Penelitian ini menelaah kiprah H. Ma’soem dalam perintisan pendidikan tinggi di Jatinangor melalui pendirian Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem (1986) dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Al-Ma’soem hingga 2001. Penelitian lain mengenai tokoh pendidikan di Sumedang umumnya berfokus pada aspek kelembagaan atau sosial-keagamaan; oleh karena itu, kajian ini menekankan peran H. Ma’soem dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. Ma’soem berperan sebagai penggagas, pembina, dan penentu arah pendirian AMIK Al-Ma’soem. Ia secara konsisten menanamkan nilai Cageur (ketangguhan fisik dan mental), Bageur (akhlak dan integritas), dan Pinter (kecakapan intelektual) sebagai dasar pembentukan karakter dan kebijakan pendidikan di lingkungan AMIK. Nilai-nilai tersebut membentuk budaya akademik awal lembaga dan menjadi fondasi berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem. Meskipun H. Ma’soem wafat pada 2001, warisan nilai yang dibangun tetap dipertahankan dan terus memengaruhi arah pendidikan Al-Ma’soem hingga Saat ini . Temuan ini menegaskan bahwa kontribusi utama H. Ma’soem bukan hanya pada inisiasi pendirian lembaga, tetapi terutama pada pewarisan nilai-nilai dasar yang membentuk karakter serta orientasi pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal di Jatinangor.
Copyrights © 2025