Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Pendidikan Hukum Islam dalam Perspektif Sejarah, Sosial, dan Politik: Kelebihan dan Kekurangan Kompilasi Hukum Islam Dahlia Farina; Aljamaedi Aljamaedi; Agusrianto Agusrianto; Sri Wahyuni; Desi Asmaret
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.2950

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai upaya penyatuan hukum Islam di Indonesia. Kehadirannya penting untuk mengurangi keragaman penerapan hukum yang sebelumnya bergantung pada pilihan rujukan masing-masing hakim dalam praktik peradilan. Sebelum diberlakukan, hakim Pengadilan Agama menggunakan berbagai kitab fikih klasik sebagai rujukan, yang sering menimbulkan perbedaan putusan dan ketidakpastian hukum. Ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991, KHI menjadi pedoman dalam penyelesaian perkara perkawinan, kewarisan, dan perwakafan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis pengertian, latar belakang sejarah, dasar hukum, struktur, kelebihan, dan kelemahan KHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHI mendorong keseragaman dan kepastian hukum, mengakomodasi nilai adat serta kearifan lokal, memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak, serta mempermudah akses masyarakat terhadap hukum Islam melalui susunan yang sistematis dan penggunaan bahasa Indonesia. Namun, KHI masih memiliki beberapa keterbatasan, yaitu kedudukan hukum yang relatif lemah, keterwakilan mazhab fikih yang terbatas, kurang responsif terhadap persoalan kontemporer, serta kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian dengan peraturan perundang-undangan lainnya. Oleh karena itu, pembaruan diperlukan untuk memperkuat kedudukan hukumnya dan mempertahankan relevansinya terhadap perkembangan sosial dan hukum di Indonesia.
Rekonstruksi Model Integratif Epistemologi Pendidikan Islam melalui Perbandingan Perspektif Klasik–Modern: A Systematic Literature Review Yusuf Efendi; Aljamaedi Aljamaedi; Deby Habja Musdalifa; Riki Saputra; Sukmareni Sukmareni
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Assyfa Journal of Islamic Studies (April)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v4i1.1066

Abstract

This study aims to reconstruct an integrative model of Islamic educational epistemology through a comparison of classical and modern perspectives based on a synthesis of scholarly literature. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by analyzing 30 journal articles addressing Islamic educational philosophy, epistemology, knowledge integration, character education, digital transformation, and contemporary scientific developments in Islamic education. The analysis was conducted through stages of article identification, data extraction, thematic classification, comparative analysis, and conceptual synthesis. The findings reveal that classical Islamic educational epistemology emphasizes revelation (naql), reason (‘aql), adab, and character formation, while the modern perspective retains these foundations while incorporating contextualization, empirical experience (tajribah), knowledge integration, and openness to scientific and technological advancement. The study also identifies a strong tendency toward an integrative paradigm that connects multiple sources of knowledge within a holistic educational framework. Based on the literature synthesis, this research proposes an integrative model of Islamic educational epistemology consisting of five key components: naql, ‘aql, tajribah, adab, and contemporary science and technology. This model provides a conceptual foundation for developing Islamic education that is responsive to the challenges of the twenty-first century