang dan 2 responden (5,7%) mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, 30 responden (85,7%) mengalami nyeri ringan dan 5 responden (14,3%) mengalami nyeri sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa 32 responden mengalami penurunan tingkat nyeri, 3 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak terdapat responden yang mengalami peningkatan nyeri, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bantal kehamilan berpengaruh terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Bantal kehamilan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil, meskipun temuan ini perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan keterbatasan desain penelitian yang tidak menggunakan kelompok kontrol.