Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sekularisme Manajerial dan Adaptasi Indentitas Muslim di Singapura, 1965-2025 Hesti Wulandari; Yanti Lutfiani; Asep Achmad Hidayat; Mahbub Hefdzil Akbar; Hisyam Muhammad Jahid
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3077

Abstract

Kajian mengenai Muslim minoritas di Singapura umumnya memandang identitas keagamaan sebagai produk statis yang dibentuk secara top-down oleh negara sekuler. Artikel ini menganalisis dinamika identitas Muslim minoritas di Singapura periode 1965–2025 melalui negosiasi antara kebijakan negara dan strategi adaptasi komunitas. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen terhadap Administration of Muslim Law Act 1966, publikasi resmi Majlis Ugama Islam Singapura, Parliamentary Debates, data sensus penduduk, serta literatur sekunder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Singapura menerapkan sekularisme manajerial, bukan pemisahan mutlak antara agama dan negara, dengan mengintegrasikan hukum Islam ke dalam administrasi negara untuk menjaga stabilitas sosial. Dalam kerangka tersebut, MUIS berperan sebagai mediator melalui wacana Singapore Muslim Identity yang menekankan karakter religius, progresif, dan inklusif. Pada abad ke-21, komunitas Muslim menghadapi disrupsi digital dan ideologi transnasional melalui adaptasi integratif serta pemanfaatan ruang siber untuk menyebarkan moderasi beragama. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlangsungan identitas Muslim minoritas ditopang oleh ketahanan institusional dan kecakapan kultural dalam menegosiasikan modernitas.
PERAN PUTRI BAYAN DALAM PROSES ISLAMISASI LOMBOK: ANALISIS BERBASIS NASKAH BABAD LOMBOK Haekal Ghifari; Pepep Ipan Sopian; Dedi Supriadi; Asep Achmad Hidayat; Syahidah Qolbiya Sakinah; Yan Nurcahya
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan (April 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.335

Abstract

Traditional historiography such as Babad Lombok contains many cultures, one of which is about women. Babad Lombok contains the genealogy of the Prophet, the Menak in Lombok, and Islamization in Lombok. Through a philological and hermeneutic approach, the interpretation of Babad Lombok is mainly through the perspective of Muslim women. Islamization which was first carried out by Sunan Prapen made the Lombok Kingdom an Islamic Kingdom. Islam or not is shown through women who embrace Islam or not in this region. As a result of the women who did not convert to Islam, there was a war between Sunan Prapen and the Lombok community who had not embraced Islam until finally Lombok was divided into three parts. Furthermore, Islamization was carried out by Rangkesari as the king of Selaparang. Furthermore, Selaparang was made the capital of the Lombok Kingdom which had embraced Islam. Prabu Anom, Rangkesari's successor, made the Selaparang Kingdom in this case Lombok reach the peak of its glory. Princess Bayan became the person behind the glory carried out by Prabu Anom by doing good deeds by accepting polygamy carried out by her husband. Good deeds were carried out after there was a policy within oneself. This acceptance uses faith with knowledge so that the evidence speaks of the virtues he carried out for the Islamization carried out in the Kingdom of Lombok in the glory days of his time.
KIPRAH H.MA’SOEM: FONDASI NILAI CAGEUR, BAGEUR, PINTER DALAM PERINTISAN AMIK DI JATINANGOR (1986-2001) Alma Nada Habibah; Asep Achmad Hidayat; Widiati Isana
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2025): Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan (Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i2.293

Abstract

Penelitian ini menelaah kiprah H. Ma’soem dalam perintisan pendidikan tinggi di Jatinangor melalui pendirian Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem (1986) dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Al-Ma’soem hingga 2001. Penelitian lain mengenai tokoh pendidikan di Sumedang umumnya berfokus pada aspek kelembagaan atau sosial-keagamaan; oleh karena itu, kajian ini menekankan peran H. Ma’soem dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. Ma’soem berperan sebagai penggagas, pembina, dan penentu arah pendirian AMIK Al-Ma’soem. Ia secara konsisten menanamkan nilai Cageur (ketangguhan fisik dan mental), Bageur (akhlak dan integritas), dan Pinter (kecakapan intelektual) sebagai dasar pembentukan karakter dan kebijakan pendidikan di lingkungan AMIK. Nilai-nilai tersebut membentuk budaya akademik awal lembaga dan menjadi fondasi berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem. Meskipun H. Ma’soem wafat pada 2001, warisan nilai yang dibangun tetap dipertahankan dan terus memengaruhi arah pendidikan Al-Ma’soem hingga Saat ini . Temuan ini menegaskan bahwa kontribusi utama H. Ma’soem bukan hanya pada inisiasi pendirian lembaga, tetapi terutama pada pewarisan nilai-nilai dasar yang membentuk karakter serta orientasi pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal di Jatinangor.